Review

Perombakan Gerbang Tol Pasteur dan Pembangunan Jembatan Layang untuk Mengurai Kemacetan




Jembatan Layang Baru di Tol Pasteur

Jalur keluar tol Pasteur selama ini memang menjadi favorit wisatawan, terutama yang datang dari arah barat. Maklum saja, akses keluar dari tol Pasteur memang lebih memudahkan untuk ke tempat wisata favorit di Bandung Utara. Keluar tol Pasteur, kendaraan wisatawan bisa belok kiri ke arah Universitas Maranatha (Jln. Surya Sumantri) - Sarijadi - Ledeng/Jln. Setiabudi - Lembang. Sementara bila ambil jalan lurus, bisa langung melintasi Jembatan Layang (Flyover) Pasupati, ke arah Dago atau ke Gasibu. Memang, inilah jalur ideal untuk wisatawan langsung mengakses tempat-tempat wisata pilihan, terutama di Bandung Utara.

Namun, seiring waktu pula ketimpangan jalur keluar tol Pasteur makin terasa dibandingkan keluar tol Pasirkoja, Moh. Toha, ataupun Buah Batu. Akibatnya, kemacetan menjadi pemandangan biasa yang harus dihadapi wisatawan saat keluar tol Pasteur. Inilah akhirnya yang menjadi problem tersendiri dimana waktu banyak terbuang hanya karena banyak pengguna kendaraan yang memaksakan ingin keluar dari tol Pasteur. Begitu pula saat kepulangan wisatawan, antrean panjang akan mengular di pintu tol Pasteur. Masalah lainnya pun muncul akhir-akhir ini dengan terjadinya banjir di area sebelum ke Jembatan Layang Pasupati.

Perombakan Pintu Tol Pasteur
Menghadapi masalah kemacetan di pintu tol Pasteur, PT Jasa Marga dengan Pemkot Bandung pada 2017 berencana akan merombak gerbang tol favorit wisatawan tersebut. Untuk penambahan gerbang tol akan dilakukan untuk pintu keluar tol Pasteur. Gerbang pintu keluar yang semua berjumlah 8 akan ditambah menjadi 10 gerbang.

Gerbang pintu masuk tol Pasteur pun  akan dirombak dimana untuk mengambil tiket masuk pintu tol Pasteur tidak lagi di kawasan Pasteur tetapi akan digeser ke Baros, Cimahi. Jadi, pengendara yang akan menggunakan tol Purbaleunyi, harus lurus dulu 3 kilometer dengan mengambil tiket di pintu tol Baros.

Selain merombak gerbang tol Pasteur, lanjut Emil, pihaknya juga berencana akan membuat monumen tulisan selamat datang. Monumen selamat datang ini rencananya akan dibangun di lima gerbang tol. Kelima pintu tol tersebut akan ada desain dengan plasng "Selamat Datang di Kota Bandung".  Perombakan dan pembenahan pintu tol tersebut dananya berasal dari PT Jasa Marga.

Pembangunan Jembatan Layang
Pembenahan lain pun akan dilakukan Kementerian PU yakni akan membuat jalan layang dari pintu keluar Pasteur sampai ke Pasupati. Nantinya, mobil dari arah Jakarta itu tidak perlu lewat lampu merah yang di Jalan Surya Sumantri, alias langsung ke flyover Pasupati.

Jembatan layang tembus ke Pasupati tersebut rencananya juga akan dibangun tahun depan. Jembatan layang di Pasteur tersebut menjadi yang pertama dibangun dalam rangkaian Bandung Intra Urban Tol Road (BIUTR). Untuk tahap ke depannya, pembangunan jembatan layang akan dilakukan dari kawasan Pasteur hingga Ujungberung di Bandung Timur.