Review

Sejarah Gedung Kantor Pos Besar Bandung





Gedung besar yang dibangun pada 1863 ini, dahulu disebut Posten Telegraf Kantoor (Kantor Pos dan Telegraf).  Itulah Gedung Kantor Pos Besar Bandung yang berada di persimpangan Jalan Asia Afrika dan Jalan Banceuy. Letaknya berdekatan dengan Masjid Raya Bandung, Hotel Swarha, dan bekas penjara Banceuy. Bila dari Taman Alun-Alun Bandung (seberang Gedung BRI) tinggal berjalan kaki beberapa meter ke arah barat (ke arah jembatan penyeberangan).

Gedung Kantor Pos Besar Bandung berdiri di atas tanah seluas 6.006 m2 dan luas bangunannya sendiri 4.846 m2. Dibutuhkan waktu pembangunan selama tiga tahun hingga kantor pos ini diresmikan.
Sejak awal dibangun pada tahun 1863, bangunan kantor pos terus mengalami renovasi. Hingga mengalami perombakan besar-besaran pada tahun 1928-1931.

Berikut ini profil gedung Kantor Pos Besar Bandung yang diambil dari berbagai sumber:
1. Kantor Pos Besar Bandung secara administratif terletak di Jln. Asia Afrika No. 49, Kelurahan Braga, Kec. Sumur Bandung, Kota Bandung.
2. Gedung merupakan hasil rancangan arsitek berkebangsaan Belanda, J. van Gendt
3. Gaya desain art deco geometric (modern fungsional) berpadu atap bangunan tropis. 
4. Dekorasi bangunan berbahan logam pada puncak atap sisi kiri dan kanan. Atapnya terbuat dari besi yang tahan dari sengatan matahari dan terpaan angin kencang.
5. Pada bagian depan kantor pos terdapat bis surat dengan tulisan Brievenbus (bis surat) dan masih ada hingga sekarang.
6. Pada salah satu bagian kantor pos terdapat sebuah sumur pompa yang dibangun sejak tahun 1920-an. Diduga, sumur bor tersebut merupakan sumur pertama untuk jenis ini di Hindia Belanda.
7. Pada masa perang kemerdekaan tahun 1949, gedung kantor pos sempat terkena ledakan bom.
8. Di bagian depan gedung terdapat patung Universal Postal Union (UPU) atau Uni Postale.
9. Bangunan ini termasuk cagar budaya dan sudah terdaftar sebagai salah satu warisan arsitektur Bandung oleh Bandung Heritage Society.
10. Bangunan bertingkat dua ini arah bangunannya menghadap ke arah selatan sehingga terlihat memiliki satu tampak muka. Di bagian belakang gedung (arah utara/masuk dari Jln. Banceuy) digunakan untuk pergudangan.
11. Bangunan memiliki tiga pintu utama yang berjejaran menghadap ke arah selatan. Pada bagian muka lantai pertama terdapat tujuh jendela besar. Sedangkan pada lantai dua terdapat tujuh jendela kecil.
12. Dari awal didirikan hingga sekarang, gedung ini tak berubah fungsinya yakni menjadi kantor pos.

Profil gedung-gedung bersejarah lainnya LIHAT DI SINI.