Review

Cipaku Festival 2017: Silaturahmi Komunitas, Pameran UMKM, dan Pentas Seni Budaya Sunda




Cipaku Festival 12 Februari 2017

Bandung sebagai kiblat para pegiat kreativitas, komunitas, dan seni budaya memang sudah tidak diragukan. Beberapa pegiat usaha kreatif, komunitas, hingga para pelaku seni secara mandiri terus bergerak. Untuk itulah, potensi tersebut yang harus difasilitasi agar ada ruang untuk menyatukan dan menyediakan media untuk unjuk kamonesan.

Dari pertemuan para pegiat usaha kreatif dan seni budaya, perwakilan komunitas, serta para pelaku UMKM di dunia maya, tercetuslah untuk menggelar event yang bisa mewadahi elemen-elemen tersebut. Event dengan nama "Cipaku Festival 2017" menjadi ajang untuk silaturahmi, pameran UMKM, dan pentas seni budaya dari berbagai sanggar seni. Kegiatan ini dilatarbelakangi masih kurangnya ruang untuk sinergi antara para pegiat seni, usaha, dan komunitas, khususnya di Bandung.

"Kegiatan ini memang berkonsep sabilulungan alias gotong royong. Dan kebetulan pihak Kampung Seni Budaya ECO Bambu Cipaku bersedia untuk memfasilitasi event yang akan kami selenggarakan tersebut," papar Irfan, perwakilan dari pihak panitia.

Digelar di Kampung Seni Budaya ECO Bambu Cipaku
Selain komunitas-komunitas, acara ini pun akan dihadiri para mahasiswa prodi Pendidikan Luar Sekolah (PLS) Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung yang selama ini aktif berlatih kesenian juga mengelola Taman Bacaan Masyarakat (TBM) di ECO Bambu Cipaku. Dalam event ini pun akan digelar launching TBM yang selama ini mereka kelola.

Event "Cipaku Festival" akan digelar di Kampung Seni Budaya ECO Bambu Cipaku pada hari Minggu, 12 Februari 2017 mulai pukul 09.00 - selesai. Kampung Seni Budaya ECO Bambu Cipaku berlokasi di Jln. Cipaku Indah XI, Ledeng, Bandung. Kawasan wisata terpadu ini menyajikan fasilitas wisata hotel (The Cipaku Garden Hotel), kolam renang, tempat kuliner, sanggar seni budaya, area hutan kota, dan kolam pemancingan.

Agenda event wisata rutin
Event tersebut akan menyajikan konsep kolaborasi antara komunitas-komunitas, pelaku UMKM, juga pegiat seni budaya. Dalam event nanti, tambah Irfan, akan hadir pameran dengan adanya stand-stand yang diisi berbagai produk dari UMKM wirausaha Sunda. Sementara sebagai penarik hiburan, akan ada panggung yang menyajikan aneka pentas seni Sunda, di antaranya pentas angklung, arumba, karinding, jaipongan, hingga bobodoran dari para komedian Sunda (Ki Daus, Anton Abox, dkk).

"Untuk produk di stand-stand lebih ke produk khas Sunda, dari suvenir hingga kuliner. Sementara kehadiran para komunitas tak lain sebagai ajang silaturahmi untuk pengembangan ke depannya. Tujuannya, agar nantinya kegiatan seperti ini bisa berlangsung rutin. Dan penyelenggaranya pun bisa bergiliran dari setiap komunitas. Adapun pentas seni budaya Sunda merupakan wadah untuk mempertemukan para pelaku seni sekaligus menampilkan aneka kreasi dari sangggar-sanggar seni," tambah Irfan.

Komunitas-komunitas, para pelaku usaha, dan sanggar seni tersebut berasal dari berbagai daerah di Jawa Barat. Konsep kesundaan yang diusung merupakan upaya untuk lebih memperkenalkan potensi yang ada terutama untuk diarahkan ke sektor wisata. Nantinya, kegiatan seperti ini bisa dinikmati oleh para wisatawan lokal maupun mancanegara di Kampung Seni Budaya ECO Bambu Cipaku.

Promosi wisata Jawa Barat
Kampung Seni Budaya ECO Bambu Cipaku sendiri selama ini fokus garapannya pada pemberdayan seni budaya sekaligus mengarahkan seni budaya Sunda untuk tidak kurung batokeun alias hanya dinikmati dalam skala lokal atau itu-itu saja. Di tempat ini, para turis, masyarakat umum, dan anak-anak sekolah serta mahasiswa biasa berlatih membuat angklung, menajajal permainan tradisional Sunda, hingga berlatih pencak silat.

"Dengan adanya program pengenalan, pelatihan, hingga promosi  seni budaya dan usaha urang Sunda diharapkan potensi kesundaan bisa lebih dikenal hingga tataran nasional dan global. Apalagi di zaman digital seperti sekarang, potensi sudah ada tinggal disebarkan saja informasinya melalu media online," papar Andreas Wiharja, pengelola Sanggar Seni Budaya ECO Bambu Cipaku.

Menurut pria yang biasa dipanggil Pak Wiwih tersebut, selama ini Kampung Wisata Seni Budaya yang dikelolanya banyak menarik kunjungan wisatawan yang datang dari berbagai daerah di Indonesia. Selain itu, kampung wisata ini pun kerap disambangi para wisatawan dari mancanegara, di antaranya dari Prancis, Spanyol, Korea Selatan, Jepang, Amerika, Australia, Singapura, Malaysia, dan negara-negara lainnya.

Bahkan, tempat wisata seni budaya ini pun biasa jadi tempat studi banding pihak pemerintahan yang mengurus bidang wisata dan seni budaya dari daerah lain di luar Jawa Barat. Selain itu, di sini pula jadi basecamp komunitas-komunitas Sunda, mahasiswa yang peduli atau meneliti seni budaya, hingga tempat nongkrongnya para seniman dan jurnalis media cetak, elektronik, dan online..

Untuk mengunjungi event "Festival Cipaku 2017", pengunjung umum tidak ditarik biaya. Selama event, pengunjung bisa menyaksikan aneka pentas seni sekaligus membeli aneka produk hasil kreasi para pelaku UMKM wirausaha Sunda yang ada di setiap stand. Untuk informasi lebih lanjut seputar acara dan info stand, bisa menghubungi nomor telepon/SMS/WhatsApp: 0857-2270-0945.

Video Kampung Wisata Seni Budaya ECO Bambu Cipaku lihat di sini.