Review

Angklung, Angkot Wisata di Kota Bandung





Angkutan kota alias angkot di Kota Bandung memang jadi moda transportasi pilihan. Namun, pilihan masyarakat untuk naik angkot kini tergerus oleh kendaraan pribadi dan tentunya kendaraan motor. Maka tak heran bila jalanan di Kota Bandung kian hari tambah macet seiring banyaknya kendaraan pribadi tersebut yang berseliweran memadati jalur lalu lintas.

Beberapa upaya dilakukan oleh pihak Pemkot Bandung bekerja sama dengan pihak terkait untuk menimalisir kemacetan. Hal ini dari program penyediaan bus sekolah; naik bus DAMRI gratis tiap Senin dan Kamis untuk pelajar; ke sekolah atau tempat kerja bersepeda atau jalan kaki; bus Bandros; hingga program Jumat ngangkot.

Namun khusus naik angkot, animo masyarakat Bandung sendiri dilihat di lapangan masih terbilang kurang. Masyarakat masih banyak yang lebih memilih bawa kendaraan pribadi roda empat dan roda dua atau malah naik ojek/taksi online. Untuk alternatif naik angkot kebanyakan alasannya masalah kenyamanan, ketepatan waktu, hingga masalah ongkos.

Dilengkapi fasilitas eksklusif
Untuk lebih mendekatkan citra angkot ramah penumpang, Pemkot Bandung kembali mengeluarkan inovasi. Pada Rabu (1/3/2017)  bertempat di halaman Rumah Makan Paviliun Sunda, Jalan LLRE Martadinata (Jln. Riau), Kota Bandung, digelar sosialisasi angkutan kota Angklung Eksekutif.

Dalam kegiatan pengenalan angkot tersebut, Wali Kota Bandung Ridwan Kamil bersama istri, Atalia Praratya Kamil dan Kepala Dinas Perhubungan Kota Bandung Didi Ruswandi menjajal naik angkot tersebut. Angkot eksekutif tersebut dilengkapi fasilitas yang menunjang aktivitas masyarakat Kota Bandung, seperti akses Wifi, AC, tempat sampah, charger handphone, rak sepeda, perpustakaan mini, dan televisi.

"Inovasi ini sebagai bentuk perwujudan transportasi modern di Kota Bandung. Angkot akan populer dengan fasilitas yang lebih baik dalam satu rute poin to poin sehingga masyarakat bisa membayar lebih mahal, namun mendapatkan kenyamanan yang lebih baik," ungkap Ridwan Kamil.

Berwisata dengan Angkot Angklung
"Angklung" sendiri merupakan akronim dari "Angkot Keliling Bandung". Untuk naik angkot edisi khusus ini dibebankan tarif sekitar Rp 7.000 - Rp 12.000 sekali jalan. Angkot ini pun bisa jadi sarana wisata baru bagi para pelancong yang ingin keliling Kota Bandung. Moda transportasi modern ini memiliki l5 hingga 12 rute jalan yang akan dilalui. Sebanyak 1600 unit dengan kouta perbandingan 30% dari jumlah angkot yang ada di Kota Bandung.

Saat ini akan dioperasikan sekitar 5 sampai 12 rute yang melalui jalanan protokol Kota Bandung. Kehadiran angkot wisata di Bandung ini untuk memenuhi kebutuhan dalam pelayanan transportasi publik. Sekitar 1.600 angkot lainnya nanti akan mulai beroperasi. Untuk trayek yang tersedia nantinya yakni jurusan Elang-Cicadas, Cibaduyut-Karangsetra, Abdul Muis-Ledeng, Sekemirung-Panyileukan dan Gedebage.

Sementara dilansir dari prfmnews.com, Ketua Harian Koperasi Bina Usaha Transportasi Republik Indonesia (Kobutri) Jabar, Udin Hidayat, menginformasikan bahwa angkutan umum keliling bandung (Angklung) berfasilitas eksekutif memiliki 10 titik stop (berhenti) khusus. Rencananya, angkot eksekutif tersebut bakal beroperasi di 7 trayek.

Namun untuk dijadikan bahan evaluasi semua pihak, nantinya bakal dilakukan uji coba terlebih dahulu yaitu di Jalur Ciwastra-Cijerah dengan menyiapkan minimal 20 angkot dan 20 sopir teladan. Nantinya, Angklung pun bakal menggunakan tiket sehingga tidak akan ada uang yang beredar dalam transaksinya. Bahkan rencananya, pengurus tiket juga bakal memberdayakan keluarga para pengemudi angkot. Rencananya, launching angkot eksekutif tersebut bakal digelar bulan ini dengan batas waktu maksimal tanggal 23 Maret 2017. (WB-001)