Review

Light Rail Transit (LRT) Metro Kapsul Mendukung Akses Wisata Bandung




Jalur LRT Metro Kapsul Bandung

Bandung menjadi kota yang terus berkembang dan menarik banyak kunjungan wisatawan. Sejak dibukanya jalan tol Cipularang - Padaleunyi, arus kendaraan ke Bandung pun kian hari kian padat terutama saat akhir pekan. Kemacetan pun kerap menyergap di bebarapa titik di kawasan Bandung. Inilah salah satu keuntungan sekaligus menghadirkan permasalahan baru bagi Kota Bandung.

Urusan transportasi dan kondisi jalan raya pun menjadi perhatian pihak Pemkot Bandung. Pembenahan demi pembenahan dilakukan. Pihak Pemkot Bandung pun mengusung beberapa program hingga menghadirkan fasilitas dan infrastruktur untuk membenahi lalu lintas. Beberapa program dan penyediaan fasilitas tersebut seperti membenahi trotoar agar ramah pejalan kaki; Bus DAMRI gratis untuk para anak sekolah; Jumat Ngangkot; Jalan Kaki ke Sekolah; Bandung Tour on Bus (Bandros); Angkot Angklung; hingga yang terbaru bakal hadirnya Light Rail Transit (LRT).

Jalur dibangun sepanjang 6 km
LRT dengan tipe metro kapsul rencananya bakal hadir di Bandung dengan mulai pembangunan bulan-bulan ini (Maret/April 2017. Moda transportasi massal tersebut merupakan teknologi transportasi asal Indonesia. Salah satu  metro kapsul tersebut bikinan PT Teknik Rekayasa Kereta Kapsul (Trekka) yang dibuat di Kabupaten Subang, Jawa Barat.

Rencananya proyek percontohan tersebut akan dibangun dua tahap dengan total panjang 6 kilometer. Kehadiran metro kapsul ini di sisi lain mendukung sektor wisata di Bandung yakni untuk akses wisatawan dan warga Bandung sendiri. Pembangunan yang dibagi dua tahap tersebut akan menghubungkan kawasan wisata pusat kota, wisata belanja, dan wisata ruang publik di Bandung.

Untuk tahap pertama, akan dibangun jalur sepanjang tiga kilometer, yakni dari Stasiun Bandung sampai ke Dalem Kaum (Alun-Alun Bandung). Untuk pembangunan tahap kedua ditambah tiga kilometer lagi dari Dalem Kaum sampai kawasan Lapangan Tegallega. Dan dari Tegellega kembali lagi ke Stasiun Bandung melewati Pasar Baru Trade Center.

Mendukung akses wisatawan
Adapun untuk wisatawan, kehadiran metro kapsul tersebut tentunya akan sangat membantu. Wisatawan yang turun di Stasiun Bandung bisa naik alat transportasi baru tersebut untuk perjalanan wisata di Bandung. Dari Stasiun, wisatawan bisa turun di kawasan sentra belanja di ITC Kebon Kalapa atau langsung jalan-jalan di area Alun-Alun Bandung.

Lepas itu, bisa juga melanjutkan ke kawasan Lapangan Tegallega yang kini sedang dibenahi untuk wisata area publik. Perjalanan wisata belanja pun bisa dilanjutkan dengan LRT yakni ke Pasar Baru Bandung. Dari Pasar Baru kembali lagi ke Stasiun Bandung. Selama ini, untuk akses ke tempat-tempat tersebut, wisatawan biasa menggunakan angkutan umum (angkot, bus DAMRi, taksi, atau layanan transportasi online).

Metro kapsul tersebut rencananya dibangun satu koridor awal dengan 40 unit kereta kecil  Sementara, anggaran yang digelontorkan untuk proyek ini yakni sebesar Rp 1 triliun untuk 6 kilometer. Anggaran untuk LRT Bandung tersebut, setengahnya dari PT PP, setengah dari Kemenhub, Pemprov Jabar, dan ada dari Pemkot.