Review

Sentra Kerajinan Tulang di Cileunyi Wetan, Kab. Bandung




Kerajinan tulang Cileunyi Wetan Kabupaten Bandung

Kawasan Bandung timur dikenal sebagai salah satu sentra kerajinan. Salah satu kawasan yang terkenal sebagai pusat kerajinan adalah Cipacing, perbatasan Bandung dan Sumedang. Namun akhir-akhir ini yang tengah naik daun ada juga kerajinan tulang yang ada di kawasan Kampung Pasir Tukul, Desa Cileunyi Wetan, Kecamatan Cileunyi, Kabupaten Bandung. Lokasinya tak jauh dari Cipacing.

Para perajin di kawasan ini menyulap tulang kaki sapi itu dibuat menjadi kerajinan kujang mini, gantungan kalung, sumpit naga, hingga patung. Para perajin di sini telah menjalani usahanya puluhan tahun secara turun temurun. Pasar penjualan kerajinan tulang dari Cileunyi ini bukan hanya dalam negeri, namun sampai menembus pasar mancanegara.

Tulang dari tukang mie kocok dan mie bakso
Aneka barang souvenir tersebut biasa dibuat dengan digergaji menggunakan gergaji kecil menjadi berbentuk aneka barang kerajinan. Saat pembuatan, para perajin terlihat mengerjakan karya kerajinan dengan kesabaran, ketelitian, dan kedisiplinan. Tak heran bila hasilnya pun bernilai seni tinggi dan banyak disukai para kolektor suvenir.

Adapun untuk bahan tulang sendiri biasanya dari tulang sapi bekas rebusan kuah mie kocok atau bakso. Para perajin biasa membeli tulang kaki sapi ke sejumlah pedagang mi kocok di seputaran Bandung. Tulang-tulang bekas tersebut tidak perlu direbus lagi tulang kaki sapi sebelum dijadikan kerajinan.

Dalam satu minggu, perajin biasa membeli 100 tulang kaki sapi  dan sebulan bisa mencapai 400 tulang. Tulang-tulang yang dipilih biasanya memiliki ketebalan ukuran sekitar 20 cm. Untuk proses pengerjaan masih dilakukan manual dan dilakukan oleh beberapa perajin yang masih satu keluarga.

Dari satu tulang kaki sapi bisa dibuat membuat sekitar enam buah kujang mini, miniatur patung, cangklong, bandul kalung, atau empat pasang sumpit. Dalam sehari untuk kujang mini dan bandul, bisa dibuat hingga lima kodi. Produk suvenir tersebut biasanya sudah ada yang menampung yakni pengepul atau penjual cenderamata yang rutin datang mengambil hasil produksi.

Dijual hingga ke mancanegara
Untuk produksi, biasa dihasilkan 200 buah cenderamata dalam satu minggu. Sementara untuk harga per kodinya mencapai Rp40.000. Namun, untuk barang kerajinan tersebut kadang belum sampai finsihing karena keterbatasan waktu dan tenaga perajin. Vernis dan pewarnaan biasanya dilakukan di bagian pengepul atau penjual cenderamata sebelum dijual langsung ke pasaran.

Para pedagang cenderamata biasanya berasal dari Bali, Surabaya, Solo, Jakarta, Banten, Bogor, Malaysia, dan hingga Belanda. Bila Anda berminat untuk membeli suvenir bahan tulang tersebut bisa mendatangi langsung ke tempat kerajinan di Cileunyi Wetan tersebut, bisa menghubungi Kang Dadi atau Kang Idin. (WB-001)