Review

Mengenal Lebih Dekat Kawasan Ciwidey




Sejarah Ciwidey Tempo Dulu

Foto-foto di atas adalah keadaan di Ciwidey pada zaman Belanda. Ciwidey sampai kini menjadi magnet wisata bagi para wisatawan lokal maupun mancanegara. Daya pikat Ciwidey dengan bentang alamnya yang sejuk dan menyajikan keindahan alam sudah dikenal sejak zaman kolonial. Ciwidey pun menjadi salah satu kawasan perkebunan di era penjajahan Belanda. Penataan kawasan wisata Ciwidey kini dilakukan oleh pihak pemerintah/PTPN maupun kerja sama dengan swasta.

Sarana penunjang lain seperti hotel/penginapan, rumah makan, hingga sentra oleh-oleh banyak berdiri di Ciwidey. Hanya, urusan kondisi jalur jalan raya dari Terminal Ciwidey hingga ke arah kawasan wisata Ciwidey yang belum banyak mengalami perubahan berarti. Jalan sempit, menanjak, dan kadang licin sewaktu hujan menjadi permasalahan tersendiri bagi wisatawan. Ciwidey secara administratif berada di wilayah Kab. Bandung.

Bagi Anda yang senang berwisata ke Ciwidey, selama ini mungkin hanya mengenal tempat-tempat wisata yang ngehits di sana, mulai Kawah Putih, Rancaupas, Situ Patenggang/Patengan, Perkebunan Teh Rancabali, Pemandian Ciwalini dan Cimanggu, Perahu Pinisi di Glamping Lakeside, Barusen Hills, Ciwidey Valley Resort, Kawah Rengganis, dan objek wisata lainnya.

Berikut ini kami sajikan informasi seputar kawasan Ciwidey:

1. Kawah Putih
Kawah Putih adalah sebuah danau kawah dari Gunung Patuha yang bersuhu antara 8-22 derajat, terdapat dua kawah yaitu Kawah Saat yang berada di bagian barat dan Kawah Putih yang berada di bawahnya pada ketinggian 2.194 meter. Keindahan Kawah Putih pertama kali tersingkap berkat usaha Dr. Franz Wilhelm Junghuhn yang sedang melakukan perjalanan di daerah Bandung Selatan pada tahun 1837.

2. Legenda Kereta Api "Si Gombar"
Melihat sejarahnya ke masa lampau, jalur KA Bandung-Ciwidey ini ada sejak 1923. Stasiun Ciwidey, yang berada di ketinggian +1106 meter, menjadi stasiun akhir untuk rute KA Bandung-Ciwidey. Jalur ini merupakan jalur pertama yang menghubungkan Bandung Selatan ke pusat Kota Bandung. Pada 1972, terjadi peristiwa luar biasa, yakni kecelakaan rangkaian kereta yang mengangkut kayu. Dengan alasan tersebut, juga alasan jalur ini tidak mendatangkan keuntungan, berangsur-angsur jalur ini tidak aktif hingga penutupan resmi pada 1982.

3. Perkebunan Teh Rancabali
Perkebunan teh Rancabali Ciwidey di Kecamatan Rancabali, Ciwidey, Kabupaten Bandung dikelola PT Perkebunan Nusantara (PTPN) VIII. Kawasan perkebunan tersebut berada di ketinggian 1.628 di atas permukaan laut. Suhu di kawasan ini sekitar 20° celsius.

4. Kawah Rengganis (Kawah Cibuni)
Kawah Rengganis adalah kawah alam yang terbentuk dari proses alam jutaan tahun yang lalu. Dahulu kawah ini bernama Kawah Cibuni karena terletak di daerah Cibuni, tapi karena tempat ini sudah dikelola oleh agrowisata Rancabali maka tempat ini diubah menjadi Kawah Rengganis

5. Situ Patengan/Patenggang
Situ Patenggang terletak di ketinggian 1600 meter di atas permukaan laut.Luas Situ Patenggang sekitar 45.000 hektar. Serta total luas cagar alamnya mencapai 123.077,15 hektare.

6. Ngabekong
Di Ciwidey pun ada jenis wisata yang bersifat edukatif  yakni ngabekong di perkebunan teh Gambung. Istilah itu merujuk pada proses penyimpanan tanaman-tanaman teh muda sebelum ditempatkan di ladang-ladang perkebunan.

7. Kebun stroberi
Salah satu wisata pertanian yang dikenal di Ciwidey adalah wisata petik stroberi. Tanaman stroberi mulai naik daun pada pertengahan tahun 1990-an. Stroberi Ciwidey awalnya dikenal di masyarakat Rancabali. Kemudian mulai merambah ke Ciwidey yang secara geografis letaknya lebih rendah daripada Rancabali.

Sekitar tahun 1995, seorang petani diketahui membeli bibit Stroberi Ciwidey dari luar negeri dan mencoba menanamnya di Rancabali. Pemilihan Rancabali sebagai lokasi penanaman dikarenakan memiliki udara yang dingin menyerupai habitat asli Stroberi Ciwidey. Namun, baru dua tahun kemudian, yaitu tahun 1997, Stroberi Ciwidey menjadi tanaman yang umum ditemui di halaman rumah penduduk. Menyadari potensinya, pada tahun 1999 masyarakat mulai menanam Stroberi Ciwidey dalam skala besar hingga akhirnya dikenal oleh wisatawan.

8. Bandrek Abah
Bandrek Abah adalah minuman tradisional yang berkhasiat untuk menyegarkan tubuh. Berasal dari Ciwidey Kab. Bandung, berdiri sejak tahun 1982 dipelopori oleh seorang kakek (Alm.) yang senantiasa dikenal dengan sapaan ‘Abah’. Bandrek Abah terbuat dari 100% bahan-bahan alami. Gula aren, Lada (Piper Nigrum Linn), Jahe (Zingiber Officianale Rosc), dan rempah-rempah lainnya.

9. Kalua Jeruk
Salah satu oleh-oleh khas Ciwidey dengan bahan dasar kulit jeruk yang diolah menjadi makanan yang begitu legit. Kalua jeruk banyak dijumpai di toko atau kedai oleh-oleh di bilangan Jalan Raya Ciwidey-Pasir Jambu. Ada banyak pilihan rasa kalua jeruk dengan warna yang beragam. Selain rasa gula pasir (putih) dan gula aren, ada pula rasa stroberi (merah), sirsak (hijau) hingga durian (kuning).

10. Pemandian Air Panas Cimanggu dan Ciwalini
Pemandian air panas Cimanggu, dibangun diatas lahan lima hektare pada tahun 1987 dan merupakan pemandian air panas yang dilengkapi dengan kolam pemandian terbuka, kamar-kamar pemandian tertutup, dan villa. Sementara pemandian air panas Ciwalini berada di Kawasan Agrowisata Kebun Rancabali yang dikelola oleh PTPN VIII.

11. Bumi Perkemahan dan Penangkaran Rusa Rancaupas
Wanawisata Ranca Upas, merupakan wanawisata yang dibangun di atas lahan seluas 14,5 hektare. Sekitar 10 hektare di antaranya merupakan hutan biasa yang dimanfaatkan untuk lintas alam dan lapangan terbuka untuk berkemah dan 4,5 hektare untuk tempat penangkaran rusa (Cervus timorensis).

12. Glamping Lakeside Rancabali
Sebuah kapal pinisi besar berukuran 12x30 meter dan setinggi 10 meter menjulang tinggi di tepi Situ Patengan, berdekatan dengan Batu Cinta. kapal ini merupakan bagian dari objek wisata baru yang dikembangkan oleh PTPN VIII dan BKSDA di atas lahan yang dikelolanya. Selain restoran merangkap kafe berbentuk kapal pinisi, di lokasi ini juga terdapat 20 tenda berfasilitas kamar hotel berbintang, atau yang biasa disebut glamour camping (glamping)

13. Akses ke Ciwidey
Untuk akses ke Ciwidey bagi pengguna kendaraan pribadi dari Tol Padaleunyi keluar di Gerbang Tol Kopo dan ambil jalur yang ke arah Soreang kemudian arah Ciwidey. Jalur lainnya bisa dari keluar tol Buah Batu - Bojongsoang - Baleendah/Dayeukolot - Banjaran - Soreang - Ciwidey.

Sementara bagi pengguna sarana transportasi umum, bisa diakses dariTerminal Leuwi Panjang dengan naik angkutan umum jurusan Ciwidey. Dari Ciwidey dilanjutkan angkot berwarna kuning jurusan Ciwidey-Situ Patenggang/Situ Patengan.

14. Jalur alternatif ke Pantai Selatan Garut
Ciwidey pun menjadi salah satu jalur alternatif ke Pantai Selatan Garut (Santolo, Sayang Heulang, dll) selain jalur Pangalengan. Jalur untuk ke Pantai Selatan Garut tersebut yakni melalui rute Bandung - Ciwidey - Naringgul - Cidaun - Rancabuaya. Tiga kota di bagian selatan akan dilewati jika melalui jalur ini yakni Kab. Bandung, Cianjur, dan Garut.