Review

Stunning Bandung Optimalkan Target Kunjungan Turis Asing




Sosialisasi Stunning Bandung di Hotel El Royal

Kota Bandung telah menjadi bagian dari rencana pemerintah pusat dalam peningkatan jumlah wisatawan asing yang datang ke Indonesia melalui serangkaian upaya promosi pariwisata. Pemerintah pusat melalui Kementerian Pariwisata telah menargetkan kunjungan 20 juta wisatawan mancanegara pada tahun 2019.

Guna menyukseskan hal itu, pemerintah telah memilih nama-nama dan logo baru untuk branding 10 destinasi wisata Indonesia. Stunning Bandung adalah nama yang dipilih oleh Kementerian Pariwisata RI untuk mewakili destinasi-destinasi wisata di Jawa Barat. Slogan yang diangkat adalah “Stunning Bandung: Where the wonders of West Java begins.” Nama tersebut bermakna, Bandung sebagai gerbang pariwisata Jawa Barat.

Meningkatkan jumlah wisatawan ke Kota Bandung
Wakil Wali Kota Bandung Oded M. Danial mendukung dan mengapresiasi langkah yang dilakukan oleh kementerian. Pihaknya sendiri terus menguatkan berbagai upaya strategis guna meningkatkan jumlah wisatawan ke Kota Bandung.

“Kita terus programkan di Dinas Kebudayaan dan Pariwisata. Kita lakukan penguatan terutama karena Kota Bandung ini sesungguhnya memiliki potensi yang luar biasa, tinggal bagaimana kita bisa memberdayakan desinasi ini lebih baik lagi,” tutur Oded usai menghadiri Sosialisasi Branding Destinasi Bandung di Hotel El Royale, Jalan Merdeka No. 2 Bandung, Kamis (14/9/2017).

Ke depannya, lanjut Oded, Bandung tengah memprogramkan untuk membuat kampung-kampung wisata di tiap kecamatan. Ia berharap, kampung wisata bisa menambah destinasi wisata sekaligus memberdayakan ekonomi masyarakat.

“Kampung wisatanya tematik, harapannya ada di tiap kecamatan,” imbuh Oded.

Wisata hiburan dan MICE
Selain kampung wisata, Bandung yang telah terkenal sebagai kota jasa yang juga banyak menyediakan wisata hiburan dan MICE (Meeting, Incentives, Conventions, and Exhibitions). Kota Bandung sendiri memiliki 10 museum, 280 tempat hiburan, 600 bangunan cagar budaya, 1200 kafe dan restoran, serta 20 taman kota tematik yang selalu ramai dikunjungi oleh wisatawan.

“Kami pun sangat bersyukur karena berbagai upaya tersebut telah membuahkan hasil signifikan, diantaranya angka kunjungan wisata tahun 2016 yang mencapai 6,9 juta wisatawan dari target 5,6 juta,” ucap Oded.

Di sisi lain, Kepala Bidang Departemen Pemasaran Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi Jawa Barat Iwan Darmawan mengatakan, setelah Stunning Bandung ditetapkan sebagai branding, pemerintah pusat maupun daerah tinggal merancang serangkaian proses untuk mempromosikannya. Menurutnya, ada banyak hal yang harus diperhitungkan dalam upaya promosi tersebut.

“Setelah adanya Stunning bandung, pekerjaan rumah selanjutnya adalah bagaimana mengenalkan itu ke pasar, dengan diyakini bahwa branding pariwisata itu sudah terdukung oleh 3A (Akses, Amenitas, Atraksi),” terang Iwan.

Ia lantas mendorong agar konsep pentahelix diketengahkan agar langkah promosi pariwisata ini bisa berjalan secara berkelanjutan. “Konsep pentahelix menjadi perlu untuk disusun, diterjemahkan peran dan fungsi masing-masing dalam konteks untuk meraih pasar,” imbuhnya.