Review

Potensi Wisata Bandung Timur Perlu Dioptimalkan




Potensi wisata Bandung Timur

Wisata di seputaran Bandung bukan hanya "dikuasai" oleh wilayah Bandung Selatan seperti Ciwidey atau Bandung Utara dengan kawasan Lembang dan Dago. Juga bukan hanya kawasan pusat Kota Bandung. Geliat wisata pun semakin terasa di kawasan Bandung Timur. Diproyeksikan, ke depannya kawasan Bandung Timur akan jadi destinasi wisata favorit dengan hadirnya infrastruktur yang menunjang terutama dari sektor jalur transportasi.

Akses ke wisata Bandung Timur
Kawasan Cileunyi dan sekitarnya akan terintegrasi sebagai jalur wisata ke arah timur (Priangan Timur) dengan hadirnya tol Cisumdawu juga rencana hadirnya tol Cileunyi-Garut-Tasikmalaya (Cigatas). Walau gaungnya masih belum terasa layaknya Ciwidey atau Lembang, kawasan Bandung Timur menyimpan potensi wisata yang bakal bangkit.

Untuk akses pun terbilang mudah dimana bisa lewat tol atau jalan biasa melalui jalur jalan Cicaheum - Ujungberung - Cibiru - Cinunuk - Cileunyi atau via Jln. Soekarno Hatta - Cibiru - Cinunuk Cileunyi. Kawasan Bandung Timur pun dilintasi aneka jurusan angkot, bus AKAP dan AKDP, sampai bus DAMRI. Hal ini menunjang pergerakan para wisatawan untuk terhubung dengan destinasi wisata.

Kawasan permukiman baru
Hadirnya sejumlah perumahan pun menjadikan kawasan ini bakal jadi destinasi favorit baru. Dari arah Gedebebage sudah siap perumaha elite Summarecon. Belum lagi perumahan-perumahan yang sudah berdiri sebelumnya seperti di kawasan Margahayu, Riung Bandung, Cipadung, Cibiru, Cileunyi, sampai perumahan-perumahan baru di kaki Gunung Manglayang (Manjah Beureum-Cilengkrang-Cijambe-Ujungberung). Tak heran jika potensi properti di kawasan Bandung Timur pun terus mengalami kenaikan signifikan.

Potensi kawasan pendidikan
Kawasan Bandung Timur pun tak bisa dilepaskan dengan hadirnya beberapa kawasan pendidikan seperti kawasan UIN Bandung di Cipadung, PGSD (UPI/UT) di kawasan Cibiru, juga faktor dekatnya kawasan pendidikan Jatinangor dengan perbatasan Bandung Timur yakni daerah Cileunyi. Jumlah ratusan ribu mahasiswa yang kuliah di Unpad, ITB (kampus II), IPDN, Ikopin, dan lainnya sejatinya adalah potensi terbuka untuk bergeliatnya wisata di kawasan Bandung Timur.

Potensi wisata alam Bandung Timur
Sementara untuk urusan wisata alam, Bandung Timur punya tempat-tempat wisata alam yang sebetulnya bila dikelola dan dipromosikan secara optimal bisa semakin menarik wisatawan. Adalah kawasan Gunung Manglayang yang mulai dikenal oleh para wisatawan sebagai tempat wisata adventure. Juga nama Alun-alun Ujungberung serta Kampung Sunda di Cibiru dengan aneka event-nya sudah mulai perhatian wisatawan.

Di kaki gunung ini ada kawasan wisata alam Batu Kuda, Lembah Cileunyi, Cantigi Camp, Manglayang Jungle Place, Curug Cilengkrang, camping ground Kiarapayung, Bandung Giri Gahana Golf (BGG), Curug Cinulang dan Bukit Candi di Cicalengka, wisata kolam renang di Solokan Jeruk dan Majalaya, sampai perkebunan kopi khas Manglayang. Kawasan Bandung Timur pun biasa jadi tempat favorit wisata sepeda alam, outbond, dan berkemah.

Untuk urusan wisata kuliner dan produk kerajinan, dari kawasan Ujungberung sampai Cileunyi pun sudah banyak berdiri rumah makan/restoran, cafe-cafe, hingga warung tenda. Sementara sentra kerajinan bisa ditemui di kawasan Cipacing, Cibeusi, dan Cileunyi Wetan. Bahkan untuk penginapan pun sudah ada hotel-hotel dan apartemen yang berdiri dari kawasan Cileunyi sampai Jatinangor. 

Perlu digarap lebih optimal
Pertanyaannya, mengapa potensi wisata di Bandung Timur belum semoncer wisata di daerah lainnya di Bandung? Ini kembali pada pihak pengelola wisata sendiri yang kurang optimal dalam menggarap dan mempromosikan tempat wisata. Beda halnya dengan pengelola tempat wisata di kawasan Lembang dan Ciwidey yang selalu aktif menghadirkan hal-hal baru dan menarik perhatian wisatawan.

Namun semua tak bisa hanya pengelola tempat wisatanya saja yang bergerak. Masyarakatnya pun harus bisa berkolaborasi membuat tempat wisata dengan sistem swadaya. Apalagi bila didukung penuh oleh pemerintah daerah. Ini harus ada kolaborasi dan diskusi yang antara berbagai pihak, dari pihak pengelola, perwakilan pemerintah, masyarakat setempat, hingga calon investor.

Untuk promosi melalui event rutin pun sepertinya tak bisa dianggap remeh. Untuk hal kecil, misalnya para kaum muda bisa diberdayakan untuk menggempur media sosial dengan foto-foto selfie di tempat-tempat wisata Bandung Timur. Maklum saja, informasi tempat wisata via selfie tersebut sekarang ini menjadi pemicu calon wisatawan lain penasaran untuk menyambangi tempat wisata baru tersebut.

Benahi akses ke tempat wisata
Lebih dari itu, sebagus apapun tempat wisata bila akses ke lokasi tak menunjang sama saja bikin calon wisatawan malas. Apalagi tempat-tempat wisata alam di daerah Bandung Timur lebih banyak yang menuju kawasan perbukitan dimana moda transportasi dari jalan raya ke tempat wisata, kebanyakan hanya menggunakan ojek penduduk setempat. Perlu ada inovasi untuk akses transportasi ke tempat wisata di Bandung Timur sehingga wisatawan tidak terlalu bingung.

Jangan sampai wisatawan malah enggan menuju tempat wisata karena ribetnya akses transportasi. Hal ini entah dengan dihadirkan moda transportasi khusus, kerja sama dengan para pengojek, atau cara lainnya yang lebih ramah terhadap wisatawan. Maklum saja selama ini, kesan pulang atau pergi malam hari ke kawasan wisata Manglayang, misalnya, bikin malas calon wisatawan karena jalannya yang sempit, sepi, sebagian rusak, dan gelap di malam hari.

Tentunya pula urusan keramahtamahan penduduk, harga tiket wisata yang terjangkau, dan mudahnya mengakses sumber informasi tempat wisata jadi nilai lebih tersendiri.