Review

Disparbud Kab. Bandung Kembangkan Wisata Sejarah Gunung Puntang




Wisata Sejarah Pemancar Radio Gunung Puntang

Mungkin belum banyak yang tahu, bahwa Gunung Puntang Kecamatan Cimaung tepatnya di lereng Gunung Malabar menjadi stasiun radio pertama yang terbangun di Indonesia. Hal tersebut dikatakan Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Bandung Drs. H. Agus Firman Zaeni M.Si sebagai tempat bersejarah, yang sangat potensial untuk dikembangkan dalam kepariwisataan.

“Kita harus menjaga sejarah. Gunung Puntang pada zaman dulu, merupakan salah satu jalur komunikasi yang strategis, yang digunakan Pemerintah kolonial Belanda sebagai lokasi stasiun radio pertama dan terbesar di Indonesia saat itu,” ucap Agus Firman saat dikonfirmasi, Sabtu (17/2).

Pengembangan sejarah dalam sektor pariwisata tentu saja sejalan dengan visi pemerintah Kabupaten Bandung ucap Agus Firman, yakni 'Memantapkan Kabupaten Bandung yang Maju, Mandiri dan Berdaya Saing, melalui Tata Kelola Pemerintahan yang Baik dan Sinergi Pembangunan Perdesaan, Berlandaskan Religius, Kultural dan Berwawasan Lingkungan'.

“Hal ini menunjukan bahwa kepariwisataan akan menopang kemajuan bagi pembangunan dalam hal peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD), mewujudkan kemandirian masyarakat dari segi peningkatan perekonomian serta mendorong daya saing potensi yang tidak kalah dengan daerah lain. Event itu juga sekaligus menyambut HUT Kabupaten Bandung ke-377,” ujarnya.

Agus Firman menceritakan, Stasiun Radio Malabar Gunung Puntang dirintis oleh Dr. Cornelius Johannes de Groot pada 1923. Pemancar radio ini memiliki antena pemancar sinyal dengan panjang 2 kilometer, membentang di antara Gunung Malabar dan Halimun dengan ketinggian 500 meter dari dasar lembah.

Antena pemancar itu digunakan sebagai komunikasi langsung dengan pihak Belanda yang berjarak sekitar 12 ribu kilometer. Kawasan Malabar Bandung Selatan tambahnya, memang menjadi surga bagi para wisatawan. Bukan hanya keindahan alam dan geografinya yang menjadi daya pikat, sejarah yang tersimpan di sana pun ternyata menjadi sesuatu yang dicari, sekalipun hanya tinggal puing-puing saja.

“Untuk menjaga sejarah, kami akan kembangkan mejadi sektor pariwisata. Dalam waktu dekat, kami akan bekerjasama dengan ORARI (Organisasi Amatir Radio Indonesia) Kabupaten Bandung, mengadakan Event Hallo Bandoeng Netherland Amateur Radio Fair. Jelang satu abad peringatan komunikasi Bandung- Netherland melalui stasiun radio malabar yang berlokasi di gunung puntang,” imbuhnya.

Masyarakat Kabupaten Bandung patut berbangga, kata Agus Firman. Tidak hanya suguhan panorama yang menyejukan hati. Potensi sejarah stasiun radio pertama tersebut, telah menjadi perhatian banyak pihak, ditambah dengan potensi agrowisata kopi gunung puntang yang kualitas rasanya menjadi juara dunia.

Ditemui ditempat berbeda, menanggapi event yang akan diselenggarakan Disparbud, kepala Bidang Pemasaran Vena Andriawan, S.STP., M.Si menjelaskan, agenda pembuka untuk pengembangan potensi sejarah dalam kepariwisataan tersebut akan diadakan selama 2 hari, yakni tanggal 24 dan 25 Maret 2018.

“Kami mengambil dua lokasi yaitu di kawasan budaya sabilulungan dan gunung puntang. Acara ini juga dirangkaikan dengan jelajah kopi yang mengambil lokasi di pangalengan. Semua potensi alam ini harus dioptimalkan dan dilestarikan, karena bisa dijadikan industri pariwisata yang potensial. Apalagi sektor pariwisata mempunyai Added Value yang tinggi," ungkapnya.

Lebih lanjut Vena mengatakan, pariwisata sebagai ranking 2 devisa negara setelah migas harus mendapatkan perhatian besar dari seluruh komponen. Menurutnya, harus ada peran aktif pemerintah,swasta dan masyarakat, yang akan berdampak pada dorongan sektor usaha pariwisata untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD), juga meningkatkan ekonomi masyarakat.

“Nanti kita akan perkenalkan kembali sejarah Radio Malabar. Acara juga akan dimeriahkan oleh pentas musik,orari fair, barrista show dan tidak lupa pameran mobil, motor antik, yang mengingatkan kita kembali ke tahun 1920-an," cetusnya.

Vena Andriawan menjelaskan, event tersebut direncanakan akan dihadiri oleh Menteri Pariwisata, Menteri Komunikasi dan Informatika, Kedutaan besar Belanda dan beberapa negara lainnya, juga anggota ORARI di seluruh Indonesia.

“Kita harapkan ini akan menjadi event international tahunan Kabupaten Bandung. Selain itu akan mendongkrak wisatawan berkunjung ke Kabupaten Bandung pastinya juga akan meningkatkan pendapatan masyarakat sekitar. Tentu saja atas kerjasama sinergis semua pihak,” harap dia.

Pada kesempatan itu, dia mengimbau kepada masyarakat yang ingin meningkatkan derajat kebahagiaannya, agar berwisata ke Kabupaten Bandung. Wisata budaya, sejarah, edukasi dan yang pastinya wisata alam.

“Suguhan maha taman yang menyejukan dengan keindahan lukisan Tuhan, keanekaragaman kuliner yang segar, lezat dan nikmat, keramahtamahan penduduk serta berbagai keunikan lainnya, tidak boleh terlewatkan, so... visit Kabupaten Bandung, the mother of bandung and the heaven of nature and adventure tourism.