Review

Festival Situ Sipatahunan 2018, Ajang Promosi Wisata Bandung Selatan




Festival Situ Sipatahunan Baleendah 2018

Pihak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung rupanya mulai menangkap peluang dari wisata event. Salah satunya dengan digelarnya Festival Situ Sipatahunan 2018. Festival ini diselenggarakan di danau yang terletak di kawasan Baleendah. Situ Sipatahunan sendiri adalah danau buatan peninggalan Belanda yang kurang terekspos.

Pembangunan situ ini bertujuan untuk pengairan sebagian lahan persawahan yang ada di Kecamatan Baleendah. Sumber air situ berasal dari dua sungai, yakni hulu Sungai Cigajah dan Cipancur. Selain berfungsi untuk pengairan sawah, di situ ini juga terdapat laboratorium alam pertanian yang digunakan untuk praktik sekolah pertanian dan Universitas Bandung Selatan yang sekarang berubah nama menjadi Universitas Bale Bandung. Oleh penduduk setempat, situ ini biasa jadi tempat wisata murah meriah juga jadi tempat memancing.

Sayangnya, potensi wisata alam di kawasan Bandung Selatan ini kurang tergarap secara optimal. Memang selama ini, Situ Sipatahunan belum dikelola dengan baik karena belum ada badan pengelola resmi. Sehingga hanya dimanfaatkan sebagai fungsi pengairan biasa dan kadang digunakan sebagai tempat wisata oleh masyarakat setempat.

Padahal bila melihat posisinya, Situ Sipatahunan mudah diakses dimana tak jauh dari keluar tol Buah Batu, belok kanan ke Jln. Raya Bojongsoang terus ke kawasan Baleendah. Selain itu, kehadiran situ ini pun kurang terekspos ke luar. Namun yang paling penting untuk lebih menarik wisatawan diperlukan pembenahan agara situ ini lebih nyaman dengan fasilitas di lokasi dan penunjuk jalan menuju tempat wisata ini.

Promosi wisata Bandung Selatan
Inilah yang kemudian dilakukan oleh pihak Pemkab Bandung untuk lebih menjual potensi wisata Situ Sipatahunan. Dalam bagian rangkaian kegiatan Hari Jadi ke-377 Kabupaten Bandung, Festival Situ Sipatahunan jilid II ini dikemas dalam bentuk pesta rakyat di Situ Sipatahunan, Kelurahan Baleendah, Kecamatan Baleendah, Kabupaten Bandung pada Rabu (25/4/2018).

Ada ragam pertunjukan seni budaya yang disajikan dalam hajat rakyat ini, di antaranya karinding, calung, reog, kuda renggong, dodombaan, tradisi mapag menak, lengser, ambu pare, kaulinan urang lembur serta benjang leutak dan silat leutak. Juga digelar pertunjukan kesenian tradisional, lomba domba hias, kaulinan barudak lembur, jajanan tradisional, serta lomba fotografi dan instagram.

Salah satu pertunjukan unik yakni silat di atas lumpur dengan kurang lebih diikuti oleh 250 pesilat dari PPSI (Persatuan Pencak Silat Indonesia). Acara festival rakyat ini diawali arak-arakan warga setempat dengan dodombaan, jampana yang berisi hasil pertanian dan peyernakan, serta wayang karena Baleendah merupakan pusat wayang dunia di kawasan Jelekong (Padepokan Giriharja).

Ke depan Disparbud berencana menjadikan Festival Lumpus Situ Sipatahunan ini sebagai agenda rutin. Serta menjadikan Situs Sipatahunan sebagai salah satu destinasi wisata di Kabupaten Bandung. Nantinya, selain kegiatan festival ini, juga akan diselenggarakan Festival Kamojang, Festival Curug Cinulang, Festival Kerajaan Kendan di Nagreg, Festival Gambung dan Festival Cimenyan. (Sumber foto: Humas Pemkab Bandung)