Review

Menpar Buka Kompetisi Pariwisata Indonesia ke-9 di Polban




Kompetisi Pariwisata Indonesia 9 Polban Bandung

Menteri Pariwisata Arief Yahya membuka Kompetisi Pariwisata Indonesia ke-9 yang diadakan oleh Politeknik Negeri Bandung (Polban) bekerjasama dengan Telkom University dan STIEPAR Yapari. Pembukaan digelar pada Kamis, 3 Mei 2018. Acara yang berlangsung sampai 4 Mei 2018 ini berlangsung di Pendopo Polban Jln. Gegerkalong Hilir, Ciwaruga, Bandung. Kegiatan ini dihadiri oleh mahasiswa pariwisata dari berbagai daerah.

Tujuan diadakan kegiatan Kompetisi Pariwisata Indonesia ini adalah sebagai sarana pengembangan potensi dan meningkatkan kompetensi mahasiswa pariwisata Indonesia, dan turut serta dalam program Kementerian Pariwisata untuk mengembangkan pariwisata digital. Kompetisi ini merupakan salah satu kompetisi pariwisata terbesar yang diikuti 750 mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia.

Kompetisi Pariwisata Indonesia (KPI) adalah salah satu kompetisi pariwisata terbesar yang diselenggarakan oleh mahasiswa D3 Usaha Perjalanan Wisata Politeknik Negeri Bandung. KPI merupakan sarana aktualisasi dan implementasi diri dalam bidang pariwisata. Selain itu, KPI juga merupakan event bergengsi untuk memperebutkan piala bergilir dari Kementerian Pariwisata.

Pada tahun sebelumnya acara KPI digelar selama tiga hari tetapi tahun ini hanya berlangsung dua hari. KPI terselenggara berkat dukungan Kementerian Pariwisata, Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata (Asita), serta Asosiasi Perusahaan Penyelenggara Pameran dan Konvensi Indonesia (ASPERAPI) Jabar. Dukungan lain datang dari Himpunan Penerjemah Indonesia (HPI) Jabar, Dinas Kebudayaan & Pariwisata, Kota Bandung, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Jabar, serta Himpunan Mahasiswa Pariwisata Indonesia (HMPI).

KPI 9 kali ini mengusung tema "Digital Tourism for Sustainable Development”, kompetisi bervisi pengembangan pariwisata melalui digital yang akan berperan dalam pembangunan sektor pariwisata yang berkelanjutan.

Kompetisi terbagi menjadi dua, umum dan khusus. Untuk kompetisi umum terdiri dari tourism advertising video, kontes musik, festival kostum tradisional, tari tradisional, video blog, dan musikalisasi puisi. Kompetisi khusus terdiri dari 17 kompetisi, di antaranya adalah lomba memasak, bisnis event proposal, e-poster, dan fotografi.