Review

Awal Februari 2018 Bunga Bangkai di Tahura Djuanda Mekar




Ini nih info update perkembangan pertumbuhan Bunga Bangkai Amorphophallus titanum di Tahura Djuanda. Jarang-jarang loh bisa liat bunga bangkai mekar sempurna, apalagi kalo menyaksikan secara langsung pasti lebih yoi bro/sis. Bunga Bangkai "Amorphophallus titanum" terakhir mekar Agustus 2010, bunga bangkai di Tahura Djuanda ini hasil Eksplorasi dari Cagar Alam Taba Pananjung tahun 2006. Sebelum ditanam dan menjadi koleksi Tahura Djuanda, bunga bangkai ini di Aklimatisasi terlebih dahulu di Kebun Raya Cibodas dan di rumah Aklimatisasi Tahura Djuanda.
so, jangan sampe ketinggalan perkembangan pertumbuhan bunga bangkai ini good people!!! langsung aja go to Tahura Djuanda.

Itulah postingan di akun Facebook Tahura Djuanda pada Selasa (30/1/2018). Momen langka ini bisa pengunjung saksikan pada awal Februari 2018. Pada akhir Januari 2018, terlihat bunga bangkai tersebut masih kuncup dan menunggu mekar sempurna sekitar semingguan mendatang.

Bunga Bangkai Raksasa tersebut memang sengaja ditanam oleh pihak pengelola Tahura. Bunga Bangkai tersebut merupakan salah satu jenis umbi. Pada tahun 2006, pengelola Tahura membawa biji umbi sebanyak empat buah dari Bengkulu. Pada Januari 2007, pihak pengelola menanam biji umbi atau Bunga Bangkai Raksasa tersebut dibeberapa titik berbeda di kawasan Tahura.

Dua di antaranya mereka sudah pernah mekar pada Januari Tahun 2010 dan Desember 2012. Bunga Bangkai Raksasa tersebut mengalami dua fase dalam hidupnya yang berlangsung secara bergantian dan terus menerus, yakni fase vegetatif dan vase generatif. Pada fase vegetatif diatas umbi bunga bangkai tersebut tumbuh batang tunggal dan daun yang mirip daun pepaya.

Hingga kemudian batang dan daun menjadi layu menyisakan umbi batang di dalam tanah. Fase selanjutnya, generatif yakni munculnya bunga majemuk yang menggantikan batang dan daun yang layu tadi.

Baca juga:
Info Harga Tiket Masuk dan Fasilitas di Tahura Djuanda, Dago

Pihak Tahura Djuanda membuat pagar besi disekitaran Bunga Bangkai tersebut. Sedangkan kalau bunga bangkai tersebut mekar potensi bau bangkai nantinya lebih menyengat dan warna bunga merah marun. Bunga Bangkai Raksasa tersebut tak akan lama mekar di Tahura. Sebab, seperti Bunga Bangkai lainnya, bunga tersebut hanya mekar dalam beberapa saat yakni paling seminggu. Nanti kalau misalkan wilayahnya cocok dia akan tumbuh lagi dalam waktu lama, tapi melalui dua fase lagi.

Beda dengan Bunga Rafflesia Arnoldi
Bunga Bangkai Raksasa yang dimiliki Tahura sendiri berbeda dengan Bunga Rafflesia Arnoldi. Bunga Bangkai Raksasa tersebut termasuk kedalam spesies titanium. Bungai bangkai berbeda dengan Raflesia. Secara fisik bunga bangkai memiliki daun dan batang yang tumbuh menjulang tinggi sedangkan bungai Rafflesia hidup sebagai parasit pada inang tertentu tanpa batang dan daun dan bunganya merebah di tanah.

Selain itu, Bunga Bangkai dan Rafflesia juga memiliki perbedaan spesies dan tingkatan kelas. Bunga Bangkai Raksasa sendiri, merupakan tumbuhan khas dataran rendah yang tumbuh di daerah beriklim tropis dan subtropis mulai dari kawasan Afrika Barat hingga ke kepulauan Pasifik termasuk di Indonesia.

Adapun secara taksonomi, Bunga Bangkai dan Rafflesia merupakan spesies yang berbeda mulai di tingkat kelas. Bunga Bangkai merupakan anggota kelas Liliopsida, sedangkan Bunga Rafflesia merupakan anggota kelas Magnoliopsida.





share to whatsapp