Review

Preanger Fest Digelar 13-14 Oktober 2018 di Lapangan PPI Bandung



Preanger Fest Oktober 2018

Dari zaman Presiden Soekarno, Soeharto, hingga zaman Jokowi sekarang, para musisi bertalente dari Kota Bandung terus lahir. Tak heran bila Bandung dikenal sebagai "Kota Musik". Tradisi dan kesejarahan dalam bidang musik memang sudah jadi bagian masyarakat Bandung. Aneka pertunjukan musik dari berbasis komunitas (indie) sampai yang industri pun terus bergeliat di Bandung.

Kontribusi musisi Bandung dalam peta industri musik Indonesia, berlanjut dari generasi ke generasi. Mulai dari Bimbo hingga Burgerkill, mulai dari Harry Roesli hingga Mocca. Semuanya umumnya berkarya dalam semangat indie. Mereka berani untuk menantang arus umum dengan memberikan musik yang lebih segar dan kemudian diikuti oleh banyak orang.

Jika membahas musik dan Bandung tentunya tidak terlepas dari pergerakannya yang pernah terjadi di tahun 90-an di GOR Saparua dimana telah melahirkan band-band sukses asal Bandung. PAS Band, Burgerkill, Pure Saturday, The Milo, Koil, Puppen (RIP) adalah sebagian kecil dari band-band yang pernah merasakan atmosfer kejayaan masa itu. Hal ini juga menjadi tolak ukur sejarah musik di Bandung bahkan secara nasional.

Gegap gempita warna pergerakan musik Bandung telah menjadi spirit yang membangun bagi para penikmatnya. Di era 2000an lahirlah Mocca, The SIGIT, HMGNC, Polyester Embassy, dan Rocket Rockers yang menjadi pionir di masa itu.

Sebagian besar nama tersebut akan digiring kembali di perayaan festival musik bertajuk Preanger Fest pada tanggal 13-14 Oktober di Lapangan PPI Bandung yang akan menampilkan lebih dari 40 musisi Parahyangan yang akan berbagi di 3 stage. Tidak hanya itu, Preanger Fest juga ingin menularkan semangat ini kepada kota lain di tanah Parahyangan dengan memberikan kesempatan kepada musisi di kota tersebut untuk bisa tampil di panggung bergairah ini.

“Preanger Fest hadir untuk mengingatkan bahwa band-band Bandung pernah dan masih berjaya. Bermula dari sebuah kerinduan akan atmosfer pada era 90-an yang solid dan inspiratif, maka acara ini dibuat,” ujar Indradjid Sofwan perwakilan Havas Indonesia selaku penyelenggara. “Dengan membawa semangat “Lokal Kudu Vokal” diharapkan generasi sekarang bisa merasakan semangat kebanggaan lokal dan dampak positif untuk mengingatkan kepada orang banyak bahwa Bandung adalah kota yang melahirkan segudang musisi berbakat dan memicu untuk selalu berkarya,” tambahnya.

Preanger Fest membawa semangat seperti yang terlihat di Saparua di masa lalu dan digabungkan dengan spirit atmosfer “ Lokal Kudu Vokal “ yang cocok dengan generasi masa sekarang. Puluhan band akan datang dari berbagai generasi akan memuaskan scene musik Jawa Barat dari berbagai genre. Rock, metal, punk, pop, folk, electronic semua melebur dalam dua hari. Semuanya dipilih karena mempunyai sejarah dalam pergerakan komunitas musik di Bandung, mereka memberikan kebanggaan bagi Bandung.

Untuk informasi lebih lanjut, silakan lihat di akun IG @preangerfest.