Review

Wisata Nostalgia Bangunan Bersejarah di Kota Cimahi



Wisata bangunan militer bersejarah di CImahi

Bila merunut pada sejarah, berdirinya kawasan militer di Cimahi ini tak lepas dari zaman pemerintahan Jenderal Herman Willem Daendels (1808 - 1811) yang mulai menyadari bahwa pertahanan militer di Jawa kerap menjadi masalah tersendiri bagi penguasa Belanda waktu itu.

Antara tahun 1874 - 1893, Belanda membangun  jalur kereta api Bandung-Cianjur dan bersamaan dengan itu Stasiun Cimahi pun ikut berdiri. Stasiun ini masih ada di sana. Selain  membangun jalan kereta api itu, pada 1886, pusat pendidikan militer bersama fasilitas lain seperti rumah sakit, rumah tahanan militer juga disiapkan. Lalu ada Rumah Sakit Dustira, dari tahun 1887, kini masih berdiri gagah, demikian pula rumah tahanan militer Poncol yang di dinding bagian atas pintu masuk tertulis angka 1886.

Pada 1896, Cimahi dijadikan pilihan sebagai pusat militer Belanda. Alasannya, berdasarkan geografis, Cimahi dekat dengan jalur kereta api maupun jalan raya. Cimahi berdekatan dengan akses jalan raya dan rel yang ada di Bandung, Cikampek, Padalarang, dan arah Cianjur serta Bogor. Cimahi juga dekat dengan pangkalan militer udara di Andir, Bandung. 

Kisah lainnya ada Genie Officier Kapitein Fisher dan bawahannya, bernama Luitenant Slors membangun perumahan perwira yang terdiri atas delapan bangunan (biasa disebut "gedung delapan"). Lantas, pelaksana pembangunan ini membangun Markas Militer Cimahi, barak/tangsi. serta bangunan lainnya. Peresmian gedung-gedung pendukung pusat militer ini diresmikan pada September 1896.

Wisata heritage dan militer Kota Cimahi
Sebagai kota yang tak bisa dilepaskan dari sejarah, di Kota Cimahi akan segera diwujudkan konsep wisata heritage dan militer mulai Desember 2018. Bagi Anda yang hobi wisata sejarah, kunjungan ke Kota Cimahi jangan sampai dilewatkan. Terutama bagi Anda yang hobi memotret objek-objek bangunan heritgae peninggalan masa lampau tentunya Cimahi bisa jadi pilihan.

Untuk mendukung program tersebut, Pada Senin (24/09/2018), Pemkot Cimahi mengadakan pelatihan pemandu Wisata Heritage Cimahi di Gedung B Kompleks Perkantoran Pemkot Cimahi Jalan Raden Demang Hardjakusumah Kota Cimahi.Sebanyak 45 peserta akan diseleksi untuk memandu destinasi wisata.

Para peserta yang sebagian besar Mojang Jajaka Kota Cimahi tersebut, hasil dari seleksi yang nantinya akan dibagi tugas dan disebar ke setiap tempat wisata militer yang ada di Kota Cimahi. Rencananya pada 15 Desember 2018, bersamaan dengan Hari Juang Kartika TNI AD, Pemkot Cimahi akan melakukan launching paket Wisata Heritage dan Militer Kota Cimahi tersebut. Adapun titik lokasi wisata yang ditawarkan mulai dari Pusdik Armed, Rumah Sakit Dustira, Stasiun KA, Pemasyarakatan Militer, Kerkoff pemakaman Belanda, hingga Kampung Adat Cireundeu.

Untuk Kampung Adat Cireundeu akan disiapkan foto-foto sejarah Kota Cimahi, outbond, pelatihan belanegara dan kuliner khas Cireundeu. Untuk pengembangan wisata di tempat militer,  akan dibuat teater terbuka dan menyiapkan alutsista yang dimiliki TNI agar dapat dilihat masyarakat melalui museum militer.

Untuk mendukung aksesibilitas wisatawan, akan disiapkan kendaraan khusus seperti Bandung Tour On The Bus (Bandros) milik Kota Bandung dengan kemasan khas Kota Cimahi. Namun untuk sementar bakal disediakan mobil TNI yang di Kota Cimahi, seperti mobil truk kreo atau mobil antik milik militer.