Review

Kampung Sabilulungan, Destinasi Wisata Edukasi Dekat Keluar Tol Soroja



Kampung Sabilulungan Soreang

Dibukanya ruas tol Soreang - Pasirkoja (Soroja) memberi manfaat baru bagi wisatawan, terutama yang berasal dari luar kota. Utamanya, bila ingin wisata ke kawasan Ciwidey, ruas tol baru ini makin memudahkan akses. Saat keluar tol Soroja, area pertama yang ada di kawasan ini adalah Kompleks Pemerintah Kabupaten Bandung.

Di sini pula ada kawasan Kampung Sabilulungan yang bisa wisatawan kunjungi saat keluar tol. Makna sabilulungan senidiri dalam bahasa Sunda artinya 'sikap gotong royong' atau 'kebersamaan'. Makna lainnya seiya sekata, selangkah, sepengertian, sepaham, saling membantu, saling mendukung, saling menyayangi, rasa persaudaraan yang erat dan kebersamaan.

Area wisata edukasi ini bisa jadi alternatif saat keluar atau masuk tol. Atau bisa jadi tempat untuk bersantai sejenak sebelum melanjutkan perjalanan ke Ciwidey atau pulangnya sebalum masuk jalur tol. Di Kampung Sabilulungan, wisatawan bisa menikmati area publik di taman, sholat di Masjid Al Fathu, atau masuk ke gedung-gedung wisata yang ada di area ini.

Berikut ini fasilitas yang ada di Kampung Sabilulungan yang dilansir dari kampungsabilulungan.com.

Gedung-gedung wisata edukasi di Kampung Sabilulungan
1. Gedung Science Center
Bagi keluarga wisatawan yang bawa anak-anak, bisa mengunjungi Gedung Science Center atau Puseur Elmu Sabilulungan. Gedung dengan cat warna orange, kuning dan putih dengan mural se-ekor Surili ini terdiri dari tiga lantai yang memiliki tiga fungsi berbeda disetiap lantainya. Ketiga wilayah tersebut diantaranya : Area budaya dilantai dasar, area ilmu pengetahuan dilantai kedua dan area bioskop 4D di lantai paling atas.

Dilantai dasar disebut Area Budaya karena terdapat instalasi ensiklopedia kebudayaan Sunda. Lalu di lantai dua adalah Area Ilmu Pengetahuan. Di lantai ini terdapat perpusakaan digital, laboratorium komputer, ruang pengenalan ilmu fisika, ilmu agama dan pengetahuan umum lainnya. Sementara di lanati tigas terdapat bioskop 4D yang menyajikan pertunjukan audio, visual dan gerak hingga pengunjung mendapat sensasi menonton yang seru dan lebih nyata.  Harga tiket dari Bioskop 4 Dimensi di sini adalah Rp15.000.

2. Gedong Budaya Sabilulungan.
Gedung ini dibangun pada 2010 dan diresmikan 20 Mei 2014. Lokasinya berada di  Jalan Al Fathu-Soreang. Tak jauh dari Kantor Pemkab Bandung. Selain dibangun panggung  pentas seni, di dalam gedung tersedia deretan ruangan untuk cenderamata. Saat masuk ke sana pengunjung disambut patung harimau dan burung berukuran besar.

Tempat pertunjukan ini memiliki  kapasitas untuk 800 orang. Gedung ini memiliki tribun atas dan bawah. Sering digunakan untuk pertunjukan seni dan kegiatan lainnya. Ketika PON XIX di Jawa Barat, gedung ini dipakai untuk menjadi tuan rumah cabang olahraga binaraga.

Fungsi dari Gedung budaya sabilulungan adalah:
- Tempat pertunjukan musik
- Tempat pertunjukan teater
- Tempat pelatihan kesenian
- Acara acara kepentingan pemerintah daerah dan masyarakat lainnya.

3. Dome Bale Rame
Gedung ini memiliki kapasitas penampungan yang lebih besar hingga dapat menampung sampai  lima ribu orang. Gedung Bale Rame memiliki bangunan unik tanpa dinding untuk memperlihatkan pemandangan persawahan yang masih dirawat disekitar gedung dan atapnya dibuat berundak undak. Menggunakan kontruksi dari besi yang dirancang sedemikian rupa. Gedung Bale Rame atau Doom ini sering digunakan untuk arena berlatih, olahraga, pameran, pertunjukan serta kegiatan masyarakat lainnya.

Di area Kampung Sabilulungan akan dibangun fasilitas-faslitas lain, di antaranya:
a. Pusat Informasi Pariwisata (PIP)
Merupakan sarana yang dibuat oleh Disparbud kabupaten Bandung untuk memberikan peningkatan pelayanan dan informasi bagi wisatawan. PIP memiliki luas tanah 2200 m² dengan luas bangunan 720 m² yang terdiri dari dua lantai. Lantai pertama sebagai pusat informasi yang akan melayani segala pertanyaan wisatawan terkait lokasi wisata yang ada di Kabupaten Bandung.

b. 3D Art Gallery
3D art galeri ini terinspirasi dari DMZ studio Bali. Tidak seperti 3D art di tempat lain yang menyajikan konten imajinasi, Kampung Sabilulungan akan menghadirkan hal berbeda dengan konsep kehidupan dimasa lalu masyarakat Sunda seperti lukisan situasi mencari ikan dengan bubu, bermain silat, membuat bilik, pengenalan Leuit, venue yang menerangkan bangunan-bangunan tradisional Jawa Barat dan lain sebagainya. Jadi meski wahana 3D art, namun tetap memberi edukasi dan wawasan pada pengunjung. 3D Art Galery ini memiliki kurang lebih 20 site 3D art yang berlokasi di lantai 2 gedong Budaya Sabilulungan.

c. Kaulinan Urang Lembur
Ini merupakan area permainan tradisional anak-anak khas Sunda yang menjadi pilot project dengan tujuan edukasi anak-anak zaman now dan memberi pemahaman bahwa permainan zaman dahulu memiliki banyak nilai positif yang syarat akan sportifitas, ketangkasan, mengasah strategi, dan menyehatkan.

Memiliki luas 3000 m dengan beberapa venue kaulinan seperti Dam-daman, Egrang serta ada pula spot permainan kolosal seperti Gatrik, Sorodot Gaplok, Gobak Sodor, Rerebonan, Boyboyan dan banyak lagi termasuk venue permainan gebuk bantal.

d. Foodcourt
Food court dipersiapkan sebagai fasilitas pendukung amenitas kawasan wisata Kampung Sabilulungan sekaligus dapat menjadi ruang berkumpul dan makan masyarakat di Soreang. Food court ini akan dilengkapi lima booth food court, yang dapat diisi oleh dua tenan disetiap booth. Dibangun dengan tetap mempertahankan arsitektural tradisional dibalut nuansa kekinian. Warna dan landscape area dilengkapi vegetasi yang menarik dengan mini stage untuk pertunjukan musik yang dapat menghibur semua pengunjung.

e. Skatepark
Bentuk dari skate park akan menyesuaikan dengan sky walk yang juga akan dibangun di area ini.  Pembuatan skate park ini merupakan fasilitas yang dapat mewadahi animo anak muda khususnya di kabupaten Bandung yang memiliki hobi skateboard, parkour, BMX dan olahraga pemacu adrenalin lainnya.

f. Soreang Convention Center (SCC)
Rencananya akan dibangun di area seluas 4 hektaer, berkapasitas 4000 orang dan akses tol yang dekat dan mudah. Berbeda dengan gedong budaya yang semi outdoor, SCC ini dapat digunakan dalam berbagai cuaca dan berbeda pula dengan Gedong Budaya Sabilulungan yang hanya memiliki 800 kursi VIP, SCC dapat memuat lebih banyak kursi sesuai dengan kebutuhan. SCC masih dalam proses pembebasan lahan dan diproyeksikan untuk dapat mulai pembangunan dalam tahun 2020.





share to whatsapp