Review

Inilah Menu Takjil di Bulan Ramadan Favorit Urang Bandung

share to whatsapp



Menu tajil puasa Khas Bandung

Saat bulan Ramadan adalah waktunya aneka menu kuliner jadi primadona. Ya, masyarakat muslim khususnya di Bandung biasa menjelang buka puasa di sore hari mencari santapan pembuka. Masyarakat biasanya mencari makanan yang biasa disebut "menu takjil". Walaupaun takjil sendiri sebenarnya adalah kegiatan mempercepat berbuka puasa saat adzan berkumandang. Adapun makanannya sendiri lebih tepatnya adalah iftar.

Mencari makanan buat berbuka puasa ini bisa lebih mudah dicari saat sore hari menjelang magrib. Tak sedikit penjual musiman pun akan bertebaran dimana-mana bak cendawan di musim hujan. Para penjual makanan pembuka tersebut bisa mudah ditemui di pinggir jalan; area pusat perbelanjaan; dekat masjid; area publik seperti taman; hingga jalan kompleks perumahan. Dan biasanya makanan atau minuman takjil dibeli saat ngabuburit.

Makanan iftar pun biasa disuguhkan para pelaku usaha kuliner atau hotel tempat diadakannya kegiatan buka puasa bersama. Namun tentunya para kaum ibu tak sedikit yang menyiapkan makanan buka puasa tersebut dengan memasaknya sendiri di rumah masing-masing. Menu ta'jil rasa manis biasa jadi pilihan utama untuk mengisi kembali kadar gula tubuh.

Berikut ini beberapa menu buka puasa yang khas dari Bandung.

1. Kolak
Ini sih biasanya jadi makanan ikonik saat Ramadan dan favorit bukan hanya di Bandung. Kolak atau kolek adalah makanan asal Indonesia berbahan dasar pisang atau ubi jalar yang direbus dengan santan dan gula aren. Namun, kolak pun biasa dicampur dengan candil. Candil atau biji salak makanan yang terbuat dari ketan, gula merah dan santan.

2. Cendol
Minuman khas Sunda yang terbuat dari tepung hunkwe atau dari tepung beras, disajikan dengan es parut serta gula merah cair dan santan. Rasa minuman ini manis dan gurih. Pas banget dijadikan sebagai minuman berbuka puasa apalagi dicampur potongan buah nangka.

Di Bandung sendiri, penjual cendol saat Ramadan bertebaran dimana-mana. Namun, salah satu yang jadi idola adalah cendol Elizabet yang pusatnya di Jln. Inhoftank namun tempat mangkal paling populer di kawasan Tegallega.

Selain cendol juga ada cincau. Cincau sendiri merupakan kuliner akulturasi dari Cina (xiancao atau sienchau) dalam bahasa asalnya sendiri Cincau adalah nama tumbuhan Mesona. Cincau ini juga memiliki berbagai khasiat yang bermanfaat bagi tubuh.

3. Kurupuk ojay
Kurupuk ojay yang artinya kerupuk berenang (ojay = renang) adalah cemilan khas Sunda tempo dulu. Kurupuk ojay disantap dengan cara kerupuk mie dicelupkan dulu ke dalam kuah oncom pedas. Biasanya, jajanan ini ramai dicari saat bulan Ramadan.

4. Gorengan
Duh, walaupun dari dunia medis kurang disarankan sebagai makanan pembuka saat puasa, namun masyarakat sangat menyukai makanan ini. Tak lengkap rasanya buka puasa tanpa "pemanasan" dengan makan bala-bala, gehu, tempe goreng, pisang goreng, cireng, dan gorengan lainnya. Apalagi makan bala-bala atau gehu hangat dengan cabe rawit.

5. Goyobod
Makanan yang konon dari Garut ini biasa jadi primadona. Salah satu tempat dagang goyobod yang terkenal di Bandung ada di Jln. Kliningan, Buah Batu. Es goyobod adalah minuman dingin yang berbasis pada santan yang mirip dengan es campur. Minuman ini terbuat dari es serut, santan, gula cair, dan sari pati kacang hijau yang dibekukan yang dikenal sebagai hunkwe. Bahan lainnya termasuk alpukat, roti, dan kelapa yang diparut.

6. Es sanghai 
Siapa sih orang Bandung yang gak tau sama es shanghai yang ada di daerah Dago? Hari biasa saja sudah ramai, apalagi saat Ramadan dijamin laris manis. Bahan minuman ini biasanya berisi campuran susu, agar-agar, kolang-kaling, es serut, alpukat dan buah-buahan lain, sirop merah, dan lainnya.

7. Bubur pacar cina
Olahan makana ini enyerupai jeli, lembut dan kenyal serta warna warni yang cerah menarik untuk disajikan. Makanan yang satu ini namanya bubur pacar cina, istilah pacar atau kekasih dalam bahasa Sunda, konon karena jelinya yang berwarna menarik yang didominasi merah muda atau pink, merangsang orang untuk mengantre membeli layaknya orang mau pacaran.

8. Awug
Awug berbahan dasar tepung beras dengan campuran kelapa, aroma daun pandan, dan gula merah. Bahan-bahan itu mirip dengan bahan untuk membuat kue putu. Namun, jika kue putu dikukus dalam silinder bambu kecil, awug dikukus dalam wadah lancip, sehingga nantinya menghasilkan bentuk seperti nasi tumpeng. Salah satu lokasi penjual awug terkenal di daerah Cicadas, Jln. Ahmad Yani.

9. Kelepon
Kue kelepon merupakan salah satu kue tradisional atau jajanan pasar yang terbuat dari tepung beras ketan yang dibentuk seperti bola-bola kecil lalu diisi dengan parutan gula merah atau gula jawa sisir dan diberi taburan kelapa parut. Kue basah ini memiliki tekstur yang lembut dan kenyal di mulut. Beberapa makanan khas jajanan pasar lainnya yang biasa jadi primadona disantap saat buka puasa ada: onde-onde, burayot, dadar gulung, ali agrem, katimus, bugis, ciu (aci jeung cau), dll.




share to whatsapp