Review

Suasana Ramadhan di Bandung Tempo Dulu

share to whatsapp



Ramadhan di Bandung Tempo Dulu

"Kuncen Bandung" Haryoto Kunto (alm.) mendokumentasikan kisah-kisah unik suasana bulan Ramadhan di Bandung dalam salah satu karya bukunya Ramadhan di Priangan (Tempo Doeloe). Di buku terbitan PT Granesia ini, Sang Kuncen mengisahkan bagaimana suasana Ramadhan di Bandung. Berikut ini beberapa di antaranya:

1. Alun-Alun dan Masjid Agung Bandung Tempo Dulu
Tempo dulu di Alun-Alun Bandung ada Feestterrein (Taman Hiburan Terbuka) yang lahannya pernah ditempat Palaguna Nusantara (sekarang rata lagi dengan tanah). Penduduk menyebutnya "pistren" di sana sebagai tempat aneka hiburan, dari film, ronggeng, ketuk tilu, sampai boksen. Untuk buka puasa jaman harita, biasa di Sate Madrawi, Wangsa, Indische Restaurant, dan tempat kuliner di Balonggede.

Dulu, zaman kolonial, suara kohkol (kentungan) di Masjid Agung Bandung yang menandakan waktu menjelang subuh, terdengar sampai ke Dago, Jln. Siliwangi, Jln. Wastukencana, dan kawasan lain di Bandung utara.

2. Munggahan dan Botram
Tradisi ini biasa dilaksanakan warga Bandung. Menjelang puasa, warga Bandung nyekar ke pemakaman-pemakaman. Selain berziarah, mereka pun membersihkan makam. Sementara untuk botram alias tradisi makan bersama, urang Bandung dari dulu dikenal memang doyan makan. Biasanya, dalam menyambut bulan puasa para keluarga akan jajan makanan di Pasar Baru. Setelah makan di Pasar Baru, biasanya sekalian belanja ke seputaran Alun-Alun sekarang.

3. Kolam di Bandung
Kebiasaan lain menyambut bulan puasa yaitu menguras kolam. Dulu, kolam-kolam ikan banyak di daerah Buah Batu, Cigereleng, Leuwipanjang, Ancol, Tegallega, Pasirkoja, dan kawasan Kopo. Sementara pasar ikan terletak di Cigereleng/Jln. Moh. Toha. Pepes ikan pun biasa dijadikan menu mewah saat buka puasa di hari pertama.

4. Ngabuburit Tempo Dulu
a. Main di taman dan lapangan
Ngabuburit atau menunggu waktu adzan magrib tiba, biasa dilakukan anak-anak Bandung tempo doeloe. Anak-anak biasa berenang di tepian Sungai Cikapundung seperti di kawasan Gadog, Bangbayang, Nangkasuni, Babakan Ciamis, Braga, Pangarang, Lengkong, dan lainnya.

Kegiatan ngabuburit lainnya biasa dilakukan di taman atau lapang terbuka seperti di lapangan UNI, Sidolog, Tegallega, Saparua, atau di kawasan Andir. Untuk taman ada Jubileum Park (Taman Sari, Insulinde Park (Taman Lalu Lintas), Molukken Park (Taman Maluku), dan lainnya. Kegiatan ngabuburit biasa dilakukan dengan main layangan, main bola, atau nonton lokomotof "Si Gombar".

b. Ngabuburit di Situ Aksan
Danau yang sudah lama diuruk dan jadi kawasan perumahan ini juga jadi tempat favorit ngabuburit. Lokasi danau lainnya ada di Bandung Utara seperti Situ Bunjali atau Empang Cipaganti. Di Situ Aksan selain tempat ngabuburit sambil naik perahu juga tempat nongkrong favorit urang Bandung jaman baheula.

c. Nonton bioskop
Dari dulu Bandung dikenal sebagai pusatnya bioskop. Beberapa diantaranya yang terkenal seperti bioskop Varia, Radio City, Oriental, Elita, dan lainnya.




share to whatsapp