Review

Inilah 15 Masjid untuk Wisata Religi di Bandung Raya

share to whatsapp



wisata religi masjid di Bandung

Masjid sebagai rumah ibadah umat muslim untuk melaksanakan salat lima waktu, juga jadi pusat kegiatan masyarakat. Selain itu, masjid pun biasa jadi destinasi wisata religi. Keindahan bangunan masjid dengan desain arsitektur punya ciri khas tersendiri. Tak sedikit wisatawan luar kota yang berkunjung ke Bandung ingin lebih dekat mengenal bangunan masjid dan menikmati aktivitas di dalamnya. Sementara di sisi lain, mengabadikan bangunan masjid dengan kamera pun jadi pengalaman tersendiri.

Berikut ini masjid-masjid di Bandung Raya yang bisa jadi tujuan wisata religi Anda dan keluarga.

1. Masjid Raya Bandung
Inilah ikon bangunan di kawasan Alun-Alun Bandung. Selain aktivitas beribadah, wisatawan pun bisa mencoba naik ke atas menara masjid agung ini untuk melihat pemandangan Kota Bandung dari ketinggian. Tentunya pula bersantai di halamannya yang dikenal sebagai Taman Alun-Alun, jadi favorit wisatawan. Hal lainnya yang bisa dieksplor dari masjid ini adalah kesejarahannya yang berkaitan erat dengan perkembangan Kota Bandung dari zaman kolonial Belanda. Anda bisa Googling untuk mencari artikel atau foto-foto seputar sejarah Masjid Raya Bandung.

2. Masjid Cipaganti
Bila Anda akan ke daerah Ledeng, masjid di Jln. Cipaganti ini biasa dilewati. Lokasinya di sebelah kiri dekat dengan Radio Ardan Bandung. Ini termasuk masjid yang bersejarah di Bandung. Masjid ini merupakan masjid pertama di wilayah utara Bandung yang pada masa lalu menjadi Een Western Enclave (permukiman elite bangsa Eropa) dan bangsawan pribumi.

Masjid ini dulunya dikenal dengan nama Masjid Kaum Cipaganti. Nama Charles Proper Wolff Schoemaker melekat pada masjid itu. Masjid ini termasuk masjid tua di Kota Bandung tetapi masih terlihat sangat kokoh. Peletakan batu pertama pembangunan Masjid Cipaganti dilakukan pada 7 Februari 1933 (11 Syawal 1351 Hijriah) dan diresmikan pada 27 Januari 1934. Masjid ini terletak di atas lahan seluas 2.675 meter persegi.

3. Masjid Agung Trans Studio
Lokasi masjid berlantai dua ini berada di kawasan TSB dan Trans Studio Mall (TSM). Mengusung tema arsitektur Masjid Nabawi, masjid yang diresmikan dengan nama “Masjid Agung Trans Studio Bandung” telah menyita banyak perhatian. Masjid ini bisa menampung sekitar 2.500 jemaah, terhiung dari lantai utama sampai mezanin di lantai 2.

Terdapat juga ruang ballroom di bawah yang bisa dipergunakan untuk acara seperti acara walimah urusy, rapat, dan perayaan lainnya. Bangunan Masjid Agung TSB mulai dikerjakan pada 15 Maret 2013. Pengerjaannya tuntas atau mulai difungsikan pada 26 November 2014.

4. Masjid Lautze 2
Masjid dengan gaya arsitektur Tionghoa ini di Jalan Tamblong No 27, Kota Bandung. Masjid ini dikelola oleh Yayasan Haji Karim Oei. Masjid ini adalah masjid tertua yang dibangun muslim Tionghoa yang bermukim di Kota Bandung. Masjid ini hanya memiliki ukuran 7 kali 6 meter dapat menampung 200 orang jamaah. Dengan gaya arsitektur khas budaya Tionghoa yang didominasi dengan warna merah serta hiasan lampu lampion dan ornamen khas Tiongkok. Memiliki gambar kubah layaknya masjid serta tembok yang hampir seluruhnya berwarna merah.

5. Masjid Imtizaj
Masjid Al-Imtizaj di Jalan ABC No. 8 Banceuy, Bandung ini sangat kental dengan aksen oriental. Bangunannya bergaya arsitektur Tiongkok dengan ciri khas yang sangat nyata terlihat pada atap berbentuk lengkung. Dalam arsitektur Cina, atap itu disebut atap pelana sejajar gavel. Masjid Al-Imtizaj diresmikan dan dibuka untuk umum pada 6 Agustus 2010.

6. Masjid Pusdai
Masjid Pusat Dakwah Islam atau bisa disingkat dengan Pusdai berada di Jln. Diponegoro No. 63, Bandung. Masjid Pusdai dibangun dan selesai pada tahun 1998. Fasilitas yang ada di masjid ini: Ruang Seminar Kecil (Ruang Cendekia D) dengan kapasitas 40 orang, Ruang Semiar Besar (Ruang Cendekia C) dengan kapasitas 100 orang, Gedung Serba Guna (Gedung Bale Asri) dengan kapasitas mencapai 2.000 orang yang biasanya digunakan untuk pameran, seminar, resepsi, pertemuan dan lain sebagainya. Lalu ada juga Ruang Perkantoran, Ruang Pameran Mushaf Sundawi, Perpustakaan, Lembaga Bahasa, Kantin, Tempat Wudhu, Wartel, Kafe, Area Parkir, Ruang Lumbung Zakat, Ruang Galeri, dan juga Ruang Multimedia.

7. Masjid Al-Ukhuwah
Masjid di Jalan Wastukencana, No 27 ini berada di seberang barat Balai Kota Bandung. Masjid ini berada di bekas bangunan Loge Sint Jan, yang kemudian popular dengan "rumah setan" itu. Loge Sint Jan sendiri adalah sebuah gedung yang dibangun pada 1896 yang digunakan untuk berkumpul orang-orang yang memiiki ideologi Freemason, sebuah gerakan kebebasan berpikir dan antidogma.

Pada tahun 1960 an, bangunan itu dibongkar rata dengan tanah. di tempat tersebut kembali dibangun sebuah gedung yang kemudian dinamakan dengan gedung Graha Pancasila. Lalu, proses pembangunan masjid Ukhuwwah berlangsung selama dua tahun, yakni dari 1996-1998 dengan anggaran dari Pemkot dan Pemprov.

8. Masjid Al-Irsyad - Kota Baru Parahyangan
Lokasinya di perumahan elite Kota Baru Parahyangan, Padalarang, Kabupaten Bandung Barat.  Masjid ini berbentuk kubus besar dengan banyak lubang di keempat sisinya. Penampilannya terlihat unik dan sederhana, tetapi futuristik. Bila diamati, pola lubang di dindingnya, akan tampak terbaca lafaz Arab bertuliskan Laailaha Ilallah Muhammadur Rasulullah.

Pembangunannya dimulai sejak 7 September 2009, lalu selesai dikerjakan dan diresmikan setahun kemudian, yaitu 27 Agustus 2010. Masjid yang berdiri di lahan seluas sekitar 8.000 meter persegi dan luas bangunan 970 meter persegi ini memiliki kapasitas untuk menampung hingga 1.500 jemaah.

9. Masjid Al-Multazam
Masjid yang berlokasi di salah satu perumahan di Jln. Ciganitri, Desa Lengkong, Bojongsoang, Kab. Bandung ini merupakan hasil karya rancangan Ridwan Kamil. Masjid Al Multazam memiliki luas 5.000 meter persegi dengan luas bangunan 24 x 24 m2. Tak hanya masjid, di area ini juga dibangun gedung dua lantai untuk PAUD dan DKM.

Masjid dengan bentuk persegi panjang ini diresmikan pada Senin, 17 Juli 2017 oleh Bupati H Dadang A Nasser dan disaksikan langsung oleh berbagai tokoh termasuk Ridwan Kamil yang juga menjabat sebagai Wali Kota Bandung.

10. Masjid Al-Fathu - Soreang
Bila Anda keluar tol Soroja di Soreang, bangunan masjid ini akan langsung terlihat. Lokasinya di area kompleks Pemkab Bandung, tepatnya di seberang Taman Soreang/Gedong Sabilulungan, Bale Rame, dan Gedung Science Center. 1985 adalah titik awal pembangunan masjid ini. Pada 25 Agustus 1995 Masjid Agung Al-Fathu Kabupaten Bandung diresmikan oleh Gubernur Jawa Barat yang tengah menjabat waktu itu adalah R. Nuryana.

11. Masjid Salman ITB
Asal-usul nama Salman berasal dari Presiden RI sekaligus alumni ITB yakni Presiden Soekarno. Akhirnya pada Mei 1972, untuk pertama kalinya Masjid Salman ITB digunakan untuk melakukan kegiatan sholat Jumat berjamaah. Hal paling mencolok yang membedakan masjid Salman ITB dengan masjid pada umumnya ialah atap masjid Salman yang tidak berbentuk kubah. Selain itu, di dalam masjid berlantai potongan kayu dan tidak ada penyangga di tengah ruangannya.

12. Masjid Istiqomah
Masjid di Jln. Citarum ini berdiri di atas lahan seluas 5.200 meter persegi  dengan arsitektur tanpa kubah. Masjid yang mampu menampung sekitar 2.000 jemaah ini memiliki satu menara berbentuk tiga tiang. Tahun 1970, untuk pertama kalinya dilakukan pembangunan fondasi dengan ukuran 30x12,5 meter. Pada 1975, masjid bertingkat ini rampung pembangunannya.

13. Masjid Al-Furqon
Masjid di Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung ini, merupakan masjid kampus terbesar dan termegah yang ada di Indonesia, bahkan di Asia Tenggara. Jika dilihat sekilas, bangunan masjid menampilkan kesan minimalis modern. Kesan ini didapat dari bentuk dasar bangunan yang berupa kotak dengan kecenderungan vertikal. Kombinasi warna biru dengan peach dan aksen merah muda semakin menegaskan kesan modern tersebut.

14. Masjid Perahu Al-Baakhirah
Terletak di Jl. Bapa Ampi No.1E, RT 02/RW 06, Baros, Cimahi Tengah, Kota Cimahi, tidak membuat masjid ini sepi. Masjid ini diresmikan tahun 2016, dengan proses pembangunan sekitar 8 bulan. Uniknya masjid ini berbentuk sebuah kapal laut, dari luar jelas sekali bahwa bangunan masjid ini seperti kapal laut. Dari arah depan tampak jelas sebuah cerobong serta jangkar yang diikat dengan tali besar.

15. Masjid Al-Jabbar
Di kawasan Gedebage selain terdapat Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) dan perumahan elite Summarecon, di sini pun tengah dilaksanakan pengerjaan proyek megah yakni pembangunan Masjid Raya Provinsi Jawa Barat, bernama Masjid Al-Jabbar.

Peletakan batu pertama dilakukan pada 29 Desember 2017 oleh Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat ketika itu, Ahmad Heryawan dan Deddy Mizwar. Masjid ini dibangun di atas danau buatan, sehingga disebut juga dengan Masjid Terapung Gedebage. Dipastikan ke depannya masjid ini akan jadi destinasi wisata religi yang akan dikunjungi para pelancong dari berbagai tempat.




share to whatsapp