Review

Level Normal, Wisata Gunung Tangkuban Parahu Kembali Dibuka

share to whatsapp



Tangkuban Perahu Kembali Dibuka

Sejak Senin pagi, 21 Oktober 2019, kawasan wisata Alam Gunung Tangkuban Parahu kembali dibuka untuk wisatawan. Hal ini berdasarkan status Gunung Tangkuban Parahu yang sudah turun menjadi normal (level I). Indikatornya, dengan tidak ada aktivitas erupsi, tidak terdapat emisi abu, dan hembusan gas relatif stabil dan rendah.

Walau sudah dibuka untuk kunjungan wisata, penurunan status itu disertai dengan rekomendasi tidak ada aktivitas di bibir Kawah Ratu dan Kawah Upas. Dua kawah tersebut masih mengeluarkan unsur kimia berwujud gas yang berbahaya bila dihirup tubuh manusia

Sebelumnya Gunung Tangkuban Perahu diturunkan dari level II waspada menjadi level I normal. Kondisi terbaru, tidak terdapat desakan magma dari bawah gunung. Dari pemantauan, tidak ada kandungan gas berbahaya relatif dibawah ambang batas dan aktivitas vulkanik menurun dan stabil.

Sebagai informasi, sejak Juli 2019, Kawah Ratu Gunung Tangkuban Perahu mengalami beberapa kali erupsi pada 26 Juli, lalu pada 2 Agustus 2019. PVMBG pun menaikkan status vulkanologi dari level normal ke level waspada. Tempat wisata di Gunung Tangkuban Parahu ditutup bagi kunjungan wisatawan.

Lalu, getaran dan deformasi kembang kempisnya gunung menurun dan stabil. Tidak ditemukan data indikasi akan terjadi inflasi pengembungan. Sedangkan gas vulkanik yang keluar disekitar bibir kawah relatif di bawah ambang batas. Sejak satu bulan terakhir tidak terjadi erupsi apalagi disertai emisi abu. Hanya asap putih dengan ketinggian rata-rata 50 meter.

Diimbau, masyarakat tetap tenang dan berkoordinasi dengan PVMBG serta pos pemantauan mengenai status lanjutan dari Gunung Tangkuban Parahu. Selain itu, masyarakat yang berniat mengunjungi Tangkuban Parahu wajib mengunduh aplikasi Magma.

Aplikasi Magma berisi informasi dan rekomendasi kebencanaan geologi terintegrasi, baik gunung api, gempa bumi, tsunami, dan gerakan tanah secara realtime. Melalui aplikasi Magma Indonesia, aktivitas vulkanik di Gunung Tangkuban Perahu bisa diketahui masyarakat secara realtime.