Review

Pameran Batik Jawa Barat 2019 Digelar di Museum Kota Bandung

share to whatsapp



Pameran Batik Jawa Barat 2019

Mewakili Ketua Dekranasda Provinsi Jawa Barat, Atalia Kamil dan Wakil Ketua Lina Ruzhanul Ulum membuka Pameran Batik Jawa Barat 2019 yang digelar oleh Yayasan Batik Jawa Barat (YBJB). Pembukaan pameran ini juga dihadiri langsung Ketua YBJB Sendy Yusuf, Ketua Harian Dekranasda Jabar Arifin, serta Koordinator Bidang Daya Saing yang juga pengrajin Batik Komarudin Kudiya.

Di Museum Kota Bandung
Pameran Batik Jawa Barat berlangsung dari tanggal 5  s.d. 8 Oktober 2019 di Museum Kota Bandung Jln. Aceh No. 47 Bandung.  Pameran ini menampilkan koleksi batik-batik terbaik dari Jawa Barat kurang lebih 150 koleksi batik tulis dari seluruh kabupaten/kota di Jawa Barat.

Event pameran yang diadakan YBJB ini, selain pameran kain batik khas Jawa Barat yang menampilkan 150 koleksi kain batik sejumlah daerah di Jabar, juga ditampilkan kain batik terpanjang di dunia koleksi Yayasan Batik Indonesia. Kain batik berbahan sutra sepanjang 446,6 meter dengan 407 motif batik dan 112 komposisi warna, merupakan karya pembatik Komarudin Kudiya.

Batik Pesan Bergambar untuk Kehidupan
Pameran Batik Jawa Barat tahun ini mengangkat tema“Batik Pesan Bergambar untuk Kehidupan” yang merupakan bagian dalam memeriahkan Hari Batik Nasional. Sebagai informasi, setiap tanggal 2 Oktober, Indonesia memperingati Hari Batik Nasional. Peringatan ini terjadi ketika batik memperoleh pengakuan dunia pada tahun 2009 dari United Nations Educational, Scientific, and Cultural Organization (UNESCO). Organisasi PBB ini menetapkan batik sebagai warisan budaya dunia tak benda atau intangible cultural heritage.

Menurut UNESCO, batik dinilai sebagai ikon budaya yang memiliki keunikan dan filosofi mendalam, serta mencakup siklus kehidupan manusia. Saat itu, setelah UNESCO resmi menetapkan batik sebagai warisan budaya dunia tak benda.

Batik Jawa Barat dalam perkembangannya hingga saat ini tidak terlepas dari peran beberapa kerajaan yang pernah ada di Jawa Barat, terutama pada masa sekitar tahun 1422 Masehi hingga masa penyebaran agama Islam. Berdasarkan beberapa catatan sejarah Jawa Barat belum ditemukan secara pasti kapan Batik Jawa Barat mulai berkembang. 

Motif batik khas Jawa Barat
Beberapa batik yang dikenal di daerah Jawa Barat ada batik ciamis, batik cirebon, batik garut (garuta), barik dermayon (Indramayu), batik kasumedangan (Sumedang), batik tasikmalaya, hingga batik kuningan.

Sedangkan beberapa motif batik yang dikenal di Jawa Barat, di antaranya ada motif megamendung, khas dari Cirebon. Motifnya seperti awan dengan warna-warna cerah, seperti biru, pink atau hijau Sentra batik ini berada di kawasan Trusmi, Plered, Kabupaten Cirebon. Ada pula motif batik garutan sangat beragam dengan ciri khas bentuk geometris dan flora fauna.

Adapun dari Ciamis, tiga motif yang populer, ciung wanara, batu hiu, dan galuh pakuan merupakan gambaran dari kerajaan Galuh yang berjaya di Jawa Barat pada masanya. Ada pula motif parang sontak yang warnanya lebih lembut, hanya cokelat dan putih. 

Sementara batik tasik memiliki ciri warna-warna yang cerah karena pengaruh dari batik pesisiran. Dari segi warna, hampir sama dengan batik Garut, bedanya, batik asal Tasikmalaya lebih terang dan cerah. Ada tiga motif yang terkenal, yaitu batik sukapura yang menyerupai batik Madura dengan ragam hias yang kontras dalam ukuran motif dan warna.




share to whatsapp