Review

Ragam Istilah Jatuh dalam Bahasa Sunda Beserta Arti dan Contohnya

share to whatsapp



Macam macam jatuh dalam bahasa Sunda

Sebagai bahasa yang lebih kental unsur rasa, penyebutan istilah-istilah dalam bahasa Sunda jadi ciri tersendiri. Pebedaan-perbedaan istilah tersebut disesuaikan dengan situasi dan kondisi. Ada beragam varian istilah dari satu istilah dalam bahasa Sunda, misal dari istilah seputar menggerakkan tangan saja, ada: noel, nyiwit, sidakep, nampiling, dan lainnya.

Juga pada istilah "jatuh" dalam bahasa Sunda yang bisa berbeda-beda dilarapkeun (disesuaikan) dengan dengan sikon tadi. Berikut ini macam-macam istilah "jatuh" dalam bahasa Sunda dan artinya.

1. Geubis = mempunyai arti jatuh arti umum dalam bahasa Sunda halus. Konteksnya diungkapkan pada anak kecil atau yang lebih tua.
- Contoh kalimat kepada anak-anak:
"Dé, ulah ameng dina tangga, bilih geubis"
(Dik, jangan main di tangga, takut jatuh!).
- Contoh kepada orangtua:
"Geubis dimana Bapa téh? Teu ku nanaon?"
(Bapak jatuh dimana? Gak apa-apa?)

2. Labuh = arti umum "jatuh" bahasa Sunda kasar
Contoh kalimat:
"Si Dadan cenah tadi labuh tina motor. Langsung dibawa ka rumah sakit"
(Si Dadan katanya tadi jatuh dari motor. Langung dibawa ke rumah sakit)

3. Murag = untuk benda yang jatuh
Contoh kalimat:
"Duh, HP urang ruksak euy! Tadi murag basa keur lumpat"
(Duh HP saya rusak. Tadi jatuh waktu lari.)

4. Ragrag = jatuh dari ketinggian (contoh: dari atas tangga, pohon, genteng dan lain sebagainya)
Contoh kalimat:
"Bener cenah aya kapal ragrag? Can aya beritana ningan?"
(Betul katanya ada pesawat jatuh? Kok belum ada beritanya?)

5. Tisolédat = jatuh terpeleset karena kondisi licin
Contoh kalimat:
"Duh, baju kotor ku leutak euy! Tadi tisolédat, jalanna leueur pisan!"
(Duh, bajuku kotor sama lumpur. Tadi jatuh, jalannya licin banget)

6. Tigatruk = jatuh karena tersandung
Contoh kalimat:
"Aduuuuh, nyeri pisan ieu indung suku! Tadi tigatruk kana batu!"
(Aduuuh, sakit banget ini jempol kaki. Tadi jatuh kena batu!)

Istilah lainnya:
7. Tikoséwad = jatuh karena tidak seimbang
8. Tigolésat = jatuh terpeleset (lagi) karena kondisi licin
9. Tigebrus = jatuh ke lubang atau jurang
10. Tikusruk = jatuh ke arah depan
11. Tijengkang = jatuh ke arah belakang
12. Tiseureuleu = jatuh terpeleset (lagi) karena kondisi licin
13. Tijungkel = jatuh terlempar (terjungkal)
14. Tikoséwad = jatuh tersandung
15. Ngagulundung = jatuh terguling, misalnya batu besar jatuh dari bukit
16. Ngagubrag = jatuh kasar
17. Ngagolosor = jatuh terus meluncur
18. Tijalikeuh = jatuh keseleo
19. Morosot = jatuh meluncur ke bawah
20. Tijungkir = jatuh sampai terbalik
21. Ticengklak = jatuh sampai menimbulkan efek sakit pada bagian otot
22. Ngagorolong = jatuh meluncur ke bawah (untuk benda)
23. Tigulitik = jatuh berguling-guling
24. Tikucuprak = jatuh ke dalam genangan air
25. Titiliktikan = jatuh karena jalan yang tak stabil (biasanya untuk balita)
26. Tigedebrug = jatuh badan seutuhnya
27. Tigejebur = jatuh ke dalam air sampai menimbulkan bunyi riak air
28. Tisorodot = jatuh meluncur dengan medan mulus (biasanya perosotan)
29. Tikudawet = jatuh karena menginjak sesuatu (biasanya menginjak celana sendiri, gaun, atau sarung yang kepanjangan)
30. Titotolonjong = seolah-olah akan jatuh ke depan, namun masih bisa ditahan oleh kedua kaki
31. Tigorobas = jatuh sampai menimbulkan jejak karena medan yang lembek
32. Titajong = jatuh karena kaki sendiri atau kaki orang lain (secara tidak sengaja)
33. Tilelep = jatuh ke dalam kolam atau sungai atau laut
34. Tiguling = jatuh berguling-guling

------------
Artikel belajar bahasa Sunda lainnya LIHAT DI SINI