Review

Stasiun Gedebage Tengah Dibangun untuk Kembangkan Wisata Bandung Timur

share to whatsapp



Desain stasiun kereta api cepat Gedebage

Gedebage kini menjelma menjadi kawasan perekonomian baru di Bandung Timur. Sebelumnya, kawasan ini lebih dikenal sebagai area persawahan dan terminal peti kemas. Kini, di kawasan tersebut sudah berdiri Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), pembangunan Masjid Raya Al-Jabbar, dan tentunya kawasan perumahan elit Summarecon. Untuk akses ke kawasan ini pun selain jalan utama (Jln. Soekarno-Hatta) juga sudah dibangun sambungan jalan tol dari tol Padaleunyi.

Pada masa pemerintahan Gubernur Ahmad Heryawan, Pemprov Jabar telah bekerja sama dengan PT Mahkota Permata Perdana (Summarecon) untuk membangun kawasan Gedebage. Kerja sama tersebut telah dilaksanakan dengan pembangunan jalan bundaran penghubung pintu Jalan Tol Gedebage kilometer 149 Padaleunyi, untuk mempermudah akses menuju Masjid Raya Jawa Barat Al Jabbar, akses menuju sarana olahraga Bandung Lautan Api, serta Jalan Gedebage Selatan. Ada juga pembangunan sebagian ruas flyover Bandung Intra Urban Tol Road (BIUTR) sebagai kelanjutan dari jalan BIUTR yang sudah dibangun.

Penghubung kawasan wisata Bandung Timur
Kabar terbaru, di kawasan Gedebage pun akan dibangun stasiun kereta api. Stasiun in bakal dibangun di sekitar Masjid Agung Al-Jabbar. Gubernur Jabar, Ridwan Kamil berharap, dengan hadirnya stasiun kereta api yang baru nantinya kawasan Gedebage dapat menjadi kawasan wisata, yakni wisata religi dan wisata olahraga. Pembangun stasiun itu juga bertujuan menunjang konektivitas Kereta Cepat Jakarta-Bandung yang akan berakhir di Stasiun Tegalluar, Kabupaten Bandung.

Stasiun ini akan menguhubungkan Tegalluar dan pusat Kota Bandung. Adapun untuk pembangunan ditargetkan bisa selesai di tahun 2021. Sementara proses pengerjaan sudah dilakukan per 9 Desember 2019 kemarin. Stasiun Gedebage sendiri akan jadi pengganti Stasiun Cimekar. Adapun jalur kereta api yang dibangun sebagian merupakan layang (elevated).

Bila sudah dibangun kereta yang digunakan tidak akan berbasis tenaga listrik. Kereta rel diesel (KRD) masih akan digunakan di stasiun baru kelak. Saat ini proses pembebasan lahan di sekitar GBLA telah dilakukan. Untuk lahan yang dibebaskan berupa lahan kosong yang tidak berpenghuni.

Nantinya, masyarakat yang ingin bepergian dari Bandung ke Jakarta menggunakan Kereta Cepat Jakarta-Bandung bisa mengakses stasiun kereta api tersebut untuk menuju Stasiun KA Bandung di Jalan Kebon Kawung, Kota Bandung. Untuk waktu tempuh yang dicapai dari Stasiun Kereta Api Cepat Tegalluar ke Stasiun Kereta Api Bandung diperkirakan selama 20 menit dengan menggunakan LRT.