Review

Pengucapan Sama, Kata-Kata Bahasa Indonesia Ini Beda Artinya dalam Bahasa Sunda

share to whatsapp



Kata Sunda mirip bahasa Indonesia

Dalam bahasa Sunda terdapat kata-kata yang penulisannya sama dengan bahasa Indonesia. Namun, dalam artinya berbeda. Berikut diantaranya:

1. Mangga
Dalam bahasa Indonesia mangga mengandung makna salah satu buah-buahan. Untuk menyebut jenis mangga, di Sunda biasa disebut buah, misal buah aromanis, buah cengkir, buah gedong gincu, buah kawéni, dll. Adapun mangga dalam bahasa Sunda mengandung arti 'silakan'.

Contoh kalimat:
Ka para tamu ondangan, mangga ka lalebet, kumargi acara badé dikawitan.
(Kepada para tamu undangan, silakan masuk, karena acara mau dimulai)

2. Goreng
Baik dalam bahasa Indonesia maupun bahasa Sunda ada dua makna. Untuk yang pertama, goreng yakni kegiatan memanaskan bahan dengan menggunakan minyak kelapa.

Contoh kalimat:
Ibu nuju ngagoréng bala-bala di dapur.
(Ibu sedang menggoreng bakwan di dapur.)

Makna lain dalam bahasa Sunda, goreng yakni buruk/jelek. Ini berhubungan dengan benda maupun sifat.

Contoh kalimat:
Geus mah beungeut goréng, kalakuanna gé goréng patut!
(Sudah mukanya jelek, kelakuannya juga jelek banget!)

3. Bumi
Untuk makna umum bumi adalah salah satu planet tempat tinggal manusia. Dalam bahasa Sunda, bumi pun mengandung arti 'rumah' dalam konteks penuturan halus. Untuk bahasa akrabnya imah.

Contoh kalimat:
Engké sonten abdi atuh badé ameng ka bumi Akang.
(Nanti sore saya mau main ke rumah Akang)

4. Angkat
Angkat dalam bahasa Indonesia dan bahasa Sunda mengandung arti mengangkat (misal benda). Namun, dalam bahasa Sunda ada juga makna 'pergi' atau 'berangkat'. Angkat merupakan kata bahasa Sunda halus dari indit (kasar/akrab).

Contoh kalimat:
Bapa cios angkat ka Bandung énjing téh?
(Bapak jadi berangkat ke Bandung besok?)

5. Bujur
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), bujur/bu·jur/ n adalah 'panjang dari suatu bidang'. Misal dalam peta ada istilah bujur timur dan bujur barat. Dalam bahasa Sunda, bujur adalah kata kasar/akrab dari 'pantat'/'bokong'.  Sedangkan bahasa halusnya adalah imbit.

Contoh kalimat:
Rék liburan ka Bandung téh matak cangkeul bujur. Macétna ampun tuda di jalan tol Jakarta - Cikampek.
(Mau liburan ke Bandung bikin pegal pantat. Macetnya itu ampun di jalan tol Jakarta - Cikampek.)

6. Lada
Dalam bahasa Indonesia, lada mengandung arti 'biji-bijian yang pedas rasanya, berwarna putih kekuning-kuningan, biasanya dipakai untuk rempah-rempah; merica'. Sedangkan dalam bahasa Sunda, lada mengandung arti 'pedas'.

Contoh kalimat:
Mantap pisan ieu sambel, lada pisan!
(Mantap banget ini sambal, pedas banget!)

7. Pantun
Dalam bahasa Indonesia, pantun adalah 'bentuk puisi Indonesia (Melayu ), tiap bait (kuplet) biasanya terdiri atas empat baris yang bersajak (a-b-a-b)'. Sedangkan dalam bahasa Sunda, pantun adalah cerita tutur dalam bentuk sastra Sunda lama yang disajikan secara paparan (prolog), dialog, dan seringkali dinyanyikan. Untuk pantun seperti bahasa Indonesia, dalam bahasa Sunda disebut sisindiran.

8. Bangga
Dalam bahasa Indonesia, bangga adalah 'besar hati' atau 'merasa gagah'. Sementara dalam bahasa Sunda bangga mengandung arti 'susah/sulit'. Untuk menunjukkan kebanggaan, dalam bahasa Sunda lebih pas dengan kata reueus.

Contoh kalimat:
Masalah nu disanghareupan ayeuna mah bangga pisan. Hésé neangan solusina gé.
(Masalah yang dihadapi sekarang sulit banget. Susah cari solusinya juga.)

9. Lauk
Dalam bahasa Indonesia lauk adalah 'daging, ikan, dan sebagainya (selain sayur) yang dimakan sebagai teman nasi'. Dalam bahasa Sunda, lauk artinya hanya merujuk pada 'ikan'.

Contoh kalimat:
Minggu hareup hayu urang nguseup lauk di balong urang di Subang.
(Minggu depan yuk kita memancing ikan di kolam saya di Subang)

10. Lembur
Dalam bahasa Indonesia, lembur adalah pekerjaan dinas yang dikerjakan di luar jam (waktu) dinas. Dalam bahasa Sunda, lembur artinya  bisa berarti 'kampung'.

Contoh kalimat:
Lebaran taun ayeuna mah urang jigana moal mudik ka lembur.
(Lebaran tahun ini saya sepertinya tidak akan mudik ke kampung.)

Kata-kata lainnya:
11. Pondok
- B. Indonesia: bangunan untuk tempat sementara (seperti yang didirikan di ladang, di hutan, dan sebagainya)
- B. Sunda: pendek

Contoh kalimat:
Buuk urang tadi dicukur pondok teuing, euy.
(Rambutku tadi dicukur, duh terlalu pendek)

12. Tukang
- B. Indonesia: orang yang mempunyai kepandaian dalam suatu pekerjaan tangan (dengan alat atau bahan yang tertentu)
- B. Sunda: (bagian) belakang

Contoh kalimat:
Urang mah ti SD nepi SMA kabagean diuk di kelas téh paling tukang wé terus.
(Saya dari SD sampai SMA kebagian duduk di kelas paling belakang terus)

13. Situ
- B. Indonesia: (petunjuk) tempat yang tidak jauh dari pembicara (itu)
- B. Sunda: danau

Contoh kalimat:
Urang hayang ngajaran kémping di sisi Situ Cileunca.
(Saya pengen nyobain kemping di pinggir Danau Cileunca)

14. Sayang
- B. Indonesia: kasih sayang (kepada); cinta (kepada); kasih (kepada);
- B. Sunda: sarang

Contoh kalimat:
Dina tangkal nangka aya sayang manuk murag basa tadi hujan angin.
(Di pohon nangka ada sarang burung jatuh waktu tadi hujan angin)

15. Duka
- B. Indonesia: susah hati; sedih hati:
- B. Sunda: tidak tahu

Contoh kalimat:
Duka, urang mah teu apal saha nu ngamimitianna.
(Tidak tahu, saya gak tahu siapa yang memulainya.)



share to whatsapp