Info dan Tips Berwisata ke Bandung Saat Destinasi Mulai Dibuka 13 Juni 2020




wisata bandung buka bulan juni 2020

Bagi Anda khususnya warga Bandung dan daerah lain di Jawa Barat, mulai Sabtu, 13 Juni 2020, tempat-tempat wisata di Bandung mulai dibuka. Hal itu setelah dilakukan analisisis dimana kriteria itu antara lain destinasi wisata yang penyebaran Covid-19 dikatakan rendah dan pengendalian potensi penyebaran Covid-19 mudah.

Destinasi wisata yang dibolehkan untuk buka jika sudah memenuhi syarat, salah satunya wisata alam. Selain itu, yang dibuka juga sektor bisnis perhotelan, jasa makan minum seperti restoran atau cafe, jasa transportasi dan perbelanjaan souvenir.

Namun, alangkah baiknya bila Anda mengetahui informasi penting berikut beserta tipsnya saat akan memutuskan untuk berwisata ke Bandung. Hal ini dikarenakan pembukaan tempat-tempat wisata di Bandung di masa Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) atau new normal berbeda seperti berwisata sebelumnya.

Berikut ini beberapa info dan tips yang mungkin bagi Anda berguna saat akan berwisata ke Bandung:

1. Pembukaan wisata Bandung Barat (Lembang dan sekitarnya)
Ada kriteria tertentu destinasi wisata yang diperbolehkan untuk buka kembali, khususnya di Kab. Bandung Barat.  Bupati Bandung Barat Aa Umbara Sutisna sendiri telah  meninjau kesiapan tempat wisata di Lembang, Kabupaten Bandung Barat (KBB) sebelum resmi dibuka Sabtu (13/6/2020).

Sebelum dibuka pengelola menerapkan sejumlah aturan baru protokol kesehatan Covid-19. Salah satunya simulasi antrean pengunjung, tempat cuci tangan, penyekatan tempat duduk, bahkan aturan selfie bagi pengunjung. Dan sesuai ketentuan pengunjung hanya 30% dari kapasitas. Beberapa objek wisata di Lembang yang mulai dibuka di antaranya TWA Tangkuban Parahu, Dago Bakery Punclut, The Lodge Maribaya, D'Ranch, Lembang Wonderland, Lembang Park and Zoo, D'Dieu Land, Terminal Wisata Grafika Cikole, Farm House Susu Lembang (Rumah Hobbit), The Great Asia Africa, dll,

2. Pembukaan wisata Bandung Selatan (Ciwidey dan sekitarnya)
Untuk wisata di Bandung Selatan menerapkan simulasi terlebih dahulu. Beberapa objek wisata di Ciwidey, misalnya menggelar simulasi pembukaan sebagai persiapan menghadapi adaptasi kebiasaan baru (AKB) atau new normal padaJumat (12/6/2020).

Pelaku usaha pariwisata di Kabupaten Bandung disarankan untuk menggunakan platform Look, Book, Pay, and Enjoy (LBPE) saat kembali beroperasi pada masa Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB). Dengan booking terlebih dahulu, sebagai pencegahan agar pengunjung tidak datang secara sporadis ke objek-objek wisata di Ciwidey dan sekitarnya.

juga bisa memastikan bahwa kapasitas yang dibuka dalam satu waktu benar-benar sesuai dengan protokol kesehatan dan pembatasan jarak fisik. Soalnya tidak semua objek wisata bisa memenuhi protokol tersebut meskipun hanya menerima pengunjung sebesar 50 persen dari kapasitasnya pada kondisi normal dahulu.

Sementara terkait simulasi,  merupakan tahapan prakondisi untuk mempersiapkan aktivasi pariwisata menghadapi masyarakat produktif dan aman Covid 2020 di Kabupaten Bandung. Simulasi sudah dilaksanakan sejak kemarin. Pihaknya telah menggelar simulasi di tiga objek wisata. Selain Emte, juga dilaksanakan simulasi di Kawah Putih, Situ Patenggang, dan Glamping Lakeside.

Sektor pariwisata di Kab. Bandung yang akan dibuka adalah wisata alam, perhotelan, jasa makan-minus seperti restoran, kafe dan lainnya, jasa transportasi pariwisata, dan toko suvenir. Di luar itu masih ditutup, seperti wisata pemandian air panas.

3. Wisata di Kota Bandung
Untuk tempat-tempat wisata di Kota Bandung yang kebanyakan area publik, masih belum dibuka. Seperti diketahui, Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) proporsional di Kota Bandung berlanjut hingga 26 Juni 2020.

Untuk aktivitas ekonomi pada mal, maupun pusat perberlanjaan akan diperlonggar. Mal beserta pusat perbelanjaan bisa mulai kembali membuka operasional dengan mengutamakan penerapan standar protokol kesehatan pada 15 Juni 2020. Berlaku pembatasan jumlah pengunjung, maksimal 30% dari kapasitas saat mal beserta pusat perbelanjaan mulai kembali beroperasi.

4. Ketat menerapkan protokol kesehatan
Dalam hal ini, pengelola, pengunjung, hingga petugas bersinergi untuk mencegah penularan Covid-19. Walaupun secara resmi protokol kesehatan di tempat wisata belum dikeluarkan oleh pemerintah pusat, namun tempat-tempat wisata di Bandung menerapkan protokol kesehatan tersebut. Sebagai informasi, saat ini pemerintah pusat sendiri tengah menggodok protokol kesehatan bagi sektor pariwisata yang berlaku se-Indonesia.

Untuk di tempat-tempat wisata di Bandung sendiri, protokol kesehatan tersebut diantaranya: petugas di tempat wisata memakai masker; melakukan penyemprotan disinfektan; kapasitas pengunjung hanya 30% dari kapasitas biasa; melakukan pengecekan suhu pengunjung; dll. Sementara untuk pengunjung pun harus menaati protokol kesehatan dengan menggunakan masker; menjaga jarak; mencuci tangan; tidak bergerombol; dan aturan lainnya. Sementara petugas dari unsur Polri dan TNI pun akan turun tangan di tempat-tempat wisata untuk menghindari pelanggaran-pelanggaran protokol kesehatan.

5. Wisata di Bandung hanya boleh dikunjungi warga lokal (Jabar)
Bagi yang berasal dari zona merah, misalnya dari Jakarta, jangan dulu berkunjung ke tempat-tempat wisata di Bandung. Untuk antisipasi agar tidak masuknya wisatawan dari luar Jawa Barat, akan ada pemeriksaan ketat di setiap lokasi wisata. Dengan melakukan filtering sejak dari gerbang masuk, diantaranya dengan cek pelat nomor kendaraannya, kartu identitasnya, dan pengumuman spanduk di gerang masuk. Jika berasal dari luar Jawa Barat, misalnya Jakarta langsung akan disuruh putar balik.

6. Transportasi umum mulai dibuka
Salah satunya layanan bus, mulai Sabtu pagi, 13 Juni 2020 untuk Terminal Leuwipanjang dan Terminal Cicaheum di Kota Bandung tersebut akan melayani kembali operasional bus AKDP dan AKAP. Untuk beroperasinya kembali bus antar kota dan antar provinsi tersebut, Dinas Perhubungan Kota Bandung menerapkan beberapa aturan, di antaranya:
- Layanan bus AKDP dan AKAP di Terminal Cicaheum dan Terminal Leuwinpanjang akan mulai beroperasi pukul 5 pagi.
- Penumpang yang diangkut tidak boleh melebihi 50% dari kapasitas maksimal bus.
- Untuk penumpang wajib pake masker
- Penumpang terlebih dahulu wajib masuk melalui lorong disinfektan yang disiapkan di satu pintu masuk utama.
- Calon penumpang yang memiliki gejala flu seperti batuk, pilek, dan suhu di atas 37 derajat celsius tidak diperkenankan masuk.
- Terminal Cicaheum dan Terminal Leuwinpanjang yang akan mulai beroperasi Sabtu tersebut, hanya mengizinkan trayek menuju daerah yang sudah diizinkan beroperasi, atau daerahnya tidak masuk zona merah penyebaran Covid-19
- Terminal yang zona merah belum diizinkan dibuka, contohnya Terminal Lebak Bulus, Jakarta.
- Untuk bus yang menjemput penumpang di pool agennya, pool tersebut harus memberlakukan protokol kesehatan yang sama seperti di Terminal.
- Buat PO bus, tidak direkomendasikan menaikkan penumpang dari jalan. Jika ada bus yang melakukan pelanggaran ketentuan ini, akan diberikan sanksi berupa pelarangan masuk ke Terminal.
- PO bus pun diminta tidak melakukan transaksi pembayaran tiket sebelum bus berangkat, jadi penarikan tiket ongkos bus tidak dilakukan dalam perjalanan.

Sementara layanan transportasi online sepeti ojol harus menerapkan protokol kesehatan seperti membawa hand sanitazer, memakai masker dan penumpang membawa helm sendiri.

-----------

Baca info-info wisatabdg.com lainnya di GOOGLE NEWS