Bank BJB

Bank BJB

Mengenal Kata Ulang Dwimurni Bahasa Sunda dan Contoh Penerapan dalam Kalimat







Pengulangan merupakan proses morfemis yang banyak sekali terdapat pada bahasa-bahasa di dunia. Demikian pula di dalam bahasa Sunda, pengulangan merupakan salah satu upaya untuk menurunkan salah satu upaya untuk menurunkan bentuk baru (turunan). Pengulangan dalam bahasa Sunda disebut rajékan, sedangkan kata ulang atau kata berulang disebutnya kecap rajékan. Kata ulang dwimurni adalah pengulangan dengan mengulang seluruh bentuk dasar.

Berikut ini macam-macam fungsi dan makna kata ulang dwimurni dalam bahasa Sunda:

1. Membentuk kata benda yang artinya 'banyak'
Contoh: buku-buku, murid-murid, mobil-mobil
Contoh dalam kalimat:
Di jaman pandemi Covid-19 mah, murid-murid diajarna daring.
(Di zaman pandemi Covid-19, murid-murid belajarnya daring)

2. Membentuk kata benda/barang yang 'sifatnya seperti...'
Contoh: kaca-kaca, kuda-kuda
Contoh dalam kalimat:
Mang Udin keur nyieun kaca-kaca
(Mang Udin sedang membuat kaca-kaca)

3. Membentuk kata benda/barang yang 'rupanya seperti...'
Contoh: nini-nini, aki-aki
Contoh dalam kalimat:
Tadi aya nini-nini pikun nyasab di pasar.
(Tadi ada nenek-nenek pikun nyasar di pasar)

4. Membentuk kata kerja aktif yang artinya 'punya...'
Contoh: imah-imah, anak-anak
Contoh dalam kalimat:
Si Udin geus beunghar ayeuna mah loba imah-imah.
(Si Udin sekarang sudah kayak punya banyak rumah.)

5. Membentuk kata kerja aktif yang artinya 'melakukan pekerjaan supaya...'
Contoh: siap-siap, cucul-cucul
Contoh dalam kalimat:
Hayu urang siap-siap! Améh teu kabeurangan.
(Ayo kita siap-siap! Supaya tidak kesiangan)

6. Membentuk kata sifat yang artinya 'walaupun...'
Contoh: leutik-leutik, geulis-geulis, kasép-kasép
Contoh dalam kalimat:
Leutik-leutik gé si éta mah geus bisa ngasilkeun duit AdSense tina Youtube.
(Walaupun masih kecil, dia sudah bisa menghasilkan uang AdSense dari Youtube.)

7. Membentuk kata sifat yang artinya 'dalam keadaan...'
Contoh: isuk-isuk, beurang-beurang, kolot-kolot, budak-budak
Contoh dalam kalimat:
Isuk-isuk kieu geus turun hujan.
(Pagi-pagi gini sudah turun hujan.)

8. Membentuk kata sifat yang artinya 'agak/mirip...'
Contoh: samar-samar, mirip-mirip, jiga-jiga
Contoh dalam kalimat:
Sakilas mah, Atta Halilintar beungeutna mirip-mirip Kiwil.
(Sekilas, Atta Halilintas wajahnya mirip Kiwil)

9. Membentuk kata tugas yang mengandung arti 'penguat...'
Contoh: buru-buru, muga-muga, pada-pada
Contoh dalam kalimat:
Muga-muga usaha urang ayeuna aya hasil.
(Semoga usaha kita sekarang ada hasil)

10. Membentuk kata bilangan yang artinya 'masing-masing...'
Contoh: hiji-hiji, dua-dua, lima-lima
Contoh dalam kalimat:
Murid nu rék ujian teh asup ka kelas giliran lima-lima.
(Murid yang mau ujian masuk ke kelas giliran lima-lima.)

11.  Membentuk kata tugas yang mengandung arti 'kemudian akan...'
Contoh: lila-lila, lami-lami
Contoh dalam kalimat:
Ari hayoh tangkal dituaran tanpa reboisasi mah, lila-lila leuweung teh bakal dugul.
(Kalau terus pohon ditebang tanpa reboisasi, lama-lama hutan akan gundul.)