Mengenal Lebih Dekat Proyek Pembangunan Kereta Api Cepat Jakarta - Bandung




Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengungkapkan uji coba Kereta Cepat Jakarta Bandung (KCJB) ditargetkan pada Oktober 2022. Sementara pada Januari 2022 seluruh konstruksi beton proyek tersebut sudah tersambung sepenuhnya. Kereta Cepat Jakarta-Bandung ini nantinya menghadirkan pusat ekonomi baru yakni di Kabupaten Karawang, Walini, dan Tegalluar Gedebage di Kabupaten Bandung.


Berikut ini informasi seputar proyek kereta api cepat Jakarta - Bandung:

1. Proyek Strategis Nasional
Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung ditetapkan sebagai salah satu Proyek Strategis Nasional pemerintah dalam Peraturan Presiden Nomor 3 tahun 2016 tentang Percepatan Proyek Strategis Nasional. Menteri Perhubungan Republik Indonesia mengeluarkan dan menetapkan trase Kereta Cepat Jakarta – Bandung. Peletakan Batu Pertama Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung oleh Presiden Joko Widodo di kebun teh Mandalasari, Maswati, Cikalongwetan, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat Kementerian Perhubungan menerbitkan izin pembangunan Kereta Cepat Jakarta-Bandung secara utuh sepanjang 142,3km.

2. Generasi KA terbaru CR400AF
Kereta Cepat Jakarta-Bandung akan menggunakan generasi terbaru CR400AF. CR400AF, yang merupakan hasil pengembangan tipe CRH380A oleh CRRC Qingdao. CR400AF memiliki lebar 3,36 m dan tinggi 4,05 m dengan panjang kepala kereta 27,2 m dan intermediate kereta 25 m. Dengan kata lain CR400AF memiliki dimensi lebih besar dari tipe sebelumnya.

Selain lebih andal, seri ini memiliki masa penggunaan lebih lama hingga lebih dari 30 tahun sejak tahun produksi serta biaya perawatan yang lebih rendah. Berbeda dengan tipe sebelumnya, CR400AF didesain untuk beroperasi di empat iklim salah satunya di iklim tropis dengan kondisi suhu dan kelembaban tinggi seperti di Indonesia.

Satu rangkaian kereta CR4OOAF terdiri atas 8 gerbong (cars) dengan komposisi empat cars bermotor dan empat cars tanpa motor. Dengan komposisi ini memungkinkan kereta CR4OOAF memiliki kecepatan desain hingga 420km/jam dan kecepatan operasional 350 km/jam.

3. Memiliki empat stasiun
Memiliki panjang trase 142,3 km yang terbentang dari Jakarta hingga Bandung. Kereta Cepat Jakarta-Bandung memiliki  empat stasiun pemberhentian Halim, Karawang, Walini, Tegalluar dengan satu depo yang berlokasi di Tegalluar. Setiap stasiun akan terintegrasi dengan moda transportasi massal di setiap wilayah.

4, Trase kereta cepat
Dari total panjang trase kereta cepat, lebih dari 80 km di antaranya memiliki struktur elevated sedangkan sisanya berupa 13 tunnel dan subgrade. Beberapa fasilitas sementara seperti Batching Plant dan Casting Yard dibangun di beberapa titik kritis untuk mendukung percepatan proses pembangunan.

5. Saham proyek pembangunan
Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung dibangun di bawah tanggung jawab PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC). Mayoritas atau 60 persen saham perusahaan digenggam oleh konsorsium PT Pilar Sinergi BUMN Indonesia (PSBI), sedangkan 40 persennya dimiliki Beijing Yawan HSR Co.Ltd.

6. Besaran biaya pembangunan
Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani mengungkapkan besaran biaya pembangunan kereta cepat Jakarta-Bandung. Proyek yang dikerjakan PT Kereta Cepat Indonesia-China (KCIC) sebesar USD6 miliar. Ada 13 tunnel (terowongan) yang akan dibangun sepanjang 16.672 meter.

7. Spesifikasi rel
PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) diketahui memasang rel dan bantalan dengan spesifikasi rel berdimensi 60 atau R.60. Adapun rel berdimensi 60 ini diimpor langsung dari China. Rel ini dikirimkan dari Pelabuhan Fangchenggang, Guangxi Zhuang, salah satu daerah otonomi khusus di selatan China. Diketahui, rel-rel yang dipakai di China memiliki panjang 100 meter. Namun, untuk menyesuaikan dengan teknologi kereta cepat yang dibangun di Indonesia serta memudahkan pengiriman, panjang rel dibuat masing-masing 50 meter.

8. Teknologi terowongan (tunnel)
Teknologi untuk membuat terowongan jalur Kereta Cepat Jakarta-Bandung. Tunnel 1 -lokasi Halim Perdanakusuma dengan Diameter (TBM) 13,19 meter, lalu panjang (TBM) mencapai 103,5 meter dan berat mesin sebesar 2.600 Ton. Tunnel #1 kereta cepat Jakarta-Bandung yang berlokasi di Km 5+500 Tol Jakarta-Cikampek, Kelurahan Jaticempaka, Kecamatan Pondokgede, Kota Bekasi. Terowongan yang memuat dua lintasan kereta cepat tersebut memiliki panjang 1,8 kilometer dan melintas di bawah tol Jakarta-Cikampek.

9. Perkiraan jam perjalanan dan harga tiket
Dari sisi waktu, KCJB akan lebih singkat karena bisa menempuh waktu 30 menit - 40 menit sedangkan Argo Parahyangan mencapai 3 jam 14 menit. Kementerian Perhubungan menyebutkan tarif Kereta Cepat Jakarta--Bandung (KCJB) akan dievaluasi setiap tahunnya. Sebagai langkah awal, ongkosnya dipatok US$16 atau berkisar Rp228.224 sekali jalan.

------
Update info seputar proyek pembangunan Kereta Api Cepat Jakarta - Bandung:
- Instagram: @keretacepat_id
- Website: https://kcic.co.id