Review

Pembangunan Jalan Tol Soroja (Soreang-Pasirkoja)




Diperkirakan pembangunan jalan tol Soroja sekitar 10 Km itu rencanya bisa dipergunakan pada tahun 2014 mendatang. Setelah lama terombang-ambingkan akibat ketidakjelasan pembebasan lahan akhirnya Bupati Bandung H. Dadang M. Naser memastikan pembangunan Jalan Tol Soreang-Pasirkoja (Soroja) akan dimulai tahun 2013 mendatang. Aturan yang belum jelas mengenai pembebasan lahan yakni UU No. 2 tahun 2012 membuat pembangunan jalan tol Soroja terhambat. Adapun pada tahun 2012 ini pembebasan lahan untuk jalan tol Soroja khususnya di Desa Pamekaran dan Desa Parungserab. Diharapkan pada tahun 2013 sudah dimulai pembangunan fisik jalan tol sehingga diperkirakan pada tahun 2014 jalan tol sudah bisa dipergunakan masyarakat luas. 

Dari rapat kerja terakhir pada bulan September 2012 antara Komisi V DPR-RI dengan jajaran Dirjen Bina Marga dan Jasa Marga disepakati semua dana pembebasan lahan untuk jalan tol Soroja dari pemerintah pusat, Pemerintah pusat akhirnya menanggung semua pembiayaan untuk pembebasan lahan jalan tol Soreang-Pasirkoja (Soroja) yang diambil dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Nasional (APBN) tahun 2013 dan 2014. Jika sudah dibangun, tol Soroja akan melintasi empat kecamatan, yaitu Kecamatan Margaasih, Kecamatan Kutawaringin, Kecamatan Katapang, dan Kecamatan Soreang.

Realisisasinya, pada medio 2013 proyek tersebut telah memasuki pembangunan fisik. Sedangkan untuk pembebasan lahan sendiri ditargetkan selesai pada akhir 2012. Untuk pembebasan lahan ini, diteentukan harga tanah berdasarkan kluster. Saat ini warga di dua kecamatan, yaitu Katapang dan Soreang sudah bersedia untuk melepas lahannya demi pembangunan sarana pengentas kemacetan menuju Ibu Kota Kabupaten Bandung dengan harga yang ditentukan oleh pemerintah. Tol Soroja ini nanti akan  terintegrasi dengan Tol Cisandawu. Jika Tol Soroja ini sudah terintegrasi dengan Tol Cisumdawu, diharapkan akan meningkatkan pertumbuhan ekonomi di sekitar Bandung maupun di Jabar wilayah timur.

Pembangunan jalan tol ini dilatarbelakangi kondisi Kabupaten Bandung yang punya banyak potensi, namun banyak daerah di Kabupaten Bandung yang masih sulit diakses juga masih banyaknya titik-titik kemacetan di Kabupaten Bandung.  Namun ada juga pandangan lain yang mengatakan bahwa pembangunan Tol Soroja (Soreang-Pasirkoja) dianggap tidak layak karena arus kendaraan yang akan melintasinya sangat minim. Pakar Transportasi Institut Teknologi Bandung Harun Alrasyid mengatakan apabila pembangunan jalan tol ingin cepat terealisasi dan banyak diminati investor sebaiknya memperhitungkan trafik kendaraan yang akan melintasinya.