Review

Kang Aom Kusman, Seniman Sunda yang Serba Bisa




Pada era 80-an, publik tanah air mengenal Aom Kusman sebagai pembawa acara kuis di TVRI yang bernama Kuis "Siapa Dia?". Selain itu, ia juga lebih dikenal sebagai anggota grup lawak tahun 1970-an dan 1980-an, De'Kabayan. Personilnya terdiri dari Kang Ibing, Mang Ujang, Sofyan Hargono, dan Suryana Fatah (Babah Holiang). Selama hidup, Aom Kusman  sering bermain film layar lebar dan serial televisi. Peran-peran yang ia lakoni biasanya sebagai sosok orang Sunda.

Nama aslinya adalah Kusman Kartanegara. Adapun sebutan 'aom' dahulu disematkan bagi anak bupati, (anak lelaki dipanggil 'aom' anak perempuan dipanggil 'juag'). Alhasil, nama Aom Kusman lebih populer dibanding nama aslinya. Personil D'Kabayan ini dilahirkan di Sukabumi, pada 24 Juni 1946. Waktu kecilnya banyak dihabiskan di Sukabumi. Kebetulan zaman itu, ayahnya memangku jabatan patih Sukabumi. Waktu SD, Kang Aom pindah ke Kota Garut. Ayahnya diangkap menjadi Bupati Garut.

Kang Aom hijrah ke Bandung dan kuliah di Jurusan Hukum Internasional Fakultas Hukum Universitas Padjadjaran (tahun 1965). Mengapa Kang Aom memilih jurusan tersebut? Kang Aom memilih Jurusan hukum sebab waktu kecil, ia ingin sekali menjadi duta besar. Alasannya tidak lebih, kan kalau jadi duta besar pasti banyak uang dan bisa keliling dunia secara gratis. Tapi, obsesi tersebut meredup karena karib dekatnya pernah mengatakan bahwa gaji duta besar waktu itu hanya Rp. 50.000,-.

Akhirnya Kang Aom terpaksa meredam cita-citanya tersebut. Tapi saat ia sudah menjadi artis, tidak disangka sang karib yang dulu berkata bahwa jadi dubes itu kurang menarik, eh malah karibnya tersebut yang akhirnya jadi pegawai di Departeman Luar Negeri alias Deplu. Memang, rupanya garis nasib telah mengarahkan Kang Aom untuk menjadi penghibur bagi masyarakat.

Kedekatannya dengan Kang Ibing sudah seperti kakak-adik. Yang menjadi kebiasaan khas urang Sunda adalah ketika sifat jail mereka muncul. Jika ada yang bertanya ke Kang Ibing: "Kang, ari Kang Aom kemana?" (Kang, kalau Kang Aom kemana?), Kang Ibing dengan nyantai menjawab: "Euweuh, Si Kusman mah geus maot!" (Gak ada, [Aom] Kusman sudah wafat!). Begitu juga jika Kang Aom ditanya begitu, akan menjawab sama. Inilah yang kadang menjadi banyolan khas mereka. Hingga saat Kang Ibing meninggal, orang-orang rada kurang percaya. Karena mereka sudah biasa membuat lelucon jail begitu.

Malah suatu waktu, ada tukang dagang yang menawarkan dagangan ke rumahnya. Kang Ibing menjawab: "Tuh, nu butuheun barang mah si Kusman datangan we ka imahna ayeuna!" (Tuh, yang lagi butuh barang Aom Kusman. Datangi saja rumahnya sekarang!). Akhirnya sang tukang dagang pergi dari kawasan Margacinta (rumah Kang Ibing) menuju rumah Kang Aom Kusman di Buah Batu. Kang Aom hanya melongo waktu tukang dagang itu mendapatkan "promosi" dari Kang Ibing tersebut. Kebiasaan ngabanyol ini bahkan dulu sangat ditunggu-tunggu ketika mereka berduet siaran di Radio Mara FM.


Almarhum artis dan pembawa acara Aom Kusman Kartanagara, meninggal pada 2011 dan dimakamkan di kampung halamannya  di Kampung Cimaragas, Desa Ngamplangsari, Kecamatan Cilawu, Kabupaten Garut, Jawa Barat, Jumat, 23 Desember 2011. Sebelumnya jenazah Kang Aom disemayamkan dan disalatkan di rumahnya di Jalan Rajamantri Tengah III No.1, RT 4 RW 14, Kelurahan Turangga, Kecamatan Lengkong, Kota Bandung.