Review

Fiksimini Basa Sunda: Menjaga, Melestarikan, dan Memasyarakatkan Bahasa Sunda




 Kang Ganjar Kurnia, Rektor Unpad ini bisa disebut salah seorang yang rajin mengirimkan status fiksimini bahasa Sunda di group Fiksimini Basa Sunda di Facebook. Kecintaan Rektor Unpad, yang juga tahun 2013 ini menerima Penghargaan Rancage ini, turut diekspresikannya dalam genre karya sastra yang sekarang booming di dunia digital. Internet sebagai salah satu media ekspresi para pegiat fiksimini telah memberikan ruang baru bagi mereka yang ingin berkarya dalam wujud kata-kata yang dituangkan dalam fiksimini basa Sunda. Cerita singkat yang memuat unsur sastra utile dan dulce ini bukan mulai mendapatkan tempat bagi mereka yang senang dengan karya sastra prosa Sunda versi mini ini. Di sini ada pupuhu, antara lain: Godi Suwarna, Nazarudin Azhar, Hadi AKS, dan Dadan Sutisna, dll. Adapun anggotanya berasal dari ragam kalangan, dari mulai guru, siswa, dosen, pedagang, penyair, dan sebagainya. Mereka pun biasa mengadakan kopi darat di dunia nyata.

Sumber: http://fikminsunda.com/
Tema-tema yang diangkat dalam fiksimini basa Sunda ini beragam, dari mulai tema humor, religius, hingga karya prosa yang berbasis pengalaman penulisnya. Untuk menjembatani pengapresiasian dari masyrakat umum, karya-karya fiksi mini bahasa Sunda ini ada yang telah dibukukan, salah satunya dengan judul “Nu Keur Néangan”. Dalam buku ini, sebanyak 87 fiksi mini karya Prof. Ganjar kini dapat dinikmati dari buku tersebut. Seperti halnya karya sastra, di sini ada nilai-nilai yang bisa diambil dan direnungkan oleh pembaca fiksi mini dengan bahasa pengantar bahasa Sunda tersebut. Ciri khas dari setiap kiriman para anggota fiksimini bahasa Sunda ini adalah adanya unsur spontanitas. Ya, tidak jauh dengan kita jika menulis status di laman Facebook. Namun bedanya, dalam penulisan fiksimini basa Sunda ini pemilihan kata-kata dalam bahasa Sunda kebanyakan bertutur dengan bahasa Sunda yang baik dan benar. Memang, ada juga yang sebagian masih pemula dalam menulis karya lewat bahasa Sunda. Di sini, ada unsur pembelajaran bagaimana belajar bahasa Sunda yang sesuai dengan kaidah. 


Komunitas yang didirikan pada 16 September 2011 ini menampung karya-karya cerita singkat berbahasa Sunda. Saat group Facebook baru dibuat, sambutannya luar biasa. Hingga Juni 2013, anggota komunitas yang beralamat di https://www.facebook.com/groups/fikminsunda  telah mencapai ribuan  orang. Domisili anggotanya tidak hanya yang tinggal di Jawa Barat, ada juga yang berasal dari Timur Tengah, Malaysia, India, Amerika Serikat, dan Belanda. Dari jumlah anggota tersebut,  70 persen  aktif membaca fiksi mini, rajin mengirim tulisan.  Ini membuktikan bahwa bahasa Sunda masih hidup di kalangan penuturnya. Untuk lebih melebarkan sayap, anggotanya yang berasal dari kalangan media massa menyediakan ruangan khusus untuk kolom fiksimini bahasa Sunda, diantaranya di HU Galamedia dan HU Pikiran Rakyat (online). Begitu juga karya-karya lainnya biasanya dipamerkan dengan paduan seni grafis.

Aktivitas komunikasi di group Facebook Fiksimini bahasa Sunda intens setiap waktu. Para pupuhu biasa mengirimkan karya mereka dan juga memberikan komentar pada karya-karya yang dikirim. Untuk menampung karya yang telah dikirimkan, Dadan Sutisna sebagai divisi website developer membuat situs khusus yang beralamat di http://fikminsunda.com/.Untuk group di jejaring sosial, biasa juga dijadikan media pengumuman jika ada acara riung mungpulung atau silaturahmi. Bahkan, di group ini biasa diadakan sayembara rutin menulis fiksimini bahasa Sunda bagi anggotanya. Nah, bagi Anda yang tertarik untuk membaca karya-karya dari Fiksimini Basa Sunda ini, silakan berkunjung ke group atau situsnya.