Review

Akhirnya Monorel Dibangun di Bandung




Masalah lalu lintas memang sekarang menjadi sorotan penting. Kemacetan di Kota Bandung dan sekitarnya sudah mulai parah. Untuk itu, harus segera dicari solusi untuk menjadikan lalu lintas Bandung ramah terhadap pengguna dan tentunya penduduk Kota Bandung sendiri. Adalah Pemprov Jawa Barat dan China National Machinery Import & Export Corporation (CMC) telah menyepakati pembangunan monorel di kawasan Bandung Raya. MoU sudah ditandatangani Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan, dan Wakil Presiden CMC, Zhao Jun, di Gedung Negara Pakuan.
Dalam MoU itu berisi kesepahaman bersama dalam pelaksanaan kerja sama kedua belah pihak sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. Dalam penyusunan Rencana Induk Metropolitan Bandung Raya, Pemprov Jawa Barat ingin menerapkan konsep public private partnership yang memungkinkan adanya kerjasama antara publik dan private actor dalam pembangunan infrastruktur. Adapun rute moda transportasi massal ini diharapkan bisa mencakup kawasan selatan hingga ke Soreang (Kabupaten Bandung), kawasan barat hingga ke Padalarang (Kabupaten Bandung Bara), serta kawasan timur hingga ke Jatinangor (Kabupaten Sumedang).

Pemprov Jawa Barat siap menggelontorkan subsidi untuk tarif monorel nanti jika sudah mulai beroperasi. Hal itu merupakan bentuk support Pemprov terhadap adanya alat transportasi massal. Namun, belum diketahui berapa subsidi yang akan dikucurkan pemprov untuk tarif monorel nanti. Yang pasti, monorel itu bertujuan untuk mengurai kemacetan dan memudahkan masyarakat menggunakan alat transportasi. Aher yakin monorel akan benar-benar terwujud. Sebab monorel itu akan dibangun pihak swasta. Sedangkan pemerintah tidak mengeluarkan anggaran untuk pembangunannya. Dalam hal ini, peran pemprov dalam pembangunan monorel hanya sekedar fasilitator dan memberi kemudahan bagi investor untuk membangun monorel.

Adapun total dana yang diperlukan untuk pembangunan monorel itu diperkirakan sekira Rp10 triliun. Dana itu akan berasal dari China National Machinery Import & Eksport Corporation (CMC) dan pihak swasta lainnya. Pada 2014 nanti, pemasangan tiang pancang diharapkan sudah bisa dilakukan.