Review

Bandung Coffee Festival (5 - 6 November 2014)




Bicara minuman universal yang satu ini, Kabupaten Bandung khususnya memiliki sejarah tersendiri dalam bidang perkebunan kopi. Kabupaten Bandung memiliki geografis yang cocok untuk tanaman kopi arabika dengan lahan budidaya rakyat terbesar di Jawa Barat hingga 52.563 hektare. Saat ini baru 11.000 hektare lahan yang dipakai untuk menanam kopi di Kabupaten Bandung. Apalagi kopi dari Kabupaten Bandung termasuk yang terbaik di dunia.

Untuk lebih mengenalkan kopi ke tingkat dunia, pada Rabu dan Kamis (5-6/11/2014), di Gedung Moh. Toha, Kompleks Perkantoran Pemkab Bandung, Soreang, akan diselenggarakan rangkaian acara festival kopi untuk merayakan kebangkitan kopi Jawa Barat. Dalam event bertema "bring coffee to the origin" ini diperkirakan minimal akan ada 15 buyer dari berbagai negara dengan potensi transaksi pembelian lebih dari 4 juta dolar AS. Selain lelang kopi, juga akan digelar barista championship, coffee competition, coffee exhibition, coffee workshop, dan launching buku 7 Wonders of West Java Coffee.

Event berskala internasional ini, bertujuan untuk merayakan kebangkitan kopi Jawa Barat dan menjadi jembatan bertemunya petani dan pembeli kopi dari seluruh dunia.. Event ini juga direncakana akan dihadiri juga oleh pelaku industri kopi dalam negeri seperti eksportir, pengelola coffee shop, trader, petani, coffee roasters, pengusaha kopi, barista, asosiasi kopi, penikmat kopi, blogger kopi, hingga coffee anthusiast.