Review

Ingin Tahu Informasi Seputar Kota Bandung yang Up To Date? Cek Saja di Media Sosial




Sumber: https://twitter.com/ridwankamil

Perkembangan teknologi komunikasi digital akhir-akhir ini mempunyai kecenderungan yang begitu terasa manfaatnya untuk perkembangan Kota Bandung. Masyarakat di zaman serba gadget tak bisa dilepaskan dari aneka smartphone yang terkoneksi ke internet. Dan Bandung kembali satu langkah lebih maju dalam memanfaatkan potensi jaringan virtual ini. Lihat saja bagaimana berita Bandung bisa langsung update hampir tiap detik, utamanya di jaringan microblogging semacam Twitter. 

Interaksi Birokrasi di Media Sosial

Informasi dari masalah lingkungan, program pemerintah kota, lalu lintas, hingga laporan masyarakat aksesnya kini lebih terbuka. Bandung sedang menuju kota yang siap dengan konsep penggunaan digital untuk membangun kota. Apalagi sang Wali Kota periode sekarang tidak gaptek dalam urusan penggunaan media jejaring sosial.

Program-program dan informasi seputar Bandung secara real time disosialisasikan kepada masyarakat melalui jejaring sosial Twitter. Tentunya pula ini tak melepaskan dari segi konvensional, dimana Kang Emil tetap melakukan pekerjaan utama secara real dengan interaksi di dunia nyata.

Hal ini jauh dengan masa-masa sebelumnya, dimana program pemerintah agak sedikit kaku. Masyarakat pun seakan ada jarak dengan penguasa. Maka, dengan kehadiran interaksi di media sosial, kebekuan itu bisa agak mencair. Masyarakat bisa lebih leluasa mengakses informasi mengenai program yang dijalankan oleh Pemerintah Kota Bandung. Apalagi semua jajaran perangkat pemerintahan dari dinas-dinas, kecamatan, kelurahan, hingga RT/RW di Kota Bandung kini banyak yang memiliki akun media sosial. 

Penyebaran informasi mengenai situasi terkini, kegiatan, dan hal lainnya yang berhubungan dengan Kota Bandung dapat dirasakan langsung oleh masyarakat. Di situ pula masyarakat secara langsung bisa menilai kinerja aparat pemerintah Kota Bandung. Maka, jika ada jajaran pemerintah yang agak "gaptek" mau tak mau harus bisa nyaluyukeun diri dengan keadaan zaman. Siapa yang tertinggal menguasai teknologi informasi masa kini, dia yang akan kebingungan sendiri kala menghadapi pertanyaan dari masyarakat.

Untuk itu, pihak birokrasi pun dituntut untuk bisa memanfaatkan jaringan komunikasi dan interaksi media sosial. Dalam hal ini, baik dengan penggunaan media Twitter, Facebook, blog/website, atau media sosial di telepon pintar semacam BBM, WhatsApp, Google Plus, dan sebagainya. Inilah realitanya, ketika masyarakat kini lebih melek teknologi dan selalu haus akan informasi. Masyarakat pun bisa menjadi buzzer yang efektif untuk menyebarkan informasi-informasi terbaru seputar Bandung. Hal ini baik dengan retweet, komentar, share status/link, atau bertanya langsung kepada sang pemimpin.  

Militansi Media Sosial oleh Warga Bandung

Masyarakat sebagai user media sosial, merupakan alasan utama mengapa pihak pemerintahan pun harus lebih sigap tik tak dengan suara masyarakat. Masyarakat di Kota Bandung lebih dulu menjadi pengguna terbanyak dalam urusan penggunaan media komunikasi dunia maya ini. 

Interaksi di media sosial merupakan salah satu sarana efektif untuk diskusi, bertukar pikiran, atau berbagi informasi seputar Kota Bandung. Dengan semakin banyaknya pengguna gadget plus aplikasi-aplikasi media sosial. Hal ini semakin membuat masyarakat lebih ingin tahu apa saja situasi terkini di Kota Bandung.

Maka, sebagian masyarakat pun membuat media berbasis akun medsos yang bertujuan berbagi informasi. Sebut saja semacam akun twitter @info_bdg atau @PRFMNews yang concern pada penyebaran informasi-informasi seputar Bandung. Belum lagi masyarakat lain yang membuat website atau blog yang bertemakan membahas seputar Kota Bandung. Ada juga yang mengembangkan program digital semisal aplikasi-aplikasi di Android dan layanan store di smartphone. Mereka mengusung tema yang spesifik seputar informasi Bandung, dari layanan info lalu lintas, belajar bahasa Sunda, tempat-tempat wisata, info kuliner, dan hal lainnya yang berhubungan dengan Bandung.  

Arah perkembangan Bandung sebagai kota yang siap menghadapi arus informasi ranah maya rasanya sudah dimulai. Tinggal bagaimana pengelolaan dan pengembangan ke depan agar lebih terarah. Hal ini salah satunya sudah dimulai dengan penyediaan beberapa titik jaringan internet gratis (WiFI/hotspot) gratis di beberapa titik juga dengan pembangunan command center. 

Upaya lain yang perlu dilakukan oleh Pemerintah Kota Bandung, mungkin para "relawan militan" di bidang internet ini bisa difasilitasi dan diakomodasi, misalnya dengan dibuat database dan diberi dukungan untuk pengembangan fasilitas dan hal lainnya. Secara tidak langsung, mereka adalah garda terdepan dalam mempromosikan dan menginformasikan hal-hal tentang Kota Bandung ke masyarakat umum bahkan lingkup global.  *(Abah)