Review

Menikmati Sajian Cilok Bakar dan Mochi Es Krim di Mochilok Jalan Sekeloa 31





Kang Imanuddin, founder Mochilok menuturkan ia menciptakan inovasi cilok yang dibakar dan rasanya pun tidak standar. Ia pun berinovasu membuat olahan cilok dengan rasa barbeque, sambel goang, dsb. Begitu pula selain cilok, ia punya ide untuk membuat mochi dengan isinya yang beda dari yang lain, yaitu isinya es krim. Dulu saat merintis usahanya ini, setelah pilihan yakin didapat ia nekad bikin logo sendiri dan desain display produk. Tapi produknya sendiri belum dibuat.

Gerilya Mengenalkan Produk di Media Sosial
Brand mocilok dengan gambar-gambar plus logonya tersebut ia sebarkan di jejaring media sosial. Ternyata, tanggapan dari teman-teman media sosialnya tersebut bagus. Ia pun seakan merasa ditantang, lalu ia  jawab dengan segera membuat produk yang sudah kadung gambarnya ia sebarkan tersebut. 

Tanggapan dari media sosial tersebut akhirnya membuat produk inovasinya tersebut banyak dicari. Kebanyakan dari para mahasiswa yang ngekos di seputaran Jln. Sekeloa dan sekitar Jln. Dipatiukur. Sebuah tempat di pinggir jalan pertama kali ia jadikan tempat usaha. Tempat tersebut tiada lain rumah kakaknya di Jalan. Kubangsari VII, Sekeloa Bandung. Respons pembeli akan produknya tersebut bagus. Pada hari pertama jualan, produknya langsung habis. Dalam hitungan seminggu, produk kulinernya tersebut laris manis. 

"Tapi, seminggu kemudian mendadak sepi. Saya bingung: ada apa ini? Dan saya baru tersadar bahwa ternyata mahasiswa teh lagi pada libur. Waktu itu saya tidak mikir jadwal kalender akademik. Di sana saya pun putar otak dengan pakai cara baru, yaitu jemput bola melalu medsos. Caranya, saya promosi produk dan menerima jasa delivery dengan tanpa minimum order. Pokona mah, bagaimana caranya agar produk makanan saya ini bisa menyebar dan lebih dikenal. Maka, untuk mendukung upaya tersebut saya pun menyediakan pekerja pengantar plus fasilitas coolbox agar mochi tidak cepat mencair. Alhamdulillah, kemudian mochi dan cilok saya semakin hari semakin dikenal. Inilah yang kemudian menjadi titik balik saya untuk terus fight dalam menekuni usaha ini," ujar Kang Imanuddin mengenang masa-masa perjuangannya membangun usaha kuliner ini.

Ekspansi dan Inovasi Usaha
Karena usahanya semakin berkembang, pada tahun 2013 akhir, ia memilih sewa tempat yang sekarang ini menjadi kedai Mochilok. Awalnya, ia mencari tempat untuk usahanya tersebut di daerah Jln. Dipatiukur, namun biaya sewanya belum terjangkau oleh kondisinya waktu itu. Akhirnya tempat Jln. Sekeloa 31 sekarang inilah yang akhirnya ia pilih. Keuntungan lainnya, kedainya sekarang ini dekat dengan pabrik tempat pengolahan mochi dan cilok di rumahnya sendiri.


Dulu saat pertama kali membuka usaha, Kang Iman (biasa ia dipanggil) hanya punya satu karyawan. Sekarang karyawannya telah bertambah menjadi 25 orang yang terbagi bidang kerja di bagian produksi dan di bagian pelayanan di kedai Mochilok. Malah Mochilok pun kini punya cabang di kota lain. Mochilok telah membuka cabang (baik milik sendiri maupun rekanan) antara lain di Jakarta, Cianjur, dan Jogjakarta. Selain itu, Mochilok sendiri menembus ekspansi penjualan dengan distribusi ke minimarket.

Nah, bagi Anda yang ingin menikmati sajian cilok bakar dan mochi es krim dengan pilihan aneka rasa, bisa berkunjung ke gerai Mochilok. Tempatnya di Jalan Sekeloa no. 31 Bandung. Dari arah stopan Simpang Dago masuk ke Jalan Dipatiukur kemudian Anda belok ke Jln. Sekeloa (yang ada ojek). Terus saja ke arah minimarket. Di dekat minimarket, di sebelah kiri Anda akan menemukan gerai Mochilok. Anda di sini bisa nongkrong plus WiFi-an gratis. *Abah

- Peta lokasi Mochilok: Lihat di sini
- Video suasana di gerai Mochilok klik di sini