Review

Nongkrong Asyik Sambil Ngopi di Kopi Panggang (Kopang)





Jumat, 27 Maret 2015, saat dinginnya Bandung di malam hari makin menusuk kulit, tim wisatabdg.com menyambangi sebuah coffe shop di daerah Jalan Tubagus Ismail, Bandung. Kopi Panggang, itu tempat yang kami tuju. Lokasinya tidak jauh dari belokan dari Jln. Ir. H. Juanda (Dago) ke arah Jalan Tubagus Ismail. Jika masuk dari ke Jln. Tubagus Ismail dari arah Jalan Dago, kedai kopi ini ada di sebelah kanan jalan. Kami disambut ramah oleh Kang Huda Ramadhan, sang empunya coffe shop Kopi Panggang. Kami kemudian dipersilakan ke lantai dua.

Menurut penuturan Kang Huda, tempat ngopinya tersebut didirikan pada 10 Maret 2013 di Jalan Tubagus Ismail Raya No. 8 Bandung. Sajian kopi di sini punya racikan khusus yang dengan aneka pilihan dan konsep yang digunakan dalam pengolahan Kopi Panggang dengan Manual Brewing. Manual Brewing merupakan proses ekstrasi kopi dengan cara dipanggang menggunakan alat Mokapot/Stove Top. 

"Kami mengambil kopi dari daerah Lembang dan Kalosi, Toraja. Penyajian yang dilakukan dengan cara Fresh bean to the cup. Yakni, biji kopi digiling sesaat setelah customer order menu yang diinginkan dan diproses hingga menghasilkan kopi yang segar dan mantap. Dengan demikian, aroma serta rasa akan terus terjaga. Sedangkan untuk biji kopi yang dipilih, di sini hanya disajikan kopi Arabica dengan kualitas pilihan," papara alumnus Jurusan Manajemen, Universitas Langlangbuana (Unla) angkatan 2010 ini.

Kang Huda menuturkan, ia awalnya dulu pernah bekerja kerja dari satu cafe ke kafe lain kemudian pindah di beberapa provider seluler.  Ia kemudian akhirnya memutuskan untuk belajar wirausaha dengan konsep kedai kopi. Kebetulan ia adalah pecinta kopi sejati. Hampir setiap hari ia bisa menghabiskan empat cangkir kopi. Kebiasaan inilah yang kemudian malah sering menjadi menjadikan istrinya melarangnya. Akhirnya dengan prinsipi "dari hobi menjadi profesi", ia membuktikan pada istrinya untuk menjadikan usaha berjualan kopi sebagai ladang penghasilan.

Janjinya itu kini membuahkan hasil. Ia bisa mengawasi tempat usahanya, sekaligus juga bisa menemani para pelanggannya ngopi. Di Kopi Panggang, memang pengunjung akan menemukan atmosfer yang penuh keakraban. Para pengunjung sebagai sesama pecinta kopi kerap saling bertegur sapa atau ngobrol bersama. Pada saat kami berkunjung dan wawancara dengan Kang Huda, ia sesekali melayani salah seorang pengunjung dari Swedia yang sudah menjadi pelanggan di Kopi Panggang. Inilah yang menjadikan Kopi Panggang tempat asyik untuk nongkrong.

Adapun enu Andalan yang paling banyak dipilih pelanggan, antara lain: Maxiato Caramel, Ice Cappcusscino, Caramelized Hatte, Minty Choco Chips, Ice Milky Banana. Pengunjung juga bisa menentukan rasa sesuai selera dengan memilih coffee, varian chocolate, atau fresh milk lalu menentukan flavour serta topingnya. Untuk menemani minum kopi, Anda juga bisa memesan aneka makanan seperti Roti Panggang Choco Cheese, Bratwurst Panggang dengan saus barbeque, French Fries, dan spaghetti bolognaise.

Menurut Kang Huda, segmentasi adalah para pecinta kopi, baik itu mahasiswa/anak muda, umum, maupun wisatawan. Menurutnya pula, harga di sini sangat terjangkau dengan harga dibawah Rp. 20.000,-.  Bagi Anda yang ingin nongkrong sambil menikmati kehangatan kopi, cobalah datang ke tempat di kawasan Bandung utara ini. 

UPDATE: Kopi Panggang pindah ke:
Jalan Ir. H. Juanda No. 391 Bandung (dekat Hotel Jayakarta)
Jam buka: pukul 11.00 - 01.00
Telepon: 022–2532566 / 022–2532569
Twitter & Instagram: @kopipanggang