Review

Cerita Kegalauan Para Tokoh di Sinetron Preman Pensiun





Kang Mus adalah sosok pemimpin preman yang menjadi tangan kanan Kang Bahar. Sepeninggal Kang Bahar pensiun, Kang Mus memegang kendali para preman yang ada di wilayah pasar, terminal, dan jalanan. Pada Preman Pensiun season 2,  konsep arah preman digambarkan ada perubahan. Hal ini merunut pada pesan Kang Bahar pada Kang Mus bahwa bisnis yang dijalankannya mengundang banyak resiko dan melibatkan banyak orang. Untuk menjaga bisnis ini diperlukan tindakan bersama untuk menjaga kondusivitas.

Apalagi, diceritakan pula pada season 2 ini, Kang Mus ternyata memilih untuk pensiun. Inilah yang kemudian menjadikan sosok Kang Mus secara tak langsung menjadi motivator para preman agar mereka mengambil jalan yang nantinya bermanfaat bagi diri setiap preman sendiri, keluarganya, bahkan untuk masyarakat di sekitarnya. Di sinilah ada gambaran bahwa konsep pensiunnya para preman, memang bukan hanya terjadi pada Kang Bahar atau Kang Mus. Para preman di bawahnya pun diarahkan untuk pensiun dimana nantinya mengambil pilihan profesi masing-masing.

Salah satunya para preman pensiun itu sudah mulai belajar wirausaha. Seperti Gobang yang belajar ternak lele; Bohim yang belajar bikin sablon; Iwan yang menekuni dunia tinju; Jhony yang ingin terjun berprofesi sebagai security; Jupri belajar usaha jualan sepatu; Cecep sedang menabung yang ingin jualan aneka khas makanan Jawa Barat. Pertanyaannya, apa profesi Kang Mus nanti setelah ia pensiun? Inilah yang menjadi rasa kepenasaranan di alur cerita selanjutnya. Ya, walaupun Kang Mus sendiri dalam salah satu episode pernah membayangkan jadi tukang kicimpring, makanan keripik berbahan singkong khas Jawa Barat.

Kegalauan akan nasib masa depan pun melanda Dikdik, Pipit, dan Murad. Trio preman ini memang terjadi karena mereka belum punya bayangan akan pekerjaan apa yang akan mereka lakoni di kemudian hari. Sementara untuk terus jadi preman, tak selamanya mereka akan terus menggantungkan di dunia ini. Hal ini terutama menyangkut pandangan dari keluarga. Misalnya Murad yang bingung jika sang anak bertanya mengenai profesinya. Atau Dikdik yang pusing tujuh keliling setiap Imas "menantangnya" menyediakan syarat kalau menikah dengannya. Apalagi Pipit jangankan bergerak pindah haluan kerja, untuk berpikir pun dia susah.

Adapun penyambung alur cerita di Preman Pensiun 2 adalah Bos Jamal. Namun, strategi yang ia jalankan pun tetap melihat pada kondisi genk Kang Mus. Strategi devide et impera ala preman bertopi koboy tersebut masih memercayakan pada orang lain dan tetap memanfaatkan momentum jika ada kekisruhan di tubuh jaringan Kang Mus. Apakah nanti strategi yang diterapkan Bos Jamal untuk mengambil alih plus menghancurleburkan jaringan Kang Mus ini akan berhasil?

Dari tayangan beberapa episode yang sedang berjalan, kegalauan akan nasib hidup ini ternyata bukan saja dialami para preman. Arah hidup ke depan dengan pilihan jalan profesi masing-masing juga dialami oleh dua penodong, Baba dan Boby yang selalu gagal dalam usaha menodongnya. Juga para copet pun dilanda keresahan, Saep yang selalu semangat meramaikan khazanah percopetan bahkan punya tiga anak buah. 

Namun, kesialan demi kesialan seakan membuat pekerjaannya ini jauh dari keberkahan. Begitu pula Juned yang kini menjadikan kerjaan mencopet sebagai selingan. Hanya Dewi dan Ubed yang terus belajar wirausaha, dimulai dengan menjual cilok. Namun, mental Ubed untuk serius menekuni dunia wirausaha diuji dengan sikap hatinya terombang-ambing akan wanita pilihan hidupnya.