Review

Kekocakan Duet Pipit dan Murad di Sinetron Preman Pensiun





Tak dapat dipungkiri, setiap pemain di Preman Pensiun mempunyai karakter masing-masing. Dari Komar yang punya ciri ngomong yang dari sangar tiba-tiba menukik menjadi super gemulai. Belum lagi dengan gayanya yang cunihin dan oces kepada perempuan, namun takluk di depan Bebeb (istrinya). Ada lagi tokoh Saep (Icuk Baros) yang ngomong sok ilmiah namun paburantak selalu sial saat beraksi.

Plus copet Ubed (Ucup Palentin) yang punya karakter kuat dalam urusan wajah memelas, bingung, atau super polosnya. Inilah yang menjadikan sinetron ini rasanya sulit untuk memilih mana pemain yang "unggul" dalam karakter. Ya, setiap karakter yang muncul punya ciri khas yang masing-masing dipikameumeut oleh para penggemar.

Pada tayangan Preman Pensiun 2, duo Pipit dan Murad rasanya menjadi ikon baru dengan kejeprutannya masing-masing. Kepaduan antara tokoh yang sangat polos dengan tokoh sangat serius di kedua preman ini menjadi sajian menarik yang diramu apik oleh sang sutradara sekaligus penulis skenario, Aris Nugraha. Tokoh Pipit dan Murad menjadi buah  bibir di dunia maya, salah satunya di Twitter.

Sikap sangat polos tokoh Firmansyah Pitra alias Kang Pipit memang kerap menjengkelkan lawan mainnya. Hal ini bisa dilihat di Preman Pensiun 1 saat Bos Jamal dibuat geram karena kepolosan Pipit, baik melalui segala ucapan maupun tindakannya. Hal ini merembet juga pada pasangannya yaitu Murad yang kadang dibuat geleng-geleng kepala oleh sikap tandemnya tersebut. Pada akhir Preman Pensiun 1, pemirsa bisa melihat bagaimana "mesranya" Pipit saat dibonceng Murad saat akan menghadiri kumpul bersama para preman di markas. Belum lagi adegan saat ia tiba-tiba memberi setangkai mawar pada perempuan yang lewat di trotoar.

Aksi Kocak Pipit di Preman Pensiun 2
Jika Anda pemirsa setia Preman Pensiun, mungkin masih inget dengan ucapan Pipit saat dia membeli kue cubit. Pertama ia mencoba menggoda Dea, keponakan Kang Mus. Kedua saat ia memesan kue cubit: "Saya ingin rasa granit!" Apa pula itu kue cubit rasa granit? Lidah Pipit yang balakasadut tersebut, maksudnya "Pesan kue cubit rasa green tea!".

Kekacauan pengucapan lidah Pipit juga hadir kembali saat ia makan bersama Dikdik dan Murad di sebuah cafe mewah. Dengan PD-nya ia memesan "Prenges-Prenges". Inilah yang bikin berkerut kening para pemirsa. Oh, ternyata maksudnya makanan goreng kentang alias "french fries". Inilah yang mungkin bikin ngakakak Anda yang menonton adegan ini. Belum lagi wajah polosnya yang kerap bikin Dikdik kesal dan mengernyitkan dahi karena Pipit suka akan senyuman manis si preman berjenggot tersebut.

Tokoh Pipit dan Murad bak bapak yang sedang mengasuh anaknya. Murad seperti sedang mengasuh anak kecil yang kerap harus dihardik karena sikapnya yang "keluar jalur". Pipit dan Murad adalah pasangan yang sudah identik untuk selalu hadir berdua. Dimana ada Pipit, di sana ada Murad. Sikap Pipit seakan membuat Murad harus selalu siap untuk sabar dan sabar. Inilah yang menjadikan sinetron komedi Preman Pensiun 2 ini semakin menarik. Selalu hadir kejutan-kejutan kocak yang siap mengocok perut penontonnya.