Review

Kemeriahan Peringatan Hari Angklung di Gedung Sate




angklung day gedungs sate 21 November 2015

Sabtu, 21 November 2015, event Angklung's Day yang keempat kalinya diselenggarakan di Kota Bandung. Berlokasi di depan Gedung Sate, sekitar 5000 pelajar dan mahasiswa memainkan angklung. Acara yang dimulai sekitar pukul 9 pagi ini sebelumnya diadakan parade dari depan Hotel Geulis, Jln. Ir. H. Juanda (Dago) menuju pelataran Gedung Sate, Jln. Diponegoro, Bandung. Event memainkan angklung ini juga diikuti 400 peserta dari grup angklung buhun.

Pada 2010, angklung telah ditetapkan sebagai Intangible Cultural Heritage of Humanity oleh United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization, (disingkat UNESCO). Tepatnya pada 16 November 2010 angklung ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda dalam Sidang Inter-governmental Committee for the Safeguarding of Intangible Cultural Heritage (IGC-ICH) di Nairobi, Kenya. Maka, sejak saat itu setiap tanggal 16 November diperingati sebagai Hari Angklung Sedunia.

Penyelenggara KABUMI UPI
KABUMI UPI, Dinas Budaya dan Pariwisata Jawa Barat dan juga Universitas Pendidikan Indonesia bekerja sama mengadakan event ini. Keluarga Besar Bumi Siliwangi (KABUMI) UPI merupakan Unit Kegiatan Mahasiswa Universitas Pendidikan Indonesia yang  bergerak di bidang kesenian tradisional Indonesia. Organisasi ini berdiri dan berjalan demi tujuan luhurnya yaitu memperkenalkan kebudayaan Indonesia ke seluruh dunia.

KABUMI merupakan sebuah organisasi unit kesenian mahasiswa yang berkiprah dalam bidang seni tradisional. Grup kesenian ini dideklarasikan oleh Prof. H. Nu’man Sœmantri (rektor UPI tahun 1985) di Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) yaitu di kota Bonn, Jerman Barat (sekarang Berlin) pada 1 Oktober 1985.

Pada event ini, KABUMI bermain angklung bersama dengan 64 grup angklung se-Jabar seperti TK Aisyiyah Bustanul Athfal 11 Bandung, SD Ganesha Bandung, SD Gemilang Muttafanin Cimahi, SMPN 1 Karawang Barat, SMPN 1 Megamendung Bogor, SMPN 2 Cileunyi Bandung.

Selain itu, acara ini turut juga dihadiri para siswa dan perwakilan dari SMPN 2 Ngamprah Bandung Barat, SMPN 3 Bandung, SMA, PGRI 1 Bandung, SMA PGII 1 Bandung, SMA lab UPI Bandung, SMA Pasundan 2 Bandung, SMP PU Bandung, Saung Angklung Udjo, Angklung Web Institute, Perum Peruri Karawang, Museum Sribaduga, Indonesia Bamboo Community, Saung Wira Bogor, Institut Kesenian Jakarta, dan lainnya.

Angklung: Unity in Diversity
Kegiatan ini tiada lain untuk terus melestarikan angklung.  Untuk tahun ini, tema yang diambil yaitu "angklung: unity in diversity". Hal ini karena angklung itu dapat dimainkan dari berbagai segi usia, daerah, dan agama. Selain itu juga hadir warga negara asing, salah satunya dari Australia. Adapun tujuan dari angklung’s day 2015 ini tidak lain adalah sebagai upaya untuk melestarikan dan lebih memperkenalkan angklung.

Kegiatan ini juga sebagai ajang silaturahmi antar grup-grup angklung se-Jabar juga untuk merayakan dikukuhkannya Angklung sebagai ”Intangible Cultural Heritage” (Warisan Budaya Tak benda) dari Indonesia oleh Badan PBB yakni UNESCO.

Lihat video event di sini.