Review

Kuliner dan Tempat Wisata Jawa Barat dalam Lagu-Lagu Sunda




Tema Makanan dalam Lagu Sunda

Peuyeum Bandung kamashur. Pangaosna teu luhur. Ku sadaya kagaleuh. Sepuh jeung murangkalih. (Peuyeum Bandung termashur. Harganya tidak mahal. Semua bisa membeli. Orang tua dan anak-anak). Itulah penggalan lirik lagu Peuyeum Bandung yang dipopulerkan oleh diva pop Sunda, Nining Meida. Ya, untuk urusan "promosi" kuliner atau tempat wisata di Tatar Sunda, para seniman pun secara tidak langsung turut serta. Mereka mengabadikannya dalam lagu-lagu yang kemudian dikenal di masyarakat bahkan menjadi populer. Seperti halnya lagu Peuyeum Bandung yang menceritakan bagaimana populernya makanan tapai singkong tersebut.

Tema Kuliner dalam Lagu Sunda
Bukan hanya peuyeum, kuliner lain pun diangkat dalam lagu-lagu Sunda. Nining Meida pun memopulerkan lagu Borondong Garing: Borondong garing ider kota pilemburan. Mekar lumaku diri anu dagang bari mimitran. Borondong merupakan makanan khas Majalaya. Makanan khas ini terbuat dari beras ketan atau jagung yang disangan dijadikan pop corn terlebih dahulu. Setelah menjadi pop corn dibersihkan terlebih dahulu cangkangnya, kemudian dicampurkan dengan kinca gula merah atau kinca gula pasir dibentuk bulat-bulat atau persegi.

Lalu, ada juga lagu Surabi Haneut yang dipopulerkan penyanyi Bungsu Bandung. Surabi haneut... aduh Akang mangga cobian. Badag munu aduh Akang ukur sarebu. Surabi merupakan jajanan pasar tradisional. Ada dua jenis serabi, yaitu surabi manis yang menggunakan kinca dan surabi asin dengan taburan oncom yang telah dibumbui di atasnya. Kini surabi pun mengalami perkembangan aneka topping di atasnya.

Sementara lagu-lagu dengan tema kuliner lainnya yakni: Es Lilin (Nining Meida), Rujak Cuka (Rika Rafika), Karedok Leunca (Rika Rafika), Tahu Cibuntu (calung Darso), Oncom Gondrong (Bungsu Bandung), Jagong Lembang, Cikopi jeung Bala-Bala (Barakatak), Surabi Bandros, Colenak (Kawih Degung), dan sebagainya. 

Tema Wisata dalam Lagu Sunda
Ari imut-imut Bandung
Kota diriung ku gunung
Dikantun montel katineung
Paanggang muntang kamelang

Ari layung-layung Bandung
Kahibaran seuneu gunung
Mangsa tandang mapalangan
Nanjeurkeu kamerdekaan

itulah penggalan lirik lagu yang menggambarkan rasa cinta pada Kota Bandung. Lagu Bandung tersebut dinyanyikan oleh Doel Sumbang. Seiring dengan populernya tema kuliner, dalam lagu Sunda pun tema wisata tak mau kalah. Beberapa tempat wisata khususnya di Bandung banyak yang diabadikan dalam lagu-lagu yang kemudian populer di tengah masyarakat. Salah satunya lagu Talaga Patenggang yang dinyanyikan oleh Nining Meida: Talaga Patenggang...Talaga Patenggang. Jadi saksi urang silih bukakeun jandela ati. Lalu lagu yang menceritakan kisah asmara di tempat wisata Ciwidey ini menjadi lagu hits di masyarakat Sunda.

Di daerah utara, kawasan wisata Jayagiri didokumentasikan juga dalam lagu Jayagiri yang dinyanyikan Doel Sumbang duet dengan Yanti Aryanto: Munggaran tepang di pudunan Jayagiri. Rindag socana seseleket kana ati. Antukna kenal di tanjakan Jayagiri anteng ditungtun rasa ku alim dikantun. Adapun tempat wisata di daerah Bandung timur, Yayan Jatnika menyanyikan lagu hits Curug Cinulang: Di Curug Cinulang, bulan bentang narembongan. Hawar-hawar aya tembang. Tembang asih tembang kadeudeuh duaan.

Lagu-lagu Sunda lainnya yang bertema wisata, antara lain: Jalan Braga (Hetty Koes Endang), Cikapundung (Upit Sarimanah), Bentang Manglayang (Rika Rafika), Dago Pakar (Darso), Curug Cimahi (Dhea), Maribaya (Dody Mansyur), Ciwangun Indah Camp (H. Kosasih), Bentang Manglayang (Rika Rafika), Tanjakan Burangrang (Darso), Bandung Lembang, dan masih banyak yang lainnya. Untuk lagu dengan tema wisata ini bukan hanya yang ada di Bandung.

Tempat-tempat wisata di seputaran Jawa Barat pun banyak yang diabadikan dalam lagu-lagu Sunda, di antaranya judul lagu: Pangandaran (Doel Sumbang), Bulan Batu Hiu (Doel Sumbang), Santolo (Darso), Tanjung Baru (Darso), Basisir Pakidulan (Nining Meida), Bulan di Cangkuang (Yayan Jatnika), Talaga Remis (Nining Meida), Puncak Bogor (Rita Tila), Layung Galunggung (Rika Rafika), Cadas Pangeran (Detty Kurnia), Palabuhan Ratu (Hetty Koes Endang), Tampomas (Eva Purnama Dewi), Sumedang (Doel Sumbang), dan lainnya.