Review

Asian African Carnival 2016 Berlangsung Meriah




Asian African Carnival 2016

Minggu, 14 Agustus 2016, suasana di Jln. Asia Afrika, Bandung tampak meriah. Di area Gedung Merdeka tersebut digelar Asian African Carnival 2016. Inilah salah satu event pesta rakyat yang diadakan dalam rangka menyambut Hari Jadi Kota Bandung ke 206. Kegiatan Asian African Carnival 2016 sendiri merupakan kerja sama antara Kementerian Pariwisata (Kemenpar) dan Pemerintah Kota Bandung. Sedangkan tema yang diusung dalam Asian African Carnival 2016 kali ini adalah "The Birds of The World."

"Kami berharap, acara yang baru digelar dua kali ini mampu meningkatkan jumlah wisatawan dan menjadikan Bandung sebagai tujuan wisata internasional," kata Wali Kota Bandung dalam sambutannya.
Menurut Wali Kota yang akrab disapa Kang Emil ini, Asian African Carnival merupakan kegiatan rutin yang biasa diadakan dalam rangka memperingati Konferensi Asia Afrika setiap tahun. Untuk temanya sendiri, setiap pelaksanaan Asian African Carnival mengambil tema yang berbeda-beda. Khsusus untuk tahun ini diambil tema tentang burung-burung dunia.

Menggugah Solidaritas Antarnegara
Sementara perwakilan Kementerian Pariwisata, Tazbir Abdullah menyatakan bahwa kegiatan ini sangat penting guna mengingat bahwa Kota Bandung sebagai kota bersejarah. Kegiatan ini pun diharapkan dapat menggugah solidaritas antarnegara. Ia mewakili Kemenpar menghaturkan berterima kasih pada pihak-pihak yang telah menyelenggarakan event ini.

Dalam kegiatan yang digelar pada hari Minggu tersebut, sepanjang Jalan Asia Afrika tampak ramai oleh ribuan pengunjung. Untuk peserta karnaval sendiri terdiri dari para siswa, mahasiswa, komunitas, dan pegiat kesenian lainnya. Para peserta berjalan beriringan dengan paduan warna busana yang unik, warna-warni, dan ada yang mengusung pakaian khas Sunda. Para peserta pun ada yang dari mancanegara warga, di antaranya dari India dan Myanmar.

Kegiatan arak-arakan yang berlangsung sejak pukul 14.00 WIB ini berakhir sekitar pukul 16.00 WIB. Dan selama kegiatan tersebut digelar, ruas Jalan Asia Afrika ditutup bagi kendaraan. Para penonton terlihat antusias menyaksikan dari pinggir jalan. Tak sedikit para fotografer yang mengabadikan momen langka ini dengan menjepret objek yang ada di depannya.