Review

Festival Pasar Rakyat Digelar di Pelataran Gedung Sate




Festival Pasar Rakyat Gedung Sate 17 November 2016

Sebanyak 20 perwakilan pasar dari kabupaten dan kota yang dinilai lolos seleksi akan mengikut Festival Pasar Rakyat yang akan diadakan di pelataran Gedung Sate pada Kamis, 17 November 2016. Inilah event yang berupaya mengangkat kembali image pasar rakyat dimana dalam kondisi sekarang semakin terpinggirkan akibat budaya belanja masyarakat yang mulai beralih ke pasar modern. Pihak Disperindag Provinsi Jawa Barat menggelar event ini bertujuan  agar masyarakat, khususnya kaum muda, kembali ke pasar rakyat.

Berkaca pada kondisi realita di lapangan, nasib pasar rakyat memang bergantung pilihan masyarakat. Dimana masyarakat di era sekarang banyak yang memilih untuk belanja di pasar modern seperti halnya swalayan, supermarket, atau toko-toko ritel kelas kakap. Kesan pasar rakyat mungkin bagi sebagian masyarakat yang karena kondisinya yang stereotipe yakni kumuh dan terkesan hanya untuk daerah di pinggiran.

Di sisi lain pasar rakyat pun menjadi solusi atas kebutuhan belanja masyarakat. Pasar rakyat menyediakan aneka kebutuhan pangan dan sandang, seperti beras, minyak kelapa, bumbu dapur, aneka buah-buahan, pakaian wanita, pakaian laki-laki, pakaian anak, busana muslim, hingga kelontongan alias barang-barang perlengkapan rumah tangga. Pasar rakyat pun masih menjadi pilihan bagi para pelaku usaha terutama kuliner untuk suplai bahan, seperti wirausaha warteg, tukang bakso, dan lainnya.

Namun, pasar rakyat pun tak bisa dilepaskan dari perjalanan perekonomian masyarakat. Dan beberapa pasar rakyat yang ada sekarang masih ada yang bertahan walau tingkat kunjungan sudah terpecah dengan banyaknya masyarakat yang berbelanja di pasar modern. Dan salah satu kekhasan belanja di pasar rakyat yakni adanya transaksi dengan adu tawar yang tak bisa dilakukan di pasar modern. Namun untuk mengembalikan citra pasar rakyat memang diperlukan penataan dan pengololaan yang lebih ramah bagi pengunjung, terutama dari segi kebersihan, ketertiban, dan keamanan.

Diikuti 20 Perwakilan Pasar Se-Jawa Barat
Dalam event Festival Pasar Rakyat di pelataran Gedung Sate nanti, akan diikuti oleh 20 kabupaten kota Jabar. Setiap kabupaten kota hanya berhak mengirimkan dua perwakilan yang akan diperlombakan dalam dua kriteria berbeda yaitu kriteria Pasar Besar dan Pasar Kecil. Perwakilan kelompok pasar besar di antaranya: Pasar Kosambi (Kota Bandung), Pasar Wado (Sumedang), Pasar Cikurubuk (Tasikmalaya), Pasar Parigi (Pangandaran), Pasar Baru Kuningan (Kuningan), Pasar Gunungsari (Kota Cirebon), Pasar Sindangkasih (Majalengka), Pasar Agung (Depok), Pasar Baru Subang (Subang).

Sementara perwakilan kelompok pasar kecil di antaranya: Pasar Cihapit (Kota Bandung), Pasar Cibeuti (Kota Tasikmalaya), Pasar Cijulang (Pangandaran), Pasar Tradmod Pabuaran (Kabupaten Cirebon), Pasar Kramat (Kota Cirebon), Pasar Tanjung sari (Majalengka), Pasar Cariu (Kabupaten Bogor), Pasar Sukatani (Depok), dan Pasar Kalijati (Subang).

Sementara untuk memeriahkan Festival Pasar Rakyat Jabar 2016 akan dihadirkan:
1. Festival pasar rakyat, yang mengangkat konsep keunggulan pasar rakyat dari berbagai kabupaten/kota di Jawa Barat.
2. Bincang-bincang yang menghadirkan pelaku usaha pasar rakyat dan perwakilan dari dinas untuk berinteraksi dengan pengunjung dan peserta.
3. Kaulinan rakyat yang menampilkan berbagai permainan tradisional sebagai daya tarik pengunjung dan untuk memeriahkan event.
4. Hiburan yang akan menampilkan musik, games interaktif, dan lainnya.

Digelar Lomba dengan Beragam Hadiah
Untuk memeriahkan festival juga dihadirkan beberapa acara dan lomba. Lomba yang diadakan yakni penilaian pasar sehat, nyaman, dan aman bagi para pengunjung. Lomba tersebut menyediakan aneka hadiah bagi pemenang, di antaranya 1 unit mobil untuk pasar rakyat besar dan motor roda tiga bagi pasar rakyat kecil

Adapun kriteria penilaian, antara lain:
1. Akses pedagang yang aman saat terjadi darurat seperti kebakaran atau K3
2. Adanya zonasi yang baik antarpedagang
3. Pengelolaan parkir yang baik menjadi bahan pertimbangan.
4. SDM manajemen pasar tertata baik.
5. Konsep pengembangan pasar rakyat ke depan.