Review

Pasanggiri Sanglingan Béntang Jaipongan Digelar Pertengahan Desember 2016




Sanglingan Bentang Jaipongan Desember 2016

"Sanglingan Béntang Jaipongan" merupakan gelaran agenda rutin kebudayaan sebagai wadah eksplorasi, edukasi, dan apresiasi. Sanglingan Bentang Jaipongan tahun ini merupakan gelaran ke-2 Padepokan Jugala pimpinan Gugum Gumbira. Sanglingan sendiri dalam bahasa Sunda mengandung arti 'memoles perhiasan' dan béntang berarti 'bintang' yang bila diartikan kegiatan ini sebagai ajang memoles para bintang jaipongan.

Kegiatan sarasehan, pelatihan, hingga pagelaran tari tradisi ini telah dicanangkan sebagai agenda rutin kebudayaan dua tahunan oleh Pemprov Jabar. Bekerjasama dengan Bakti Budaya Djarum Foundation dan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jawa Barat, kegiatan ini diharapkandapat menjadi parameter perkembangan tari Jaipongan yang terinspirasi oleh kesenian-kesenian tradisi.

Pasanggiri Sanglingan Béntang Jaipongan 2016
Pasanggiri "Sanglingan Béntang Jaipongan" Jugala Raya tahun 2016 akan digelar pada pertengahan Desember ini. Kompetisi tari jaipong tersebut akan diikuti 120 peserta dari 46 sanggar di Jawa Barat. Untuk babak penyisihan akan digelar pada Selasa dan Rabu, 13-14 Desember 2016 di Gedung Majestic. Sementar babak final akan diadakan di Gedong Budaya Sabilulungan, Soreang, Kab. Bandung pada Jumat, 16 Desember 2016.

Tari Keser Bojong dan Kawung Anteng
Kegiatan ini diikuti peserta perseorangan dari sanggar-sanggar di Jawaw Barat. Para peserta merupakan yang terbaik dari setiap sanggar. Pasalnya, sebelum mengikuti pasanggiri setiap peserta telah mengikuti training camp (TC) selama 20 hari, dan dilanjutkan dengan evaluasi dan asistensi.

Ada dua tarian wajib yang dipilih oleh peserta, yakni tari Keser Bojong dan Kawung Anteng yang dibawakan saat babak penyisihan. Adapun pada babak final akan diikuti 10 finalis. Selain tarian wajib, peserta pun harus mempertunjukan tarian bebas karya sanggarnya masing-masing. Sanglingan Bentang Jaipongan diperuntukan bagi kaum remaja dan dewasa putri, sekalipun banyak kalangan anak-anak yang ingin mendaftar.

Tari Keser Bojong diciptakan tahun 1978 dan Kawung Anten tahun 1985. Tari Keser Bojong adalah basic tari jaipongan (patronnya), artinya seorang penari jaipongan harus menguasai tarian itu, baru bisa berkembang kelain. Sedangkan tari Kawung Anten, adalah seorang tokoh perempuan, putri Jaya Perkosa dari Sumedang Larang.