Review

Munas I Association of Sales Travel Indonesia (Asati) di Bandung




Munas I Asati di Bandung

Mengusung tema “Mewujudkan Asati sebagai Assosiasi Kreatif, Inovatif, dan Bersinergi Berbasiskan Information and Communication Technology (ICT)”,  Association of Sales Travel Indonesia (Asati) akan menggelar Musyawarah Nasional (Munas) I pada Selasa (7/3/2017).

Pelaksanaan Munas yang akan digelar di Hotel Grand Pasundan, Ruangan Jaya Giri, Jalan Peta Nomor 147‐149 Lingkar Selatan, Kota Bandung tersebut akan dihadiri oleh sekitar 200 Biro Perjalanan Wisata (BPW) dari 23 DPD seluruh Indonesia.

Pemasaran wisata konsep digital
Dalam kegiatan Munas pertama tersebut, salah satu yang diangkat seputar program Kementerian Pariwisata Republik Indonesia mengenai marketing wisata dalam ranah digital. Asati yang menjadi kumpulan owner BPW yang merupakan Profesional Sales Representatives (PSR) untuk produk pariwisata Indonesia berkomitmen untuk senantiasa menghadirkan inovasi baru untuk semakin meningkatkan raihan pasar wisata dunia untuk berkunjung ke Indonesia.

Asati sebagai organisasi yang telah mendapat pengesahan dan pengukuhan dari kementerian Hukum dan HAM RI, AHU-0009368.AH.01.07.TAHUN 2015, dalam programnya tidak hanya memasarkan dan promosi, tapi lebih berorientasi pada membangun produk dan menjual produk yang berkonsentrasi terhadap inbound guna meraih pasar wisata dunia.

Adapun tujuan Asati di antaranya:
1. Meningkatkan kualitas data informasi produk wisata link with allied profession.
2. Memperluas pasar produk wisata dan meningkatkan kunjungan wisatawan ke Indonesia (inbound tours).
3. Membangun harmonisasi pasar serta menjaga stabilitas produk dan tarif produk wisata.
4. Membangun kepercayaan pasar wisata terhadap kualitas dan harga produk wisata Indonesia.
5. Menjaga stabilitas tarif paket wisata agar wisatawan tidak tertipu dan mendapatkan tarif paket wisata yang reasonable.
6. Terbangun harmonisasi antaranggota pelaku produk wisata serta sinergitas guna menghadapi competitiveness products serta layanan. Agar tidak terjadi infiltrasi antarkota maupun provinsi.
7. Menggiatkan produktivitas industri kreatif dan memuliakan para budayawan.
8. Senantiasa meningkatkan kualitas sumber daya manusia.