Mengenal Istilah Geografis dalam Bahasa Sunda Beserta Artinya




Beberapa nama tempat di Bandung ada hubungannya dengan istilah geografis atau keadaan tempat. Beberapa di antaranya seperti nama wilayah: Leuwipanjang, Babakan Ciparay, Bojongsoang, Kebon Kawung, Karéés, Pasir Impun, Dungus Cariang, Muararajeun, Tegallega, Régol, dan lain-lain.
 
nama geografis dalam bahasa sunda.jpg

Berikut ini istilah-istilah geografis dalam bahasa Sunda beserta artinya:

- Alun-alun = tanah luas di pusat kota/kecamata/kabupaten. Seperti Alun-alun Bandung yang berkonsep macapat, dimana di sebelah barat ada Masjid Agung, sebelah selatan pusat pemerintahan (Pendopo), di utara ada penjara (Banceuy/bekas sel Soekarno), dan di timur pasar. Di era kekinian ada juga Alun-alun per kecamatan, seperti Alun-alun Ujungberung, Alun-alun Regol, Alun-alun Cicendo.
- Babakan = kampung baru, seperti nama Babakan Tarogong, Babakan Ciparay, Babakan Irigasi, dll.
- Bangawan = sungai besar
- Bobojong/bojong = tanah yang menjorok ke sungai, seperti kawasan Bojongsoang yang dekat Sungai Citarum.
- Babantar = bagian sungai yang dangkal.
- Bubulak = serupa tegalan, area tanah yang penuh rumput yang ada di kaki bukit.
- Dayeuh = kota, seperti nama Dayeuhkolot yang artinya 'kota tua', asal muasalnya Kota Bandung dimana dulunya dari Dayeuhkolot (Bandung Selatan) kemudian dipindahkan ke kawasan Alun-alun sekarang.
- Dungus = gunudukan pepohonan kecil yang biasanya merambat di kawasan hutan. Disebut juga ruyuk atau rungkun.
- Jungkrang = jurang
- Karéés = sisi sungai yang banyak pasir. Kalau di Bandung, kawasan dengan nama karéés ini ada di dekat Jln. Laswi, Kec. Batununggal.
- Kebon = tanah darat yang biasa ditanami aneka tanaman. Beberapa nama tempat di Bandung dengan istilah geografis ini ada Kebon Kangkung, Kebon Kawung, Kebon Gedang, Kebon Kalapa, dll.
- Kopo = nama pohon sejenis jambu
- Lamping = bagian kaki gunung atau bukit
- Lemah = tanah, di Bandung utara ada nama Lemahneundeut (kawasan Pasteur)
- Lembur = kampung, tempat tinggal masyarakat berupa permukiman
- Leuwi = bagian sungai yang dalam serta luas. Beberapa nama tempat ini seperti Leuwipanjang, Leuwianyar, Leuwisari.
- Mumunggang = bagian dari puncak gunung, punggung gunung atau disebut juga geger.
- Pasir = gunung kecil, di Bandung ada nama Pasirkoja, Pasirjati, Pasir Impun, dll.
- Ranca = tanah luas yang selalu becek biasanya karena dijadikan area persawahan. Di Bandung ada nama Rancaekek, Rancabango, Rancasari, Rancanumpang, dll.
- Reuma = lahan bekas huma (kebun di gunung/bukit)
- Régol = disebut juga pamager sari, kampung di belakang gedung pendopo. Nama tempat ini di Bandung ada Kec. Regol, yang meliputi dari kawasan Alun-alun sampai Jln. Moh. Toha/Buah Batu.
- Rorah = aliran sungai kecil di pegunungan
- Sabang = tanah yang diapit dua sungai
- Sampalan = tegalan di tengah hutan
- Situ = danau, serupa kolam dengan ukuran lebih luas, seperti Situ Patenggang, Situ Aksan, Situ Cileunca.
- Somang = jurang yang sangat dalam
- Talaga = danau alami, terbentuk bukan karena campur tangan manusia
- Tanjung = daratan yang menjorok ke laut
- Tegalan/tegal = lahan daratan yang sangat luas dan biasanya penuh rumput, seperti kawasan lapangan Tegallega (monumen Bandung Lautan Api).
- Tepiswiring = area pinggiran kampung/lembur
- Tétélar = gundukan tanah di tengah sawah yang biasanya buat menggembala hewan ternak
- Tutugan gunung = kaki gunung, bagian gunung paling bawah
- Walungan = sungai, tempat mengalirnya air dari hulu ke muara

--------------
Artikel belajar bahasa Sunda lainnya LIHAT DI SINI