Review

Pertunjukan Teater "Bunga Penutup Abad" di Taman Budaya Jabar




Pementasan Teater Bunga Penutup Abad

Sebuah pementasan teater dengan sutradara dan penulis naskah Wawan Sofwan akan dipergelarkan di Taman Budaya Jawa Barat, Jl. Bukit Dago Utara No. 53, Bandung. “Bunga Penutup Abad” merupakan pentas teater yang diadaptasi dari novel karya Pramoedya Ananta Toer berjudul Bumi Manusia dan Anak Semua Bangsa.  Pementasan ini kerja sama Titimangsa Foundation dan Pemkot Bandung.

Pementasan teater yang diprakarsai oleh Titimangsa Foundation itu juga akan menampilkan Happy Salma sendiri sebagai Nyai Ontosoroh, Lukman Sardi sebagai Jean Marais. Reza Rahadian sebagai Minke, dan Chelsea Islan berperan Annelies. Happy pun menggaet sutradara ternama asal Bandung, Wawan Sofwan.

Wawan Sofwan adalah alumnus Jurusan Kimia dari Universitas Pendidikan Indonesia Bandung (dulu IKIP) pada tahun 1991, ia mulai aktif dalam bidang teater sejak tahun 1984 di Student Theater IKIP Bandung. Kemudian pada tahun 1986 melanjutkan pembelajaran teater di Studiklub Teater Bandung, yang merupakan salah satu teater modern yang tertua di Indonesia. Ia juga pernah mendapat beasiswa dari Goethe Institut Jerman untuk belajar Bahasa Jerman; mempelajari Research Theater dari tahun 1995 hingga 1996; dan mengikuti The London International Festival of Theater (2004). 

Pertunjukan teater "Bunga Penutup Abad" diselenggarakan pada Jumat dan Sabtu, 10 - 11 Maret 2017 pukul 20.00 di Teater Tertutup, Taman Budaya, Jawa Barat. Harga tiketnya dibanderol senilai Rp 100.000 kelas 2), Rp 300.000 (kelas 1), Rp 500.000 (kelas VIP), dan Rp 600.000 (kelas VVIP). Pemesanan bisa melalui kontak 0859 4567 1985 / 0822 9503 6766 / 0856 2441 9912. Info lengkap bisa dilihat di laman titimangsa.or.id.

Sinopsis "Bunga Penutup Abad"
Berkisah mengenai kehidupan Nyai Ontosoroh dan Minke setelah kepergian Annelies ke Belanda. Nyai Ontosoroh yang khawatir mengenai keadaan Annelies, mengutus seorang pegawainya untuk menemani kemanapun Annelies pergi, bernama Robert Jan Dapperste atau Panji Darman.

Kehidupan Annelies sejak berangkat dari Pelabuhan Surabaya dikabarkan oleh Panji Darman melalui surat-suratnya yang dikirimkan pada Minke dan Nyai Ontosoroh. Surat-surat itu bercap pos dari berbagai kota tempat singgahnya kapal yang ditumpangi Annelies dan Panji Darman.

Tentang Titimangsa
Titimangsa Foundation adalah yayasan nirlaba yang dibentuk Happy Salma pada Oktober 2006. Titimangsa bergerak di bidang budaya. Pada awal terbentuknya, Titimangsa ditujukan untuk menjadi wadah seorang Happy Salma menuangkan ekspresi kreatifnya dalam berkesenian. Happy senang menulis dan bermain di panggung teater, maka untuk mewadahi kesukaannya, Happy membuat sebuah badan.

Titimangsa sendiri artinya adalah terjadi pada saat yang tepat. Terbentuknya Titimangsa pun bukan didasarkan ambisi untuk sukses dan target untuk dikenal yang muluk, tetapi lebih karena Titimangsa memang dibutuhkan sebagai sarana untuk dapat berkesenian. Pada prosesnya, Titimangsa telah menghasilkan beberapa karya pertunjukan maupun literatur yang patut diperhitungkan di kancah nasional maupun internasional.