Review

Istilah-Istilah Geografis dalam Bahasa Sunda Beserta Artinya




Istilah geografis bahasa Sunda

Istilah kewilayahan atau tempat bisa menjadi salah satu cara untuk lebih mengenal bahasa Sunda. Hal ini lebih mudah karena ada contoh istilah langsung. Misalnya, bila Anda berwisata ke Bandung banyak sekali nama-nama tempat yang berhubungan dengan istilah geografis ini. Berikut ini di antaranya:

1. Ci-
Ci- ada yang berpendapat merupakan bentuk pendek dari cai atau air. Dan ini menjadi salah satu ciri umum nama-nama lokasi geografis di Tatar Sunda. Namun, ada beberapa sumber lain yang menyebutkan jika Ci- adalah cahaya.

Penamaan suatu daerah pada zaman dulu menunjukkan eksistensi kekuasaan suatu kerajaan. Ada yang berpendapat bahwa jika Ci- yang dimaksud bukan berarti air. Ci- tersebut dalam bahasa Sanskerta diartikan sebagai cahaya.

Namun di balik istilah yang masih jadi perdebatan tersebut, bila merujuk pada Ci- sebagai air, memang tempat-tempat di Bandung sendiri, misalnya, banyak yang menggunakannya seperti Cileunyi, Cibiru, Cimahi, Cicaheum, Cinunuk, Cibeureum, Cihideung, Cibodas, Ciparay, Ciateul, Cipadung, dan lainnya.

2. Bojong
Mungkin Anda pernah mendengar nama Bojongsoang, Bojongloa, Bojongkoneng, dan lainnya. Bojong sendiri memiliki pengertian 'tanah yang menjorok ke sungai'. Seperti daerah Bojongsoang di kawasan Bandung selatan wilayahnya memang dekat dengan aliran Sungai Citarum.

3. Kebon
Kebon memiliki arti dalam bahasa Indonesia yakni 'kebun'. Nama ini diambil karena memang dahulunya tempat tersebut areal kebun. Banyak nama tempat di Bandung yang punya nama dari kebon ini, di antaranya ada Kebon Kalapa (terminal di Alun-Alun Bandung), Kebon Kawung (lokasi Stasiun Bandung), Kebon Jukut, Kebon Kopi, Kebon Bibit, dan lainnya.

4. Babakan
Di Bandung ada kawasan bernama Babakan Tarogong, Babakan Ciamis, Babakan Ciparay, dan lainnya. Babakan sendiri memilik arti 'kampung baru'. Konon nama-nama tersebut bila merunut sejarahnya terkait dengan terjadinya pengungsian saat peristiwa Bandung Lautan Api. Para penduduk mengungsi dulu ke daerah-daerah terdekat dari Bandung seperti Ciparay dan Tarogong (Garut). Lalu, mereka kembali lagi ke Bandung dan mendirikan kampung baru.

5. Leuwi
Di Bandung ada nama Terminal Leuwipanjang. Leuwi sendiri dalam bahasa Indonesia artinya 'lubuk' atau bagian dalam di sungai. Di Leuwipanjang sendiri lokasi sungainya ada di sebelah timur yang ada di tengah jalan menuju perempatan Cibaduyut dan kadang biasanya bila hujan airnya melimpas ke jalan.

Berikut ini istilah-istilah lain seputar geografis dalam dalam bahasa Sunda:
- Basisir: pantai
- Balong: kolam (biasanya untuk pemeliharaan ikan)
- Cai nyusu/Cinyusu: mata air
- Curug: air terjun
- Dungus: semak-semak
- Gunung: gunung
- Lamping: bagian gunung, antara puncak dan kaki gunung
- Jungkrang: jurang
- Pasir: bukit
- Karéés: bagian sisi sungai yang banyak pasirnya
- Walungan: sungai
- Jalan satapak: jalan setapak
- Lembur: kampung
- Dayeuh: kota
- Bubulak: serupa tegalan, tanah yang penuh dengan rumput di kaki bukit/gunung
- Muara: ujung sungai, pertemuan dengan laut
- Régol: kampung dekat/belakang gedung kabupaten/kota
- Talaga: telaga, situ yang alami bukan buatan manusia
- Situ: serupa telaga namun lebih luas
- Ruyuk: semak-semak
- Leuweung: hutan
- Leuweung bakékotan: hutan yang belum dijamah manusia
- Péngkolan: belokan
- Pudunan: turunan (jalan)

--------------------------------------
Kumpulan artikel belajar bahasa Sunda lainnya LIHAT DI SINI