Review

Pemandian Air Panas Ciwalini, Destinasi Wisata Favorit di Rancabali

share to whatsapp



Ciwalini Ciwidey

Berada di area Perkebunan Teh Rancabali, kolam pemandian air panas ini menjadi salah satu tempat favorit para pelancong yang berwisata ke Ciwidey. Di tengah lingkungan alam yang masih segar dan tentunya berhawa dingin, berendam di Ciwalini punya sensasi tersendiri. Apalagi bagi Anda yang telah melakukan perjalanan jauh dengan berkendara. Badan bisa refresh sejenak dengan menikmati kehangatan di Ciwalini.

Pemandian air panas di Kecamatan Rancabali, Kabupaten Bandung ini dikeola oleh PTPN VIII. Pemandian air panas Ciwalini selalu ramai dikunjungi oleh wisatawan dari berbagai daerah. Wajar saja, air panas yang bisa dirasakan di pemandian itu bersumber dari air panas alam Gunung Patuha. Tak hanya itu, kamu juga bisa menikmati segarnya udara di atas ketinggian 2.400 mdpl.

Untuk tiket masuk ke kawasan ini dibanderol cukup dengan Rp20.000 per orang. Namun, khusus untuk libur panjang, biasanya pihak pengelola menaikkan tarif tiket masuk menjadi Rp23.000 per orang. Namun harga tiket bisa berubah sewaktu-waktu ya. Di sini pun bisa menyewa ban dan pelampung. Dan bila Anda berkunjung pada musim libur panjang, jangan aneh bila kolam di sini bejibun oleh pengunjung yang berenang.

Pengelola objek wisata Pemandian Air Panas Ciwalini pun melengkapi pembelian tiket dengan sistem barcode. Setelah membeli tiket, pengunjung melakukan scan kode batang di pintu masuk. Hal tersebut dilakukan untuk mencegah terjadinya pemalsuan tiket.

Dengan sistem barcode ini juga, pencatatan pengunjung bisa lebih rapi karena menggunakan sistem komputerirasi. Bagi Anda yang datang dengan membawa kendaraan, siapkan kocek sebesar Rp3.000 untuk parkir kendaraan roda dua, Rp5.000 untuk kendaraan roda empat, dan bus atau truk sebesar Rp20.000. Sekarang parkir juga menggunakan palang pintu otomatis yang terkomputerisasi.

Tempat wisata pemandian air panas Ciwalini biasa buka dari pagi hingga sore hari. Dan kolam renangnya biasa rutin dibersihkan pada sore hari sehingga tutup. Dari tempat wisata ini pun, wisatawan bisa melanjutkan perjalanan ke Situ Patenggang yang lokasinya tak jauh dari sini. Namun, bila ingin bersantai sejenak, bisa ke warung-warung yang ada di pinggir jalan Rancabali untuk menikmati hangatnya minuman tradisional Bandrek Abah.