Review

Ulang Tahun ke-50, PHRI Gelorakan Semangat Lebih Memajukan Sektor Pariwisata

share to whatsapp



Ultah PHRI ke-50

Tahun ini, Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) memasuki usia 50 tahun. PHRI yang didirikan sejak 9 Februari 1969 ini turut memberikan andil besar pada perkembangan sektor wisata Tanah Air. PHRI Jawa Barat sendiri menggelar ulang tahun emasnya di Hotel Asrilia Bandung pada hari Minggu (24/2/2019) malam. Mengangkat tema "PHRI siap mendukung dan menjadikan Pariwisata Lokomotif Ekonomi Jawa Barat" perayaan Gemilang 50 tahun Ulang Tahun Emas PHRI dihadiri para pelaku usaha perhotelan dan restoran di Jawa Barat.

Kontribusi PAD
Dalam acara perayaan tersebut, juga dihadiri Pelaksana Tugas (Plt.) Sekretaris Daerah Kota Bandung, Ema Sumarna. Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung berharap industri pariwisata terus berinovasi. Hal itu agar pariwisata Kota Bandung bisa terus berkembang dan berkontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Bandung.

Pada tahun 2016, Kota Bandung memperoleh  Rp178 miliar. Sedangkan di tahun 2018 mengalami peningkatan hingga mencapai Rp300 miliar. Sedangkan pendapatan restoran, Kota Bandung mampu mencapai Rp325 miliar pada 2018 lalu.  Sedangkan dari sisi kunjungan wisatawan, pada tahun 2017 mencapai 6,9 juta orang. Sedangkan pada tahun 2018 meningkat menjadi 7,5 juta orang.

Siap memajukan industri pariwisata
Sementara, Ketua PHRI Jawa Barat, Herman Muchtar mengatakan, pihaknya selalu mendukung program pemerintah. PHRI siap menjadi mitra yang baik untuk menyukseskan kabupaten kota di Jawa  Barat demi kemajuan industri pariwisata.  PHRI, tambah Herman, terus mendorong agar fasilitas seperti hotel dan restoran setiap daerah memiliki keunikan tersendiri, sehingga mampu mendapatkan keuntungan bersama.

Sekda Pemerintah Provinsi Jawa Barat, Iwa Karniwa yang mewakili Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil menyampaikan bahwa PHRI telah berkontribusi besar dalam mendukung pembangunan ekonomi di daerah. Di 2017, tambah Iwa, kunjungan wisatawan ke Jawa Barat mencapai 64 jutaan. Angka ini terdiri 59 juta wisatawan domestik dan 4,9 jutaan wisatawan mancanegara. Namun dari total kunjungan ini, baru 30 persen atau 19 jutaan wisatawan yang menggunakan jasa akomodasi di Jawa Barat.

Menyumbang produk domestik bruto
Pemprov Jabar dengan visi Jabar Jara Lahir Batin akan terus mendukung pariwisata, salah satunya di sektor perhotelan dan restoran melalui peningkaan mutu di lini infrastruktur, SDM, dan kelembagaan. Sektor pariwisata Indonesia sendiri diproyeksikan mampu menyumbang produk domestik bruto sebesar 15 persen di tahun 2019. Yang artinya menghasilkan sekitar Rp 280 triliun bagi devisa negara. Serta dapat menyerap 13 juta tenaga kerja pada 2019.

Sebagai informasi, pertumbuhan kunjungan wisatawan asing di Indonesia pada periode Januari—November 2018 tumbuh 22%. Pertumbuhan wisatawan mancanegara Indonesia pada 2017 lebih baik dibandingkan dengan Thailand, Singapura dan Malaysia yang hanya tumbuh 6,69%, 5,79% dan negatif 1,5%. Tak hanya itu, pertumbuhan jumlah kunjungan wisatawan asing di Indonesia lebih tinggi bila dibandingkan dengan regional Asia Tenggara dan dunia yang hanya tumbuh 7% dan 6,4%.




share to whatsapp