Review

Musim Kemarau Pertengahan Tahun, Momen Asyik Liburan di Bandung

share to whatsapp



Wisata musim kemarau di Bandung

Bagi Anda yang merencanakan liburan di Bandung, pertengahan tahun merupakan momen yang pas buat pelesiran di Kota Kembang. Pertengahan tahun dari bulan Mei, Juni, dan Juli adalah musim kemarau. Cuacanya sangat cocok buat liburan ke berbagai tempat wisata di seputaran Bandung, baik itu di Lembang, Ciwidey, maupun pusat kota Bandung.

Untuk tahun 2019 ini, ada dua momen masa liburan di pertengahan tahun yakni libur Lebaran dan libur sekolah. Buat yang mengisi libur Lebaran di Bandung kebanyakan adalah wisata keluarga. Tak heran bila momen libur Lebaran, wisata di Bandung dipenuhi wisatawan luar kota juga warga Bandung sendiri. Itula sebabnya mengapa setiap libur Lebaran, akses ke destinasi wisata di Bandung biasanya macet pisan.

Alternatif kedua bagi anak-anak sekolah maupun para mahasiswa, bisa sepuasnya rekreasi saat libur sekolah. Momen ini biasanya bisa dilakukan dari pertengahan Juni sampai awal Juli sebelum kembali masuk sekolah. Kembali ke judul, liburan di Bandung saat musim kemarau di Bandung mengasyikkan lho.

Mengapa mengasyikkan? Dibanding dengan liburan saat musim hujan, duh kalo liburan di Bandung agak kurang nyaman ya. Apalagi bila tujuannya wisata ke tempat-tempat wisata alam semacam kawasan Lembang atau Ciwidey. Selain itu, di beberapa titik pun kerap disergap banjir cileuncang alias banjir sementara. Belum lagi ada beberapa titik di Bandung Utara dan Selatan yang kadang rawan longsor. Juga kalau  musim hujan, macetnya itu lho.

Nah, ada baiknya bagi yang tengah liburan sekolah atau kuliah, manfaatkan momen berwisata di bulan Juni dan Juli buat berkunjung ke Bandung. Anda bisa bareng teman-teman berwisata ke Bandung dengan naik kendaraan pribadi atau kendaraan umum. Adapun lokasi-lokasi wisata yang hendak dikunjungi bisa memilih bebas. Ini karena di musim kemarau, akses ke tempat wisata lebih nyaman dan bisa lebih puasa menjelajahinya.

Anda bisa mengagendakan wisata ke Lembang, Ciwidey, Bandung Timur atau tengah kota. Begitu pula jajal pula wisata belanja, wisata kuliner, hingga wisata malam. Pilihan buat wisata ala backpacker pun bisa dicoba. Yang penting tadi, hambatan ke tempat-tempat wisata di Bandung saat musim kemarau jauh banget dibanding saat musim hujan.

Berikut ini beberapa tips yang perlu diperhatikan kalo mau wisata di Bandung saat musim kemarau:

1. Siapkan jaket/pakaian tebal
Musim kemarau di Bandung, cuacanya beda jauh dengan di Jakarta atau Bekasi yang bisa hareudang alias gerah. Di Bandung, saat siang pun biasanya dingin walau matahari terik. Apalagi saat malam hari, hawa dingin musim kemarau akan kerasa banget. Selain bawa jaket atau mantel, bawa juga topi.

2. Jaga kesehatan dan siapkan obat-obatan pribadi
Ini paling penting karena musim kemarau biasanya rawan terkena ragam penyakit. Jaga pula jangan sampai badan kecapean.

3. Pilih tempat wisata yang pas
Karena tadi saat musim kemarau terbilang bebas memilih tempat wisata, Anda dan kawan-kawan bisa menjajal wisata beberapa hari di Bandung. Misalnya, hari pertama menjelajah tempat-tempat wisata yang ada di Lembang. Hari kedua ke kawasan Ciwidey atau pusat kota Bandung. Hari ketiga bisa wisata belanja sambil kuliner malam di Bandung.

4. Saat wisata kemping
Pilihan lain yang biasanya jadi favorit anak-anak muda saat liburan sekolah di musim kemarau ini dengan kemping di alam terbuka, seperti di kawasan Cikole, Lembang, Ciwidey (Rancaupas), Gunung Puntang (Cimaung), Batu Kuda (Bandung Timur), dan lokasi camping ground lainnya. Bisa juga dengan menjajal naik gunung yang ada di seputaran Bandung.

5. Wisata adventure
Ini yang bisa dipilih saat musim kemarau, misalnya dengan wisata adventure di tempat-tempat wisata alam terbuka seperti di kawasan Cikole, Ciwidey, kawasan Situ Cileunca dan perkebunan teh Pangalengan, atau di kawasan Bandung Timur seperti di sekitar Gunung Manglayang. Anda dan kawan-kawan bisa menjajal wisata rafting, outbond, sampai paintball.

Buat yang hobi wisata alam terbuka, bisa juga ke Stone Garden di Citatah (Padalarang), Tangkuban Parahu, The Lodge Maribaya, Orchid Forest Cikole, perkebunan Teh Rancabali, Kawah Putih, atau ke curug-curug (air terjun). Tempat wisata kuliner Punclut di Ciumbuleuit pun kayaknya bisa jadi pilihan.

6. Wisata ke Pusat Kota Bandung
Liburan di Bandung saat musim kemarau bisa lebih asyik dengan mengunjungi kawasan Alun-Alun Bandung, Braga, Taman Balai Kota, naik bus Bandros, atau jalan-jalan di sekitaran Gedung Sate. Bisa  juga sambil belanja di distro, factory outlet, hingga menjajal kuliner malam. Kalau lagi musim hujan, jalan-jalan di ruang terbuka di pusat kota Bandung ini kayaknya bikin males deh.

7. Momen buat hunting foto
Bagi yang hobi jeprat-jepret dengan kamera DSLR atau smartphone, wisata di musim kemarau ini cocok banget. Kita bisa bebas memotret objek-objek ngehits di Bandung dengan lebih maksimal dibanding saat musim penghujan. Begitu pula memotret kawasan wisata alam di Bandung Utara atau Selatan pun lebih asyik.

8. Waktunya wisata touring
Bagi yang suka touring naik motor berombongan, musim kemarau di Bandung adalah momen tepat. Anda bisa mencoba menjajal naik motor ke kawasan Ciwidey, Lembang, dan kawasan lainnya. Malah, bisa juga sampai bablas ke tempat wisata lain di luar Bandung. Misal, touring ke Ciwidey bisa langsung ke daerah Cidaun (Cianjur) buat ke Pantai Selatan. Rute lainnya yang lebih asyik bisa touring ke Pangalengan via Cukul menuju Pantai Rancabuaya/Santolo/Sayang Heulang di Garut.

Buat yang touring ke kawasan Bandung Utara, dari daerah Lembang bisa dibablasin ke kawasan Tangkuban Parahu atau ke Ciater. Sedangkan yang ke arah timur bisa main dulu di Batu Kuda, Jatinangor, atau Curug Cinulang di Cicalengka langsung bablas ke tempat-tempat wisata di Sumedang atau ke pemandian air panas di Cipanas, Garut.