Review

Syarat, Jadwal, dan Cara Mengikuti Sayembara Pembuatan Kostum Reak dan Benjang

share to whatsapp



sayembara kostum reak dan benjang

Disbudpar Kota Bandung membuka sayembara pembuatan kostum reak dan benjang untuk ditampilkan pada helaran peringatan Konferensi Asia Afrika pada 18 April 2020. Disbudpar mengajak para seniman se-Tanah Air untuk berpartisipasi.

Kompetisi ini terbuka untuk siapa saja, baik pelajar, mahasiswa, maupun pekerja kreatif se-Indonesia. Desain kostum yang dibuat adalah, kostum pemain lengkap, baik untuk nayaga, pemain Benjang Gelut, penari Topeng Benjang, pembawa umbul-umbul, penari kuda kepang, topeng kesweh, pemain topeng babadudan atau bubutaan, pemain bangbarongan, hingga busana ma’lim, dan pembawa jampana.

Kepala Bidang Ekonomi Kreatif Disbudpar Kota Bandung, Tris Avianti mengatakan, Reak dan Benjang dipilih karena merupakan kesenian khas dan telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda Kota Bandung. Kedua jenis kesenian ini marak ditampilkan di Kota Bandung pada ajang-ajang kesenian rakyat, khususnya di Bandung Timur.

Mengenal Reak dan Benjang
Reak merupakan kesenian yang berasal dan banyak berkembang di daerah Bandung Timur seperti Ujung Berung dan Cibiru. Konon, kata Reak berasal dari kata "Reang" yang memiliki makna riweuh atau gaduh karena sorakan, sesuai dengan saat Reak sedang berlangsung suara musik hingga gerakan yang ditampilkan sangat meriah, sehingga bisa langsung mencuri perhatian penontonnya Reak sering ditampilkan dalam acara helaran dan syukuran seperti khitanan, panen pertanian, peringatan akil baligh, ulang tahun, hingga pernikahan

Sementara Benjang adalah olahraga seni yang dikembangkan oleh masyarakat Ujungberung ini. Diperkirakan olahraga seni ini sudah lahir di Abad ke-18. Benjang, kala itu tersebar di seluruh wilayah Ujungberung yang luas. Bukan wilayah Ujungberung sekarang. Dulu, Ujungberung meliputi Lembang, Majalaya, Ciparay, dan wilayah lainnya.

Benjang merupakan suatu bentuk permainan tradisional yang tergolong jenis pertunjukan rakyat. Permainan tersebut berkembang di sekitar Kecamatan Ujungberung, Cibolerang, dan Cinunuk yang mulanya kesenian ini berasal dari pondok pesantren. Adapun alat yang digunakan dalam benjang terdiri dari Terbang, Gendang (kendang), Pingprung, Kempring, Kempul, Kecrek, Terompet (Tarompet), dan dilengkapi pula dengan bedug dan lagu Sunda.

Hadiah dan persyaratan
Tak tanggung-tanggung, Disbudpar juga menyediakan hadiah yang cukup menarik. Juara pertama akan mendapat uang tunai sebesar Rp15 juta. Sedangkan peringkat kedua dan ketiga berturut-turut sebesar Rp12,5 juta dan Rp10 juta. Ada pula dua hadiah favorit untuk pemenang keempat dan kelima sebesar Rp7,5 juta.

Syarat dan ketentuan:
1. Kompetisi desain ini terbuka untuk umum baik pelajar, mahasiswa dan pekerja kreatif di seluruh Indonesia.
2. Setiap peserta kompetisi wajib mendaftar terlebih dahulu dengan mengisi formulir online di s.id/karnavalbdg.
3. Karya desain yang dikirimkan mengacu dan sesuai dengan tema kompetisi yaitu , yaitu “Benjang dan Reak”.
4. Desain kostum yang dibuat dengan tema Benjang wajib meliputi ; Nayaga, pemain Benjang Gelut, penari Topeng Benjang, pembawa umbul-umbul, pemain yang mengenakan topeng kesweh, penari kuda kepang dan badud, pemain akod andong, pembawa permainan adu domba, pemain yang menggunakan topeng babadudan atau bubutaan, pemain bangbarongan, pembawa jampana atau kedorah, dan busana ma’lim. Sedangkan desain kostum yang dibuat dengan tema Reak ada babadudan atau bangbarongan dan kudalumping.
5. Karya desain kostum karnaval yang dirancang dapat digunakan untuk pria & wanita (unisex).
6. Jenis kain yang digunakan untuk Bangbarongan yaitu kain goni.
7. Material atau bahan yang digunakan dalam menentukan kostum karnaval dibebaskan.
8. Topeng menjadi properti tambahan wajib sebagi pelengkap desain kostum karnaval. Adapun konsep topeng yang dibuat disesuaikan dengan desain kostum karnaval yang dirancang.
9. Desain kostum karnaval yang dirancang tidak boleh mengandung unsur pornografi dan sara serta tidak bertentangan dengan etika dan moral di Indonesia.

Para desainer hanya perlu mengunggah hasil kreasinya melalui website di tautan s.id/karnavalbdg dan mengirimkan file cetaknya ke Kantor Disbudpar Kota Bandung di Jalan Ahmad Yani No.227, Bandung. Batas akhir pengumpulan karya adalah, 7 Maret 2020 pukul 23.00 WIB. Informasi lebih lengkap dapat dilihat melalui tautan bit.ly/aafkostum



share to whatsapp